Psikotes matematika menjadi salah satu tes yang membutuhkan ketelitian dan waktu pengerjaan. Tantangannya tidak hanya menghitung, tetapi juga memahami pola angka dan memilih operasi yang tepat dalam waktu terbatas.
Mempelajari contoh soal psikotes kerja matematika dapat membantu terbiasa dengan berbagai bentuk soal, seperti deret angka, perbandingan, persentase, aritmatika, dan soal cerita. Latihan sebaiknya berfokus pada memahami pola dan langkah penyelesaian, bukan menghafalkan jawaban.
Baca juga: Soal Psikotes Verbal dan Sinonim Antonim untuk Seleksi Kerja Beserta Tips Menjawabnya
Mengenal Psikotes Matematika dalam Seleksi Kerja

Psikotes matematika merupakan istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan tes kemampuan numerik dalam proses rekrutmen. Bentuknya dapat berupa perhitungan sederhana, hubungan angka, deret, persentase, perbandingan, maupun persoalan numerik yang membutuhkan penalaran.
Jenis tes yang diberikan tidak selalu sama pada setiap perusahaan. Posisi yang banyak berhubungan dengan angka, data, keuangan, maupun analisis dapat memiliki penilaian numerik yang berbeda dengan pekerjaan lainnya.
BikinCV menjelaskan bahwa psikotes aritmatika membutuhkan konsentrasi dan fokus, terutama untuk pekerjaan yang banyak berkaitan dengan angka seperti staf keuangan, data analyst, maupun bidang teknis tertentu.
Oleh sebab itu, kemampuan yang perlu dikembangkan bukan sekadar berhitung cepat. Kamu juga perlu membiasakan diri memahami informasi, menemukan hubungan angka, serta menentukan metode perhitungan yang paling efisien.
Jenis Soal Psikotes Kerja Matematika
Sebelum masuk ke latihan, kenali beberapa bentuk soal yang sering digunakan dalam latihan psikotes numerik.
Deret Angka
Peserta diminta menentukan angka berikutnya berdasarkan pola tertentu.
Pola dapat berupa:
- penjumlahan;
- pengurangan;
- perkalian;
- pembagian;
- perubahan selisih;
- dua pola bergantian;
- kombinasi beberapa operasi.
BikinCV juga memberikan latihan deret angka yang menggunakan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, maupun pembagian.
Perbandingan
Soal perbandingan menguji kemampuan menentukan hubungan antara dua atau lebih nilai.
Materinya dapat berupa:
- rasio;
- harga barang;
- jumlah pekerja;
- jarak;
- waktu;
- skala.
Persentase
Persentase sering muncul dalam soal yang berkaitan dengan kenaikan, penurunan, keuntungan, diskon, atau perubahan nilai.
Karena itu, kemampuan menghitung 10%, 20%, 25%, dan 50% dengan cepat dapat membantu menghemat waktu.
Aritmatika
Jenis ini menggunakan operasi dasar seperti:
- penjumlahan;
- pengurangan;
- perkalian;
- pembagian;
- pecahan.
Soalnya dapat disajikan secara langsung maupun dalam bentuk cerita.
Logika Numerik
Pada soal ini, angka digunakan sebagai bagian dari proses penalaran.
Peserta perlu mencari hubungan antarangka, bukan hanya melakukan operasi hitung.
Contoh Soal Psikotes Kerja Matematika dan Pembahasan
Berikut beberapa latihan untuk mengenali berbagai tipe soal numerik. Contoh ini merupakan latihan mandiri, bukan soal dari perusahaan tertentu.
Contoh Soal 1: Deret Angka Dasar
Perhatikan deret berikut:
2, 4, 8, 16, …
Bilangan berikutnya adalah:
A. 20
B. 24
C. 32
D. 36
Jawaban: C. 32
Setiap angka dikalikan 2. Maka 16 × 2 = 32.
Contoh Soal 2: Deret dengan Perubahan Selisih
Perhatikan deret:
3, 6, 11, 18, 27, …
Bilangan berikutnya adalah:
A. 35
B. 36
C. 38
D. 40
Jawaban: C. 38
Selisihnya adalah 3, 5, 7, dan 9. Selisih berikutnya 11, sehingga 27 + 11 = 38.
Contoh Soal 3: Perbandingan Harga
Harga 5 buku adalah Rp100.000. Berapa harga 8 buku jika harga setiap buku sama?
A. Rp120.000
B. Rp140.000
C. Rp160.000
D. Rp180.000
Jawaban: C. Rp160.000
Harga satu buku adalah Rp100.000 ÷ 5 = Rp20.000. Jadi, Rp20.000 × 8 = Rp160.000.
Contoh Soal 4: Persentase
Sebuah barang memiliki harga Rp400.000 dan mendapat diskon 20%. Berapa harga setelah diskon?
A. Rp280.000
B. Rp300.000
C. Rp320.000
D. Rp350.000
Jawaban: C. Rp320.000
Diskon 20% dari Rp400.000 adalah Rp80.000. Jadi, Rp400.000 − Rp80.000 = Rp320.000.
Contoh Soal 5: Pecahan dan Persentase
Berapa nilai 25% dari 240?
A. 40
B. 50
C. 60
D. 80
Jawaban: C. 60
25% sama dengan ¼. Jadi, 240 ÷ 4 = 60.
Contoh Soal 6: Soal Cerita
Seorang karyawan dapat menyelesaikan 12 dokumen dalam 3 jam. Jika kecepatannya tetap sama, berapa dokumen yang dapat diselesaikan dalam 5 jam?
A. 18
B. 20
C. 22
D. 24
Jawaban: B. 20
Dalam satu jam dapat diselesaikan 12 ÷ 3 = 4 dokumen. Dalam 5 jam, 4 × 5 = 20 dokumen.
Contoh Soal 7: Logika Numerik
Perhatikan pola berikut:
5, 10, 20, 40, …
Bilangan berikutnya adalah:
A. 50
B. 60
C. 70
D. 80
Jawaban: D. 80
Setiap bilangan dikalikan 2. Jadi, 40 × 2 = 80.
Contoh Soal 8: Pola Bergantian
Perhatikan deret:
2, 5, 4, 7, 6, 9, …
Bilangan berikutnya adalah:
A. 7
B. 8
C. 10
D. 11
Jawaban: B. 8
Posisi ganjil membentuk 2, 4, 6, sedangkan posisi genap membentuk 5, 7, 9. Karena berikutnya posisi ganjil, jawabannya adalah 8.
Contoh Soal 9: Operasi Aritmatika
Hitung hasil dari:
48 ÷ 6 + 7 × 2 = …
A. 18
B. 20
C. 22
D. 24
Jawaban: C. 22
Kerjakan perkalian dan pembagian terlebih dahulu. 48 ÷ 6 = 8 dan 7 × 2 = 14. Kemudian 8 + 14 = 22.
Contoh Soal 10: Rata-Rata
Nilai seorang peserta dalam tiga tes adalah 70, 80, dan 90. Berapa nilai rata-ratanya?
A. 75
B. 80
C. 85
D. 90
Jawaban: B. 80
Jumlah seluruh nilai adalah 70 + 80 + 90 = 240. Kemudian 240 ÷ 3 = 80.
Contoh Soal 11: Deret Angka
Perhatikan deret berikut:
4, 7, 10, 13, …
Bilangan berikutnya adalah:
A. 15
B. 16
C. 17
D. 18
Jawaban: B. 16
Setiap angka bertambah 3. Jadi, 13 + 3 = 16.
Contoh Soal 12: Perbandingan
Perbandingan jumlah karyawan pria dan wanita adalah 2 : 3. Jika jumlah seluruh karyawan 25 orang, berapa jumlah karyawan wanita?
A. 10 orang
B. 12 orang
C. 15 orang
D. 18 orang
Jawaban: C. 15 orang
Jumlah bagian adalah 2 + 3 = 5. Setiap bagian bernilai 25 ÷ 5 = 5. Jumlah karyawan wanita adalah 3 × 5 = 15 orang.
Contoh Soal 13: Persentase Kenaikan
Jumlah produksi meningkat dari 200 unit menjadi 250 unit. Berapa persentase kenaikannya?
A. 15%
B. 20%
C. 25%
D. 30%
Jawaban: C. 25%
Kenaikan produksi adalah 50 unit. Kemudian 50 ÷ 200 × 100% = 25%.
Contoh Soal 14: Operasi Campuran
Hasil dari 120 − 30 ÷ 5 + 8 adalah:
A. 118
B. 120
C. 122
D. 124
Jawaban: C. 122
Kerjakan pembagian terlebih dahulu: 30 ÷ 5 = 6. Selanjutnya 120 − 6 + 8 = 122.
Contoh Soal 15: Logika Numerik
Jika 4 mesin dapat menghasilkan 200 produk dalam satu jam, dengan kecepatan yang sama, berapa produk yang dihasilkan 6 mesin dalam satu jam?
A. 250 produk
B. 280 produk
C. 300 produk
D. 320 produk
Jawaban: C. 300 produk
Satu mesin menghasilkan 200 ÷ 4 = 50 produk per jam. Jadi, 6 mesin menghasilkan 50 × 6 = 300 produk.
Baca juga: Cara Efektif Meningkatkan Peluang Lolos Psikotes Perusahaan Pialang
Cara Mengenali Pola Deret Angka

Deret angka menjadi salah satu bagian yang sering membuat peserta menghabiskan waktu terlalu lama.
Agar lebih cepat, jangan langsung mencoba operasi yang rumit.
Mulailah dengan urutan berikut.
Periksa Selisih
Lihat apakah angka bertambah atau berkurang secara tetap.
Contoh:
4, 7, 10, 13, 16
Selisihnya selalu +3.
BikinCV juga menggunakan pola tersebut dalam contoh latihan deret angka.
Periksa Perkalian atau Pembagian
Jika perubahan angkanya cukup besar, periksa kemungkinan perkalian.
Contoh:
3, 6, 12, 24
Polanya adalah ×2.
Pisahkan Posisi Ganjil dan Genap
Beberapa deret sebenarnya memiliki dua pola yang berjalan bersamaan.
Misalnya:
2, 10, 4, 12, 6, 14, …
Posisi ganjil:
2, 4, 6
Posisi genap:
10, 12, 14
Dengan memisahkannya, pola menjadi jauh lebih mudah terlihat.
Periksa Perubahan Selisih
Jika selisih tidak sama, lihat apakah selisih tersebut memiliki pola.
Contoh:
2, 5, 10, 17, 26
Selisih:
3, 5, 7, 9
Dengan demikian, selisih berikutnya adalah 11.
Strategi Mengerjakan Psikotes Matematika
Memahami materi saja belum cukup. Pengaturan waktu juga berpengaruh ketika soal harus dikerjakan dalam durasi terbatas.
Baca Pertanyaan sebelum Menghitung
Jangan langsung melakukan operasi terhadap semua angka yang terlihat.
Cari tahu terlebih dahulu apa yang ditanyakan.
Cara ini dapat mencegah perhitungan yang sebenarnya tidak diperlukan.
Gunakan Metode Paling Sederhana
Jika 25% dapat dihitung sebagai ¼, gunakan pembagian.
Jika 50% berarti setengah, tidak perlu menggunakan rumus persentase panjang.
Semakin sederhana metode yang digunakan, semakin sedikit risiko melakukan kesalahan.
Jangan Terlalu Lama pada Satu Soal
Jika menemukan deret yang sangat kompleks, pertimbangkan untuk berpindah ke soal berikutnya apabila sistem tes memungkinkan.
Setelah soal lain selesai, kamu dapat kembali jika masih tersedia waktu.
Gunakan Teknik Eliminasi
Pada beberapa soal, pilihan jawaban dapat membantu mempersempit kemungkinan.
Misalnya, jika hasil perhitungan pasti berada di atas 100, pilihan jawaban di bawah 100 dapat langsung dieliminasi.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Tes Numerik
Terburu-buru Membaca Angka
Kesalahan sederhana seperti membaca 36 menjadi 63 dapat menyebabkan seluruh proses perhitungan salah.
Oleh karena itu, kecepatan harus tetap disertai ketelitian.
Menggunakan Rumus Terlalu Panjang
Sebagian peserta menggunakan rumus formal untuk soal yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan logika sederhana.
Sebelum mulai menghitung, cari kemungkinan metode yang lebih pendek.
Hanya Menghafalkan Pola Deret
Menghafalkan contoh seperti 2, 4, 8, 16 tidak cukup.
Pada tes sebenarnya, angka dapat berubah tetapi prinsip pola tetap sama.
Karena itu, pahami proses menemukan hubungan angka.
Tidak Mengevaluasi Jawaban Salah
Setelah latihan, jangan hanya menghitung skor.
Catat penyebab kesalahan:
- salah konsep;
- salah hitung;
- tidak menemukan pola;
- terburu-buru;
- terlalu lama mengerjakan.
Dengan demikian, sesi latihan berikutnya dapat diarahkan pada kelemahan yang benar-benar perlu diperbaiki.
Baca juga: Contoh CV Lamaran Kerja untuk Psikotes yang Tingkatkan Peluang!
Cara Latihan agar Lebih Cepat dan Teliti
Mulailah dengan latihan tanpa timer untuk memastikan konsep dasar sudah dipahami.
Setelah itu, gunakan batas waktu secara bertahap.
Sebagai contoh:
Hari pertama fokus pada deret angka.
Hari kedua latihan perbandingan dan persentase.
Hari ketiga mengerjakan aritmatika dan soal cerita.
Hari keempat berlatih logika numerik.
Hari kelima menggabungkan seluruh jenis soal.
Selanjutnya, lakukan simulasi untuk melihat apakah kecepatan dan akurasi sudah meningkat.
Naskah sumber juga menyarankan latihan teratur, memahami pola dibandingkan hanya menghafal jawaban, serta menggunakan batas waktu saat berlatih.
Mini FAQ
Apa saja contoh soal psikotes kerja matematika yang perlu dilatih?
Beberapa jenis yang dapat dipelajari adalah deret angka, perbandingan, persentase, operasi aritmatika, soal cerita, serta logika numerik.
Apakah psikotes matematika selalu menggunakan rumus sulit?
Tidak. Banyak soal justru menggunakan operasi matematika dasar. Tantangan utamanya sering berada pada kemampuan mengenali pola, memahami informasi, dan bekerja dalam batas waktu.
Bagaimana cara cepat menemukan pola deret angka?
Periksa selisih terlebih dahulu. Setelah itu, lihat kemungkinan perkalian, pembagian, perubahan selisih, atau dua pola yang berjalan bergantian.
Apakah harus menggunakan kalkulator saat latihan?
Sebaiknya biasakan melakukan perhitungan sederhana secara manual jika tes yang akan diikuti tidak memperbolehkan kalkulator. Namun, selalu ikuti aturan penyelenggara karena ketentuannya dapat berbeda.
Bagaimana jika kemampuan matematika masih lemah?
Mulailah dari operasi dasar, pecahan, persentase, dan perbandingan. Setelah konsep dasar stabil, lanjutkan ke deret angka serta soal numerik yang lebih kompleks.
Kesimpulan
Mempelajari contoh soal psikotes kerja matematika dapat membantu kandidat terbiasa dengan berbagai bentuk tes numerik, seperti deret angka, perbandingan, persentase, aritmatika, soal cerita, dan penalaran numerik. Latihan sebaiknya tidak hanya mengejar jumlah soal yang selesai, tetapi juga memahami pola, metode perhitungan, dan penyebab kesalahan.
Mulailah dari soal sederhana, kemudian tingkatkan kesulitan dan gunakan timer secara bertahap. Dengan latihan yang konsisten, kemampuan membaca pola, berhitung, dan menjaga ketelitian dapat berkembang sehingga kandidat lebih siap menghadapi psikotes kerja.


