Tes logika aritmatika menjadi salah satu bentuk soal yang dapat muncul dalam psikotes atau asesmen kemampuan kognitif saat seleksi kerja. Bentuknya dapat berupa operasi hitung, pola angka, persentase, perbandingan, hingga soal numerik yang membutuhkan penalaran.
Dalam asesmen kerja, kemampuan numerik digunakan untuk melihat kemampuan seseorang memahami data angka dan menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan matematika. U.S. Office of Personnel Management (OPM), misalnya, memasukkan perhitungan aritmatika, penyelesaian masalah matematika, dan deret angka sebagai contoh kemampuan yang dapat diukur dalam tes kemampuan kognitif.
Bentuk Tes Logika Aritmatika yang Sering Digunakan

Tidak ada satu format tes logika aritmatika yang berlaku untuk seluruh perusahaan. Bentuk asesmen dapat disesuaikan dengan posisi dan kebutuhan pekerjaan. SHL, salah satu penyedia asesmen kerja, misalnya, menggunakan numerical reasoning untuk mengukur kemampuan mengambil keputusan atau membuat kesimpulan berdasarkan data numerik dan statistik. SHL Online
Beberapa bentuk yang umum dijumpai antara lain:
- Operasi hitung dasar, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
- Deret angka, yaitu menentukan angka berikutnya berdasarkan pola tertentu.
- Persentase, seperti menghitung kenaikan, penurunan, atau bagian dari suatu nilai.
- Perbandingan, misalnya menentukan nilai berdasarkan rasio tertentu.
- Soal cerita numerik, yaitu mengubah informasi dalam sebuah situasi menjadi perhitungan.
- Interpretasi data, seperti membaca angka dalam tabel atau grafik.
Pada asesmen numerik SHL, kemampuan yang diukur dapat mencakup persentase, pecahan, desimal, proporsi, operasi hitung dasar, serta interpretasi informasi dari grafik dan tabel.
Baca juga: Cara Menyiapkan Diri Menjelang Waktu Pengumuman Psikotes
Kemampuan yang Dinilai dari Tes Logika Aritmatika
Tes ini bukan sekadar melihat kemampuan melakukan perhitungan. Dalam asesmen kemampuan kognitif, aspek numerik dapat berkaitan dengan kemampuan menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah dan mengambil kesimpulan.
OPM menjelaskan bahwa tes kemampuan kognitif dapat mengukur kemampuan matematika dan pemecahan masalah yang berkaitan dengan pekerjaan. Jenis itemnya dapat mencakup perhitungan aritmatika dan penyelesaian deret angka. U.S. Office of Personnel Management
Sementara itu, SHL menjelaskan bahwa numerical reasoning menilai kemampuan membuat keputusan atau inferensi berdasarkan data numerik maupun statistik. Dalam konteks pekerjaan, peserta dapat diminta memahami data dan menggunakannya untuk menentukan jawaban yang tepat. SHL Online
Karena itu, beberapa kemampuan yang dapat terlihat melalui tes numerik meliputi:
- Ketelitian dalam melakukan perhitungan
- Kemampuan mengenali hubungan antarangka
- Kemampuan memahami informasi numerik
- Kemampuan menggunakan operasi matematika yang sesuai
- Kemampuan menarik kesimpulan berdasarkan data
Jenis dan tingkat kesulitan tetap bergantung pada asesmen yang digunakan perusahaan. Tidak semua seleksi kerja memakai bentuk soal yang sama.
Baca juga: Cara Meningkatkan Peluang Lolos dengan Latihan Psikotes Kerja
Contoh Soal Tes Logika Aritmatika dan Pembahasannya
20 soal latihan numerik untuk mengenali pola, menghitung cepat, dan melatih ketelitian
Soal:
A. 72
B. 84
C. 96
D. 108
Setiap angka dikalikan 2.
6 × 2 = 12
12 × 2 = 24
24 × 2 = 48
48 × 2 = 96
Soal:
A. 20
B. 25
C. 27
D. 28
Pola deret berkurang 5 pada setiap tahap.
45 − 5 = 40
40 − 5 = 35
35 − 5 = 30
30 − 5 = 25
Soal:
A. 40
B. 41
C. 43
D. 45
Selisih antarangka bertambah 2.
3 + 4 = 7
7 + 6 = 13
13 + 8 = 21
21 + 10 = 31
31 + 12 = 43
Soal:
A. Rp160.000
B. Rp170.000
C. Rp175.000
D. Rp180.000
15% × Rp200.000 = Rp30.000.
Rp200.000 − Rp30.000 = Rp170.000.
Soal:
A. 25
B. 30
C. 35
D. 40
2 bagian = 20 orang, sehingga 1 bagian = 10 orang.
Bagian B memiliki 3 bagian.
3 × 10 = 30 orang.
Soal:
A. 36
B. 40
C. 42
D. 48
Kecepatan kerja = 24 ÷ 4 = 6 laporan per jam.
Dalam 7 jam = 6 × 7 = 42 laporan.
Soal:
A. 5
B. 7,5
C. 10
D. 12,5
Setiap angka dibagi 2.
120 ÷ 2 = 60
60 ÷ 2 = 30
30 ÷ 2 = 15
15 ÷ 2 = 7,5
Soal:
A. 40
B. 42
C. 44
D. 46
Perkalian dan pembagian dikerjakan terlebih dahulu.
8 × 6 = 48
12 ÷ 3 = 4
48 − 4 = 44.
Soal:
A. 60
B. 70
C. 80
D. 90
Setiap angka dikalikan 2. 40 × 2 = 80.
Soal:
A. 50
B. 55
C. 60
D. 65
Polanya berkurang 10. 70 − 10 = 60.
Soal:
A. 35
B. 36
C. 37
D. 38
Selisihnya +3, +5, +7, +9, sehingga berikutnya +11.
26 + 11 = 37.
Soal:
A. 48
B. 56
C. 64
D. 72
Setiap angka dikalikan 2. 32 × 2 = 64.
Soal:
A. Rp110.000
B. Rp120.000
C. Rp125.000
D. Rp130.000
Diskon = 20% × Rp150.000 = Rp30.000.
Rp150.000 − Rp30.000 = Rp120.000.
Soal:
A. 30
B. 36
C. 40
D. 45
3 bagian = 24, sehingga 1 bagian = 8.
B = 5 × 8 = 40.
Soal:
A. 120
B. 128
C. 130
D. 140
80 ÷ 5 = 16 barang per jam.
16 × 8 = 128 barang.
Soal:
A. 10
B. 12,5
C. 15
D. 20
Setiap angka dibagi 2.
25 ÷ 2 = 12,5.
Soal:
A. 20
B. 24
C. 26
D. 34
Perkalian dikerjakan terlebih dahulu.
5 × 4 = 20.
10 + 20 − 6 = 24.
Soal:
A. 60
B. 62
C. 64
D. 66
Selisihnya +7, +9, +11, +13, sehingga berikutnya +15.
47 + 15 = 62.
Soal:
A. Rp90.000
B. Rp95.000
C. Rp105.000
D. Rp110.000
Harga 1 buku = Rp45.000 ÷ 3 = Rp15.000.
Harga 7 buku = 7 × Rp15.000 = Rp105.000.
Soal:
A. 49
B. 50
C. 51
D. 52
Kerjakan perkalian dan pembagian terlebih dahulu.
9 × 5 = 45
18 ÷ 3 = 6
45 + 6 = 51.
Latihan logika aritmatika dapat membantu membiasakan diri mengenali pola angka, menghitung dengan cepat, serta menjaga ketelitian saat mengerjakan psikotes kerja. Sebaiknya kerjakan soal terlebih dahulu tanpa melihat pembahasan, kemudian periksa jawaban dan pahami pola perhitungannya.
Baca juga: Kisi-Kisi Soal Psikotes Astra Group Beserta Strategi Mengerjakannya
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mengerjakan Tes

Soal numerik dalam seleksi kerja dapat diberikan dalam kondisi terbatas waktu. SHL menyediakan asesmen numerik dengan format pilihan ganda dan pada beberapa produknya menggunakan sistem adaptif. Sementara itu, bentuk dan durasi tes dapat berbeda berdasarkan produk asesmen yang digunakan. SHL Service
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Baca informasi angka secara teliti sebelum menghitung.
- Tentukan pola terlebih dahulu pada soal deret angka.
- Perhatikan tanda operasi seperti +, −, ×, dan ÷.
- Pada soal persentase, ubah persentase menjadi bentuk pecahan atau desimal bila lebih mudah dihitung.
- Perhatikan satuan seperti rupiah, kilogram, kilometer, jam, atau persen.
- Jangan langsung memilih jawaban hanya karena angkanya terlihat paling dekat.
- Jika soal menggunakan tabel atau grafik, pastikan data yang digunakan sesuai dengan pertanyaan.
- Periksa kembali hasil hitungan jika waktu masih tersedia.
Untuk asesmen numerik yang berkaitan dengan pekerjaan, kemampuan memahami data sama pentingnya dengan melakukan perhitungan. SHL menyebut numerical reasoning menekankan kemampuan memahami dan mengevaluasi informasi numerik untuk menghasilkan keputusan atau kesimpulan yang tepat.
Mini FAQ
Tes logika aritmatika menguji kemampuan apa?
Tes logika aritmatika dapat mengukur kemampuan numerik, seperti melakukan perhitungan, memahami hubungan antarangka, mengenali pola, dan menyelesaikan persoalan berdasarkan informasi angka.
Apakah semua perusahaan menggunakan soal tes logika aritmatika yang sama?
Tidak. Bentuk, jumlah soal, tingkat kesulitan, dan waktu pengerjaan dapat berbeda sesuai asesmen yang digunakan serta kebutuhan posisi.
Apa saja contoh soal tes logika aritmatika?
Contohnya dapat berupa operasi hitung, deret angka, persentase, perbandingan, soal cerita numerik, serta interpretasi data dalam tabel atau grafik.
Apakah contoh soal dalam artikel ini merupakan soal resmi perusahaan?
Tidak. Contoh soal dalam artikel ini bersifat ilustratif dan dibuat untuk menjelaskan bentuk soal. Contoh tersebut bukan soal resmi dari perusahaan, SHL, OPM, atau lembaga psikotes tertentu.
Apakah tes logika aritmatika selalu digunakan dalam seleksi kerja?
Tidak selalu. Penggunaan tes numerik bergantung pada perusahaan, posisi, dan sistem asesmen yang digunakan dalam proses seleksi.
Ringkasan
Tes logika aritmatika dapat digunakan untuk menilai kemampuan numerik dan penalaran dalam berbagai proses asesmen kerja. Bentuk soalnya dapat mencakup operasi hitung, deret angka, persentase, perbandingan, soal cerita, serta interpretasi data.
Tidak ada satu format yang berlaku untuk seluruh perusahaan. Asesmen numerik seperti yang dikembangkan SHL dapat mengukur kemampuan memahami data numerik dan membuat keputusan berdasarkan informasi tersebut. SHL Online
Seluruh contoh soal dalam artikel ini bersifat ilustratif, sehingga tidak dapat dianggap sebagai soal resmi perusahaan tertentu.
Sumber Referensi
- U.S. Office of Personnel Management — Cognitive Ability Tests — informasi mengenai kemampuan matematika, perhitungan aritmatika, deret angka, dan pemecahan masalah dalam asesmen kognitif. OPM Cognitive Ability Tests
- U.S. Office of Personnel Management — Occupational Math Assessment — kompetensi arithmetic/mathematical reasoning dan contoh kemampuan yang diukur. OPM Occupational Math Assessment
- SHL — Verify Numerical Ability — kemampuan numerik, operasi hitung, persentase, proporsi, dan interpretasi data. SHL Verify Numerical Ability
- SHL — Verify Interactive Numerical Reasoning — pengukuran kemampuan mengambil keputusan atau kesimpulan berdasarkan data numerik dan statistik. SHL Verify Interactive Numerical Reasoning
- Indeed — Pre-Employment Math Testing — gambaran penggunaan tes matematika dalam proses rekrutmen. Indeed Pre-Employment Math Testing


