Dalam proses seleksi kerja, psikotes menjadi salah satu tahapan yang banyak digunakan perusahaan untuk mengetahui kemampuan berpikir, karakter, serta kesiapan seseorang dalam menghadapi lingkungan kerja. Tidak sedikit peserta yang merasa kesulitan ketika menghadapi psikotes karena belum memahami pola soal dan cara pengerjaannya. Padahal, dengan memahami karakteristik soal sejak awal, peserta dapat mempersiapkan strategi yang lebih efektif.
Salah satu istilah yang sering dicari oleh peserta seleksi adalah atas bawah psikotes. Istilah ini merujuk pada perbedaan karakter soal yang muncul dalam psikotes, yaitu soal yang lebih menekankan kemampuan berpikir dan analisis, serta soal yang menguji kecepatan, ketelitian, dan konsistensi. Memahami perbedaan keduanya dapat membantu peserta mengetahui fokus latihan sebelum mengikuti tes.
Baca juga: Macam Macam Tes Psikotes Masuk Kerja dan Strategi Menghadapinya
Mengenal Atas Bawah Psikotes dalam Seleksi Kerja

Atas bawah psikotes merupakan gambaran mengenai dua jenis kemampuan yang biasanya dinilai dalam tes psikologi, terutama pada seleksi kerja. Meskipun bukan nama tes resmi tertentu, istilah ini sering digunakan untuk menjelaskan karakter soal berdasarkan tingkat proses berpikir yang diperlukan.
Pada bagian atas psikotes, peserta biasanya menghadapi soal yang membutuhkan kemampuan analisis lebih dalam. Soal jenis ini menguji bagaimana seseorang memahami informasi, menemukan hubungan antar konsep, serta mengambil kesimpulan berdasarkan data yang tersedia. Kemampuan yang dinilai antara lain logika, pemecahan masalah, dan kemampuan intelektual.
Sementara itu, bawah psikotes lebih berhubungan dengan kemampuan kerja yang membutuhkan kecepatan dan ketelitian. Peserta biasanya diberikan banyak soal sederhana dengan waktu terbatas sehingga harus mampu menjaga konsentrasi, bekerja secara stabil, dan meminimalkan kesalahan.
Kedua aspek tersebut memiliki peran penting dalam seleksi kerja. Perusahaan tidak hanya mencari kandidat yang mampu berpikir secara logis, tetapi juga seseorang yang dapat bekerja secara konsisten dan teliti ketika menghadapi tekanan pekerjaan.
Perbedaan Soal Atas dan Bawah Psikotes
Perbedaan utama antara soal atas dan bawah psikotes terletak pada kemampuan yang ingin diukur. Soal atas lebih mengutamakan kualitas berpikir, sedangkan soal bawah lebih melihat bagaimana seseorang mempertahankan performa dalam pekerjaan yang membutuhkan ketelitian tinggi.
Soal atas biasanya memiliki jumlah soal yang lebih sedikit, tetapi membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami pola atau mencari jawaban yang tepat. Peserta harus mampu menganalisis informasi sebelum menentukan pilihan.
Beberapa contoh soal yang termasuk kategori atas psikotes adalah tes numerik, tes verbal, tes logika, dan tes penalaran gambar. Pada jenis soal ini, peserta perlu memahami konsep dasar dan tidak hanya mengandalkan hafalan.
Sedangkan soal bawah psikotes umumnya memiliki jumlah soal lebih banyak dengan waktu pengerjaan yang terbatas. Tantangan utamanya bukan hanya mencari jawaban benar, tetapi menjaga kecepatan dan ketepatan secara bersamaan.
Contoh tes yang termasuk kategori bawah psikotes antara lain tes Kraepelin, tes ketelitian angka, tes mencocokkan simbol, serta tes konsentrasi.
Jenis Soal Atas Psikotes yang Sering Muncul
Soal atas psikotes umumnya menguji kemampuan berpikir, analisis, dan pemahaman pola. Jenis soal ini membutuhkan proses berpikir lebih mendalam karena peserta harus menemukan hubungan angka, kata, maupun informasi sebelum menentukan jawaban. Berikut contoh soal atas psikotes yang sering digunakan sebagai latihan.
| No. | Jenis Soal | Soal dan Pilihan Jawaban | Jawaban |
|---|---|---|---|
| 1 |
Tes Numerik (Deret Angka) |
Perhatikan deret angka berikut: 4, 8, 16, 32, … A. 48 B. 56 C. 64 D. 72
Pembahasan:
Pola angka menggunakan perkalian dua. 4 × 2 = 8 8 × 2 = 16 16 × 2 = 32 32 × 2 = 64 |
C. 64 |
| 2 |
Tes Numerik (Pola Penjumlahan) |
Tentukan angka berikutnya: 5, 9, 14, 20, 27, … A. 32 B. 34 C. 35 D. 36
Pembahasan:
Perhatikan selisih antar angka: 5 + 4 = 9 9 + 5 = 14 14 + 6 = 20 20 + 7 = 27 Jika pola selisih dilanjutkan dengan +8, maka: 27 + 8 = 35 |
C. 35 |
| 3 |
Tes Verbal (Sinonim) |
Sinonim dari kata KONSISTEN adalah… A. Berubah B. Tetap C. Lemah D. Cepat
Pembahasan:
Konsisten memiliki arti tetap, stabil, atau tidak berubah dalam suatu hal. |
B. Tetap |
| 4 |
Tes Verbal (Antonim) |
Lawan kata dari OPTIMAL adalah… A. Maksimal B. Terbaik C. Rendah D. Sempurna
Pembahasan:
Optimal berarti kondisi terbaik atau paling menguntungkan. Dalam pilihan yang tersedia, jawaban yang paling mendekati lawan maknanya adalah rendah. |
C. Rendah |
| 5 | Tes Analogi Kata |
Mata : Melihat = Telinga : … A. Berbicara B. Mendengar C. Menyentuh D. Berjalan
Pembahasan:
Hubungan kata tersebut adalah anggota tubuh dengan fungsi utamanya. Mata digunakan untuk melihat, sedangkan telinga digunakan untuk mendengar. |
B. Mendengar |
| 6 | Tes Logika Pernyataan |
Semua pegawai perusahaan wajib mengikuti pelatihan. Rudi adalah pegawai perusahaan. Kesimpulan yang tepat adalah… A. Rudi tidak mengikuti pelatihan B. Rudi mengikuti pelatihan C. Rudi membuat pelatihan D. Tidak dapat disimpulkan
Pembahasan:
Informasi pertama berlaku untuk seluruh pegawai perusahaan. Karena Rudi termasuk pegawai perusahaan, maka Rudi mengikuti pelatihan. |
B. Rudi mengikuti pelatihan |
| 7 | Tes Pola Angka |
Tentukan angka yang hilang: 2, 6, 12, 20, … A. 24 B. 30 C. 32 D. 36
Pembahasan:
Selisih angka: 2 → 6 (+4) 6 → 12 (+6) 12 → 20 (+8) Pola berikutnya: 20 + 10 = 30 |
B. 30 |
| 8 | Tes Logika Urutan |
Semua mahasiswa mengikuti ujian akhir. Andi adalah mahasiswa. Maka… A. Andi tidak mengikuti ujian B. Andi mengikuti ujian akhir C. Andi membuat soal ujian D. Andi menjadi pengawas ujian
Pembahasan:
Kesimpulan diperoleh dari hubungan antara kategori mahasiswa dan aturan yang berlaku untuk semua mahasiswa. |
B. Andi mengikuti ujian akhir |
| 9 | Tes Analogi Hubungan |
Dokter : Rumah Sakit = Guru : … A. Pasar B. Sekolah C. Kantor D. Rumah
Pembahasan:
Hubungan yang digunakan adalah profesi dengan tempat bekerja. Dokter bekerja di rumah sakit, sedangkan guru bekerja di sekolah. |
B. Sekolah |
| 10 | Tes Penalaran Pola |
Jika: Semua kendaraan memiliki roda. Mobil merupakan kendaraan. Kesimpulan yang benar adalah… A. Semua roda adalah mobil B. Mobil memiliki roda C. Mobil tidak memiliki roda D. Kendaraan hanya mobil
Pembahasan:
Pernyataan pertama berlaku untuk seluruh kendaraan. Karena mobil termasuk kendaraan, maka mobil memiliki roda. |
B. Mobil memiliki roda |
Baca juga: Simulasi Psikotes Kerja Gratis untuk Persiapan Seleksi Karyawan
Jenis Soal Bawah Psikotes yang Menguji Ketelitian
Berbeda dengan soal atas psikotes yang lebih menekankan kemampuan analisis dan pemecahan masalah, soal bawah psikotes lebih berfokus pada kemampuan mempertahankan konsentrasi, kecepatan kerja, ketelitian, dan konsistensi saat mengerjakan tugas berulang. Jenis soal ini sering digunakan untuk melihat bagaimana seseorang bekerja dalam kondisi tekanan waktu.
Berikut contoh soal bawah psikotes yang dapat digunakan sebagai latihan:
| No. | Jenis Soal | Soal dan Pilihan Jawaban | Jawaban |
|---|---|---|---|
| 1 | Tes Ketelitian Angka |
Manakah susunan angka yang berbeda? A. 583921 B. 583921 C. 583291 D. 583921
Pembahasan:
Pilihan C berbeda karena posisi angka 2 dan 9 tertukar dibandingkan susunan lainnya. |
C. 583291 |
| 2 | Tes Ketelitian Simbol |
Pilih pasangan simbol yang berbeda. A. ★ ○ ▲ ■ B. ★ ○ ▲ ■ C. ★ ▲ ○ ■ D. ★ ○ ▲ ■
Pembahasan:
Pada pilihan C, posisi simbol lingkaran dan segitiga berubah sehingga berbeda dari pilihan lainnya. |
C. ★ ▲ ○ ■ |
| 3 |
Tes Kraepelin (Penjumlahan Angka) |
Hitung hasil penjumlahan angka berikut:
7
Jawaban yang harus ditulis:5 A. 10 B. 11 C. 12 D. 13
Pembahasan:
Dalam contoh latihan Kraepelin, peserta menjumlahkan dua angka yang berdekatan. 7 + 5 = 12 |
C. 12 |
| 4 |
Tes Kraepelin (Kecepatan Hitung) |
Hitung:
8
A. 126 B. 13 C. 14 D. 15
Pembahasan:
8 + 6 = 14. Pada tes sebenarnya, peserta harus melakukan perhitungan serupa secara terus-menerus dalam waktu tertentu. |
C. 14 |
| 5 |
Tes Mencari Perbedaan Huruf |
Manakah kelompok huruf yang berbeda? A. ABCDEFG B. ABCDEFG C. ABCEDFG D. ABCDEFG
Pembahasan:
Pilihan C berbeda karena posisi huruf D dan E tertukar. |
C. ABCEDFG |
| 6 | Tes Pencocokan Angka |
Cari pasangan yang tidak sama. A. 728451 – 728451 B. 936572 – 936572 C. 845219 – 845291 D. 417836 – 417836
Pembahasan:
Pada pilihan C terdapat perubahan posisi angka 1 dan 9, sehingga pasangan tersebut tidak identik. |
C. 845219 – 845291 |
| 7 | Tes Konsentrasi Pola |
Manakah urutan yang berbeda? A. 2-4-6-8-10 B. 2-4-6-8-10 C. 2-4-8-6-10 D. 2-4-6-8-10
Pembahasan:
Pola angka lainnya meningkat secara berurutan, sedangkan pilihan C memiliki perubahan posisi angka. |
C. 2-4-8-6-10 |
| 8 | Tes Ketelitian Kata |
Manakah kata yang berbeda? A. KONSENTRASI B. KONSENTRASI C. KONSENTARSI D. KONSENTRASI
Pembahasan:
Pilihan C memiliki perubahan posisi huruf sehingga tidak sama dengan kata lainnya. |
C. KONSENTARSI |
| 9 | Tes Simbol dan Angka |
Manakah pasangan yang berbeda? A. △○□ 123 B. △○□ 123 C. △□○ 123 D. △○□ 123
Pembahasan:
Susunan simbol pada pilihan C berbeda karena posisi kotak dan lingkaran berubah. |
C. △□○ 123 |
| 10 |
Tes Ketelitian Kombinasi Angka |
Temukan angka yang berbeda. A. 456789 B. 456789 C. 456798 D. 456789
Pembahasan:
Pilihan C berbeda karena angka 8 dan 9 mengalami pertukaran posisi. |
C. 456798 |
Cara Menghadapi Atas Bawah Psikotes

Menghadapi psikotes membutuhkan metode latihan yang berbeda untuk setiap jenis soal. Pada soal atas, peserta perlu meningkatkan kemampuan analisis dengan memperbanyak latihan numerik, logika, dan verbal. Hal terpenting bukan hanya mengetahui jawaban, tetapi memahami pola penyelesaian soal.
Sementara itu, untuk soal bawah psikotes, latihan harus lebih berfokus pada kecepatan dan ketelitian. Membiasakan diri mengerjakan soal menggunakan batas waktu dapat membantu meningkatkan kemampuan bekerja dalam tekanan.
Selain latihan soal, peserta juga perlu menjaga kondisi fisik dan mental sebelum mengikuti tes. Konsentrasi yang baik akan membantu mengurangi kesalahan ketika menghadapi soal dengan jumlah banyak.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Psikotes
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan peserta adalah hanya menghafal contoh soal tanpa memahami pola dasarnya. Psikotes memiliki banyak variasi sehingga kemampuan memahami konsep jauh lebih penting dibandingkan mengingat jawaban.
Kesalahan lainnya adalah tidak terbiasa mengerjakan soal dengan batas waktu. Banyak peserta sebenarnya mampu menjawab soal, tetapi tidak dapat menyelesaikan seluruh bagian karena kurang latihan kecepatan.
Selain itu, terlalu lama mengerjakan satu soal sulit juga dapat mengurangi kesempatan menjawab soal lainnya. Dalam psikotes, manajemen waktu menjadi salah satu kemampuan penting yang perlu dilatih.
Baca juga: Kumpulan Soal Psikotes Kerja Latihan Numerik, Verbal, Logika, dan Kepribadian
Mini FAQ
Apakah atas bawah psikotes merupakan tes resmi?
Apakah semua perusahaan menggunakan konsep atas bawah psikotes?
Mana yang lebih sulit antara soal atas dan bawah psikotes?
Bagaimana cara latihan atas bawah psikotes?
Kesimpulan
Atas bawah psikotes menggambarkan dua kemampuan utama yang sering diuji dalam proses seleksi kerja, yaitu kemampuan berpikir analitis serta kemampuan bekerja cepat dan teliti. Soal atas biasanya berkaitan dengan logika, numerik, dan penalaran, sedangkan soal bawah lebih menilai konsentrasi, kecepatan, dan kestabilan kerja.
Agar lebih siap menghadapi psikotes, peserta perlu melakukan latihan secara rutin dengan memahami pola soal, membiasakan diri mengerjakan tes dengan batas waktu, serta mengevaluasi kesalahan yang dilakukan. Dengan persiapan yang tepat, peserta dapat menghadapi berbagai jenis psikotes dengan lebih percaya diri.


