Contoh Tes Psikotes Kerja yang Sering Digunakan
Kalau kamu sedang mempersiapkan seleksi kerja, jangan hanya fokus pada wawancara. Contoh tes psikotes kerja juga perlu dipelajari karena perusahaan dapat menggunakan asesmen untuk melihat kemampuan kognitif, potensi, karakteristik kerja, atau kompetensi tertentu.
Jenis tesnya tidak selalu sama di setiap perusahaan. Dalam proses asesmen BKN, misalnya, psikotes digunakan bersama metode lain untuk menilai potensi dan kompetensi peserta. Pada asesmen tahun 2026, BKN menggunakan psikotes, analisis kasus, LGD, dan presentasi dalam salah satu proses seleksi.
Kementerian Ketenagakerjaan juga memiliki dokumen seleksi resmi yang mencantumkan psikotes sebagai salah satu tahapan seleksi calon tenaga kerja.
Artinya, tidak ada satu paket soal psikotes yang pasti keluar di semua perusahaan. Namun, beberapa bentuk soal berikut dapat digunakan untuk mengenali pola yang umum dilatih.
31 Contoh Tes Psikotes Kerja
Latihan verbal, numerik, logika, ketelitian, situasional, dan kepribadian.
Slide 1 — Contoh Soal Psikotes Kerja
Soal 1–6| No. | Kategori | Soal | Jawaban & Pembahasan |
|---|---|---|---|
| 1 | Tes Sinonim | Kata yang memiliki makna paling dekat dengan “akurat” adalah… A. Cepat B. Tepat C. Lambat D. Rumit E. Umum |
Jawaban: B. TepatTips: Jangan terpaku pada kata yang terdengar mirip. Pahami makna kata dalam konteksnya. |
| 2 | Tes Antonim | Lawan kata “optimis” adalah… A. Aktif B. Pesimis C. Produktif D. Realistis E. Kreatif |
Jawaban: B. Pesimis |
| 3 | Tes Analogi Kata | Dokter : Pasien = Guru : … A. Buku B. Kelas C. Murid D. Sekolah E. Pelajaran |
Jawaban: C. MuridHubungannya adalah profesi dengan pihak yang menerima layanan atau bimbingan. |
| 4 | Tes Pemahaman Bacaan | Perusahaan meningkatkan penggunaan sistem digital untuk mempercepat proses administrasi. Namun, perubahan tersebut tetap membutuhkan karyawan yang mampu beradaptasi dengan teknologi baru. Apa gagasan utama paragraf tersebut? A. Administrasi tidak membutuhkan teknologi. B. Teknologi menghilangkan semua pekerjaan. C. Digitalisasi membutuhkan kemampuan adaptasi karyawan. D. Semua karyawan harus menjadi programmer. E. Sistem administrasi harus dilakukan secara manual. |
Jawaban: C. |
| 5 | Tes Deret Angka | 2, 4, 8, 16, 32, … Angka berikutnya adalah? A. 48 B. 54 C. 56 D. 64 E. 72 |
Jawaban: D. 64Polanya adalah dikali 2. |
| 6 | Tes Deret Angka Bertingkat | 3, 6, 11, 18, 27, … A. 36 B. 37 C. 38 D. 39 E. 40 |
Jawaban: C. 38Selisihnya +3, +5, +7, +9. Berikutnya +11. |
Slide 2 — Contoh Soal Psikotes Kerja
Soal 7–12| No. | Kategori | Soal | Jawaban & Pembahasan |
|---|---|---|---|
| 7 | Tes Perbandingan | Jika 5 buku berharga Rp75.000, berapa harga 8 buku dengan harga satuan yang sama? A. Rp100.000 B. Rp110.000 C. Rp120.000 D. Rp125.000 E. Rp130.000 |
Jawaban: C. Rp120.000Harga satu buku = Rp75.000 ÷ 5 = Rp15.000. Harga 8 buku = 8 × Rp15.000 = Rp120.000. |
| 8 | Tes Persentase | Harga sebuah barang Rp200.000. Barang tersebut mendapat diskon 15%. Berapa harga setelah diskon? |
Jawaban: Rp170.000Diskon = 15% × Rp200.000 = Rp30.000. Harga akhir = Rp200.000 − Rp30.000 = Rp170.000. |
| 9 | Tes Aritmetika | 48 + 36 ÷ 6 = … A. 12 B. 48 C. 54 D. 56 E. 84 |
Jawaban: C. 54Kerjakan pembagian terlebih dahulu: 36 ÷ 6 = 6, lalu 48 + 6 = 54. |
| 10 | Tes Logika Pernyataan | Semua pegawai yang mengikuti pelatihan mendapatkan sertifikat. Dina mengikuti pelatihan. Kesimpulan yang tepat adalah… A. Dina tidak mendapatkan sertifikat. B. Dina mendapatkan sertifikat. C. Dina menjadi instruktur. D. Semua pemilik sertifikat adalah Dina. E. Dina tidak mengikuti pelatihan. |
Jawaban: B. Dina mendapatkan sertifikat |
| 11 | Tes Silogisme | Semua A adalah B. Semua B adalah C. Kesimpulan yang benar adalah… A. Semua A adalah C. B. Semua C adalah A. C. Sebagian C bukan B. D. Semua B bukan A. E. Tidak ada hubungan A dan C. |
Jawaban: A. Semua A adalah C |
| 12 | Tes Penalaran Logis | Jika laporan selesai, maka laporan diperiksa. Laporan belum diperiksa. Kesimpulan yang dapat ditarik berdasarkan pernyataan tersebut adalah… A. Laporan pasti selesai. B. Laporan pasti belum selesai. C. Tidak dapat dipastikan laporan sudah selesai atau belum. D. Laporan telah dikirim. E. Laporan tidak perlu diperiksa. |
Jawaban: C. Tidak dapat dipastikan laporan sudah selesai atau belum |
Slide 3 — Contoh Soal Psikotes Kerja
Soal 13–18| No. | Kategori | Soal | Jawaban & Pembahasan |
|---|---|---|---|
| 13 | Tes Pola | Jika pola bertambah 3 pada setiap langkah: 4 → 7 → 10 → 13 → … Angka berikutnya adalah… |
Jawaban: 16 |
| 14 | Tes Urutan | Andi lebih tinggi dari Budi. Budi lebih tinggi dari Candra. Siapa yang paling tinggi? A. Andi B. Budi C. Candra D. Tidak dapat ditentukan |
Jawaban: A. Andi |
| 15 | Tes Hubungan Posisi | Rina berada di sebelah kiri Sinta. Sinta berada di sebelah kiri Tika. Siapa yang berada paling kanan? |
Jawaban: Tika |
| 16 | Tes Klasifikasi Kata | Manakah yang berbeda? A. Apel B. Mangga C. Jeruk D. Wortel E. Pisang |
Jawaban: D. WortelApel, mangga, jeruk, dan pisang merupakan buah. |
| 17 | Tes Klasifikasi Angka | Manakah yang berbeda? A. 9 B. 16 C. 25 D. 36 E. 50 |
Jawaban: E. 50Angka 9, 16, 25, dan 36 merupakan bilangan kuadrat. |
| 18 | Tes Matematika Dasar | Jika x + 15 = 30, nilai x adalah… A. 10 B. 12 C. 15 D. 20 E. 25 |
Jawaban: C. 15 |
Slide 4 — Contoh Soal Psikotes Kerja
Soal 19–24| No. | Kategori | Soal | Jawaban & Pembahasan |
|---|---|---|---|
| 19 | Tes Pecahan | 1/2 + 1/4 = … A. 1/4 B. 2/4 C. 3/4 D. 4/5 E. 5/6 |
Jawaban: C. 3/4 |
| 20 | Tes Kecepatan | Sebuah kendaraan menempuh 120 km dalam 3 jam. Berapa kecepatan rata-ratanya? |
Jawaban: 40 km/jamKecepatan = jarak ÷ waktu. 120 ÷ 3 = 40 km/jam. |
| 21 | Tes Ketelitian Angka | Perhatikan pasangan berikut: 583921 – 583291 Apakah kedua angka sama? |
Jawaban: TidakPerbedaannya terdapat pada posisi angka 9 dan 2. Tes seperti ini menuntut konsentrasi dan ketelitian. |
| 22 | Tes Ketelitian Huruf | Manakah pasangan yang berbeda? A. ABCDE B. ABCDE C. ABCED D. ABCDE E. ABCDE |
Jawaban: C. ABCEDUrutan huruf pada pilihan C berbeda. |
| 23 | Tes Konsentrasi | Hitung jumlah huruf A dalam rangkaian berikut: B A C A D B A C D A |
Jawaban: 4 |
| 24 | Tes Memori | Baca rangkaian berikut selama beberapa detik: M – 7 – K – 2 – R – 9 Kemudian tutup rangkaian tersebut. Pertanyaan: Angka setelah K adalah? |
Jawaban: 2 |
Slide 5 — Contoh Soal Psikotes Kerja
Soal 25–28| No. | Kategori | Soal | Jawaban & Pembahasan |
|---|---|---|---|
| 25 | Tes Kecepatan Mengerjakan | Berapa hasil dari 17 × 6? A. 92 B. 96 C. 102 D. 108 E. 112 |
Jawaban: C. 102Pada soal seperti ini, kemampuan menghitung cepat menjadi bagian penting. |
| 26 | Tes Situasional | Kamu mendapat dua tugas dengan tenggat waktu yang hampir bersamaan. Apa tindakan paling tepat? A. Mengabaikan salah satunya. B. Mengerjakan secara acak. C. Menentukan prioritas berdasarkan urgensi dan dampak pekerjaan. D. Menunggu sampai atasan bertanya. E. Menyerahkan keduanya kepada rekan kerja. |
Jawaban: C.Dalam tes situasional, pilihan terbaik biasanya mempertimbangkan prioritas, tanggung jawab, komunikasi, dan dampak keputusan. |
| 27 | Tes Pengambilan Keputusan | Kamu menemukan kesalahan data sebelum laporan dikirim. Apa yang sebaiknya dilakukan? A. Membiarkannya agar pekerjaan cepat selesai. B. Menghapus data tersebut. C. Memeriksa sumber data dan memperbaikinya sebelum laporan dikirim. D. Menyalahkan rekan kerja. E. Mengirim laporan tanpa pemeriksaan. |
Jawaban: C. |
| 28 | Tes Orientasi Kerja | Ketika mendapat tugas baru yang belum kamu pahami, tindakan yang paling tepat adalah… A. Langsung mengerjakan tanpa membaca instruksi. B. Menolak tugas. C. Memahami instruksi dan bertanya jika ada bagian yang belum jelas. D. Menunggu rekan menyelesaikannya. E. Mengabaikannya. |
Jawaban: C. |
Slide 6 — Contoh Soal Psikotes Kerja
Soal 29–31| No. | Kategori | Soal | Jawaban & Pembahasan |
|---|---|---|---|
| 29 | Tes Kepribadian | “Saya tetap menyelesaikan pekerjaan meskipun menghadapi kesulitan.” Sangat tidak sesuai Tidak sesuai Netral Sesuai Sangat sesuai |
Jawaban: Tidak ada jawaban benar-salahJawablah secara konsisten dan sesuai kondisi sebenarnya. |
| 30 | Tes Preferensi Kerja | “Saya lebih nyaman bekerja dengan target yang jelas.” Pilih tingkat kesesuaian yang paling menggambarkan dirimu. |
Jawaban: Tidak ada jawaban benar-salahTes seperti ini dapat digunakan untuk melihat kecenderungan atau preferensi kerja. Bentuk dan tujuan penilaiannya dapat berbeda sesuai penyelenggara. |
| 31 | Tes Integritas | “Saya tetap mengikuti aturan meskipun tidak ada atasan yang mengawasi.” |
Jawaban: Jawab secara jujurJawablah dengan jujur dan konsisten dengan jawaban pada pernyataan lain. |
Jenis Contoh Tes Psikotes Kerja yang Perlu Dipelajari

Dari contoh di atas, latihan dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian.
| Jenis Tes | Kemampuan yang Dilatih |
|---|---|
| Verbal | Pemahaman kata dan bacaan |
| Numerik | Hitungan dan pola angka |
| Logika | Penalaran dan kesimpulan |
| Ketelitian | Fokus terhadap detail |
| Konsentrasi | Mempertahankan perhatian |
| Memori | Mengingat informasi |
| Situasional | Menentukan tindakan dalam situasi kerja |
| Kepribadian | Mengenali kecenderungan perilaku |
| Integritas | Konsistensi dan sikap terhadap aturan |
Perlu dicatat, tabel tersebut merupakan pengelompokan latihan, bukan daftar standar nasional yang wajib digunakan setiap perusahaan. Bentuk psikotes dapat berbeda menurut posisi, perusahaan, penyelenggara asesmen, dan tujuan seleksi.
Apakah Psikotes Kerja Memang Digunakan dalam Seleksi?
Ya, psikotes memang digunakan dalam sejumlah proses seleksi dan asesmen. Namun, penggunaannya tidak berarti setiap lowongan kerja memakai jenis tes yang sama.
Dalam asesmen yang dilakukan BKN pada 2026, psikotes menjadi salah satu instrumen dalam rangkaian penilaian kompetensi. Metode lain yang digunakan antara lain analisis kasus, Leaderless Group Discussion, dan presentasi.
BKN juga menjelaskan pada asesmen 2025 bahwa psikotes digunakan untuk membantu menilai potensi, sementara kompetensi manajerial dan sosial kultural dinilai dalam rangkaian asesmen yang lebih luas.
Sementara itu, dokumen resmi Kementerian Ketenagakerjaan mengenai rekrutmen tenaga kerja juga mencantumkan psikotes sebagai salah satu tahapan seleksi setelah seleksi administrasi.
Jadi, yang paling tepat adalah mempersiapkan kemampuan yang diuji, bukan menghafalkan satu jenis soal dengan anggapan pasti keluar.
Tips Mengerjakan Contoh Tes Psikotes Kerja

1. Pahami pola sebelum mengejar kecepatan
Jangan langsung mengerjakan soal sebanyak mungkin. Kenali dulu apakah soal menguji verbal, angka, logika, ketelitian, atau situasi kerja.
2. Biasakan menggunakan timer
Tes psikologi dapat menilai kemampuan dalam kondisi waktu tertentu. BKN, misalnya, menjelaskan bahwa salah satu tes potensi kognitif pada seleksi 2026 mengukur aspek speed dan power, yaitu kecepatan memproses informasi serta kemampuan berpikir secara akurat dalam waktu terbatas.
Karena itu, latihan dengan batas waktu lebih berguna daripada hanya mengejar jumlah soal.
3. Jangan terpaku pada satu soal
Jika soal numerik terasa sulit, tandai dan lanjutkan apabila sistem ujian memungkinkan. Waktu yang terbuang pada satu soal bisa membuat soal berikutnya tidak sempat dikerjakan.
4. Perhatikan instruksi
Kesalahan tidak selalu terjadi karena tidak bisa menjawab. Peserta juga bisa keliru karena melewatkan instruksi, salah membaca pilihan, atau tidak memperhatikan batas waktu.
5. Evaluasi kesalahan
Setelah latihan, kelompokkan kesalahan:
- salah konsep;
- salah hitung;
- salah membaca;
- kurang teliti;
- kehabisan waktu.
Dengan begitu, latihan berikutnya menjadi lebih terarah.
6. Untuk tes kepribadian, jawab secara konsisten
Jangan mencoba membuat semua jawaban terlihat “sempurna”. Tes kepribadian tidak sama dengan soal matematika yang memiliki satu jawaban benar.
Yang lebih penting adalah memahami pernyataan, menjawab sesuai kondisi sebenarnya, dan menjaga konsistensi.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Psikotes
Beberapa kesalahan berikut justru dapat mengurangi performa meskipun peserta sudah banyak berlatih:
- Terlalu lama mengerjakan satu soal.
- Tidak membaca instruksi sampai selesai.
- Hanya menghafal contoh soal.
- Berlatih tanpa batas waktu.
- Tidak mengevaluasi jawaban yang salah.
- Mengabaikan latihan ketelitian.
- Menjawab tes kepribadian secara asal.
- Berusaha menebak “jawaban yang paling disukai perusahaan” tanpa memahami pernyataan.
Apakah Ada Soal Psikotes yang Pasti Keluar?
Tidak ada daftar contoh tes psikotes kerja yang dapat disebut pasti keluar di semua perusahaan.
Perusahaan dan penyelenggara asesmen dapat menggunakan instrumen yang berbeda sesuai kebutuhan seleksi. Karena itu, informasi seperti “soal psikotes perusahaan X yang pasti keluar” sebaiknya tidak langsung dipercaya jika tidak berasal dari sumber resmi.
Bahkan dalam asesmen resmi BKN, metode penilaian dapat terdiri dari beberapa instrumen dan disesuaikan dengan kebutuhan jabatan.
FAQ Contoh Tes Psikotes Kerja

Apa saja contoh tes psikotes kerja?
Contohnya dapat berupa tes verbal, numerik, logika, ketelitian, konsentrasi, memori, situasional, kepribadian, dan integritas. Namun, tidak semua jenis tersebut digunakan bersamaan dalam satu proses seleksi.
Apakah psikotes kerja memiliki jawaban benar dan salah?
Tergantung jenis tesnya. Soal numerik, verbal, dan logika umumnya memiliki jawaban yang dapat dinilai benar atau salah. Sementara itu, tes kepribadian lebih banyak menggunakan pernyataan untuk melihat kecenderungan respons peserta.
Apakah soal psikotes setiap perusahaan sama?
Tidak. Jenis dan bentuk asesmen dapat berbeda sesuai posisi, perusahaan, penyelenggara, dan tujuan seleksi.
Apakah contoh soal di artikel ini merupakan soal asli perusahaan?
Tidak. Contoh di artikel ini adalah soal latihan yang dibuat untuk membantu memahami pola kemampuan yang dapat dilatih. Soal tersebut bukan bocoran soal perusahaan tertentu.
Bagaimana cara cepat mengerjakan psikotes?
Mulailah dengan memahami pola soal, kemudian latihan menggunakan timer. Saat tes berlangsung, jangan menghabiskan waktu terlalu lama pada satu pertanyaan dan tetap perhatikan instruksi.
Apakah tes kepribadian harus dijawab jujur?
Sebaiknya jawab sesuai kondisi sebenarnya dan konsisten. Tes kepribadian berbeda dengan soal hitungan yang memiliki satu jawaban benar.
Kesimpulan
Contoh tes psikotes kerja dapat mencakup berbagai bentuk, mulai dari verbal, numerik, logika, ketelitian, konsentrasi, hingga tes situasional dan kepribadian. Tidak ada satu paket psikotes yang berlaku untuk semua perusahaan.
Informasi resmi terbaru juga menunjukkan bahwa psikotes memang digunakan dalam sejumlah proses asesmen dan seleksi. BKN pada 2026, misalnya, menggunakan psikotes sebagai bagian dari rangkaian asesmen bersama metode lain seperti analisis kasus, LGD, dan presentasi.
Jadi, persiapan terbaik bukan menghafalkan jawaban, melainkan memahami pola, melatih ketelitian, meningkatkan kecepatan, menggunakan timer, dan mengevaluasi kesalahan.
Yang paling penting, selalu cek petunjuk dari perusahaan atau penyelenggara karena jenis dan sistem psikotes dapat berbeda pada setiap proses rekrutmen.


