Bukan Cuma Soal Angka dan Logika! Kenali Jenis Jenis Psikotes Kerja 2026

jenis jenis psikotes

Jenis jenis psikotes dalam seleksi kerja dapat berbeda antara satu perusahaan dan perusahaan lainnya. Tes yang digunakan biasanya disesuaikan dengan kompetensi yang ingin dinilai, sehingga peserta tidak selalu menghadapi rangkaian soal yang sama.

Secara umum, asesmen untuk seleksi kerja dapat mengukur kemampuan kognitif, kepribadian, penalaran, pengambilan keputusan, hingga perilaku yang berkaitan dengan pekerjaan. U.S. Office of Personnel Management (OPM) juga membagi berbagai metode asesmen kerja ke dalam beberapa kelompok, termasuk cognitive ability, personality, situational judgment, dan work samples.

Jenis Jenis Psikotes yang Sering Digunakan

Tidak ada daftar tunggal yang wajib digunakan semua perusahaan. Namun, beberapa jenis tes yang umum ditemukan dalam seleksi kerja dapat dikelompokkan berdasarkan kemampuan yang diukur.

Jenis Tes Kemampuan yang Dinilai Contoh Bentuk Soal
Tes Numerik Kemampuan memahami dan mengolah angka Deret angka, hitungan, persentase
Tes Verbal Pemahaman dan penalaran berbasis bahasa Sinonim, antonim, analogi, bacaan
Tes Logika Penalaran dan hubungan antar informasi Silogisme, pola, kesimpulan
Tes Spasial Kemampuan memahami bentuk dan hubungan ruang Rotasi atau susunan gambar
Tes Ketelitian Ketepatan menemukan atau membedakan informasi Pencocokan angka atau simbol
Tes Kepribadian Karakteristik, preferensi, dan gaya perilaku Pernyataan atau kuesioner
Tes Situasional Penilaian terhadap situasi kerja Skenario dan pilihan tindakan
“`
Catatan: jenis dan bentuk psikotes dapat berbeda-beda tergantung perusahaan, posisi yang dilamar, serta sistem seleksi yang digunakan.

OPM menjelaskan bahwa cognitive ability tests dapat mengukur reasoning, perception, memory, kemampuan verbal dan matematika, serta problem solving. Contoh itemnya mencakup perhitungan aritmatika, analogi verbal, pemahaman bacaan, deret angka, dan hubungan spasial. U.S. Office of Personnel Management

Dalam praktik rekrutmen di Indonesia, istilah yang digunakan untuk tes dapat lebih beragam. PsikotesKerja, misalnya, mencantumkan tes numerik, verbal, logika, gambar, ketelitian, dan kepribadian sebagai beberapa kategori yang sering dibahas dalam psikotes kerja. Psikotes Kerja

Baca juga: Contoh Psikotes Kerja dan Jawabannya Numerik, Verbal, Logika, hingga Kepribadian

Tes Kognitif Mencakup Numerik, Verbal, Logika, dan Spasial

Kelompok tes kognitif digunakan untuk melihat kemampuan berpikir dan mengolah informasi. Bentuknya dapat berupa soal angka, bahasa, penalaran, maupun visual.

Tes Numerik

Tes numerik menguji kemampuan menggunakan informasi berbentuk angka. Bentuknya dapat berupa operasi hitung, deret angka, persentase, perbandingan, atau interpretasi data.

Contoh sederhana:

4, 8, 16, 32, …

Jawabannya adalah 64 karena setiap angka dikalikan dua.

SHL juga menyediakan asesmen numerical reasoning yang mengukur kemampuan mengambil keputusan atau membuat kesimpulan berdasarkan data numerik dan statistik. SHL Online

Tes Verbal

Tes verbal berkaitan dengan kemampuan memahami dan menalar menggunakan informasi berbentuk bahasa. Bentuknya dapat berupa sinonim, antonim, analogi, pemahaman bacaan, atau kesimpulan dari suatu pernyataan.

Dalam asesmen verbal reasoning SHL, peserta dinilai berdasarkan kemampuan mengevaluasi logika suatu argumen tertulis dan menentukan dukungan terhadap kesimpulan yang dibuat dari informasi tersebut.

Tes Logika dan Penalaran

Tes logika menilai kemampuan menghubungkan informasi dan menarik kesimpulan secara tepat. Bentuknya dapat berupa pola angka, hubungan antarpernyataan, silogisme, atau penalaran deduktif.

OPM memasukkan reasoning, problem solving, number series completion, dan beberapa bentuk penalaran lainnya sebagai bagian dari cognitive ability tests. U.S. Office of Personnel Management

Tes Spasial

Tes spasial berkaitan dengan kemampuan memahami hubungan bentuk dalam ruang. Peserta dapat diminta mengenali perubahan posisi, rotasi, susunan, atau hubungan antarobjek.

Kemampuan spatial relations juga disebut OPM sebagai salah satu contoh kemampuan spesifik yang dapat diukur melalui cognitive ability tests.

Baca juga: Soal Psikotes Kerja Terdiri dari Apa Saja? Kenali Jenis Tes dan Contohnya

Tes Kepribadian dan Perilaku Kerja

Berbeda dengan tes numerik atau logika yang memiliki jawaban benar dan salah secara objektif, tes kepribadian biasanya menggunakan pernyataan atau kuesioner untuk mendapatkan gambaran mengenai karakteristik dan kecenderungan perilaku seseorang.

OPM menjelaskan bahwa personality tests dapat menggali motivasi, preferensi, minat, karakter emosional, serta gaya seseorang dalam berinteraksi dengan orang dan situasi. Bentuknya dapat berupa kuesioner self-report maupun metode penilaian lainnya. U.S. Office of Personnel Management

Beberapa karakteristik yang sering menjadi perhatian dalam pengukuran kepribadian kerja antara lain:

  • Conscientiousness, berkaitan dengan kecenderungan bekerja secara teratur dan bertanggung jawab
  • Emotional stability, berkaitan dengan kestabilan emosi
  • Agreeableness, berkaitan dengan kecenderungan bekerja sama dengan orang lain
  • Extraversion, berkaitan dengan kecenderungan berinteraksi dan bersosialisasi
  • Openness to experience, berkaitan dengan keterbukaan terhadap pengalaman dan gagasan baru

Kelima kelompok tersebut dikenal sebagai Big Five atau Five-Factor Model. OPM mencatat bahwa karakteristik yang relevan dapat berbeda sesuai jenis pekerjaan yang dinilai.

Dalam praktik seleksi, bentuk tes kepribadian juga dapat menggunakan instrumen khusus untuk konteks pekerjaan. SHL, misalnya, memiliki Occupational Personality Questionnaire (OPQ) yang dirancang untuk memberikan gambaran mengenai gaya perilaku di tempat kerja. SHL Online

Tes Situasional dan Asesmen yang Berkaitan dengan Pekerjaan

Selain soal angka, bahasa, dan kepribadian, proses seleksi juga dapat menggunakan situational judgment test (SJT). Peserta diberikan gambaran mengenai masalah atau situasi yang berkaitan dengan pekerjaan, kemudian diminta menentukan respons yang paling sesuai.

Menurut OPM, SJT dapat mengukur kemampuan seperti pengelolaan konflik, keterampilan interpersonal, pemecahan masalah, negosiasi, kerja sama tim, dan kesadaran terhadap lingkungan kerja. U.S. Office of Personnel Management

Contoh sederhana:

Kamu mengetahui rekan satu tim mengalami kesulitan menyelesaikan tugas yang harus dikumpulkan hari itu. Tindakan yang paling tepat adalah…

Pilihan jawaban dapat menggambarkan beberapa tindakan berbeda, kemudian peserta memilih respons yang paling sesuai dengan situasi.

Selain SJT, terdapat pula work sample atau simulasi pekerjaan. Dalam metode ini, peserta diminta melakukan tugas yang menyerupai pekerjaan sebenarnya. OPM menjelaskan bahwa work sample mengharuskan pelamar mengerjakan tugas atau aktivitas yang mencerminkan pekerjaan yang akan dilakukan.

Hal penting lainnya adalah tidak semua perusahaan menggunakan seluruh jenis tes tersebut. Pemilihan asesmen seharusnya berkaitan dengan kompetensi dan tuntutan pekerjaan yang ingin dinilai.

Baca juga: Belajar Psikotes dari Nol Jenis Soal, Contoh, dan Cara Memahami Pola Tes Kerja

Mini FAQ

Apa saja jenis jenis psikotes yang sering digunakan dalam seleksi kerja?

Jenis yang sering ditemukan mencakup tes numerik, verbal, logika atau penalaran, spasial, ketelitian, kepribadian, dan tes situasional. Bentuk yang digunakan dapat berbeda sesuai perusahaan dan posisi.

Apakah semua perusahaan menggunakan jenis psikotes yang sama?

Tidak. Perusahaan dapat memilih jenis asesmen berdasarkan kompetensi dan kebutuhan posisi yang sedang direkrut.

Tes numerik termasuk jenis psikotes apa?

Tes numerik termasuk kelompok tes kemampuan kognitif. Soalnya dapat mengukur kemampuan mengolah angka, menghitung, mengenali pola, atau memahami data numerik.

Jenis psikotes apa yang mengukur kepribadian?

Tes kepribadian digunakan untuk memperoleh informasi mengenai karakteristik, preferensi, motivasi, dan gaya perilaku seseorang dalam konteks tertentu.

Apakah psikotes kerja hanya terdiri dari soal pilihan ganda?

Tidak. Bentuk asesmen dapat berupa pilihan ganda, kuesioner, skenario situasional, tugas pekerjaan, maupun metode lain sesuai alat ukur yang digunakan.

Ringkasan

Jenis jenis psikotes dalam seleksi kerja sangat beragam. Kelompok yang umum dibahas meliputi tes numerik, verbal, logika, spasial, ketelitian, kepribadian, dan situasional. Dalam kerangka asesmen kerja yang lebih luas, OPM juga mengenali cognitive ability, personality tests, situational judgment tests, serta work samples sebagai metode yang dapat digunakan untuk menilai kandidat. U.S. Office of Personnel Management

Tidak ada satu paket psikotes yang berlaku untuk semua perusahaan. Jenis tes dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kompetensi yang dibutuhkan pada posisi tertentu. Karena itu, nama dan bentuk soal yang diterima setiap peserta dapat berbeda.

Sumber Referensi

  • U.S. Office of Personnel Management — Cognitive Ability Tests — referensi kemampuan verbal, numerik, penalaran, problem solving, deret angka, dan spasial. U.S. Office of Personnel Management
  • U.S. Office of Personnel Management — Personality Tests — referensi mengenai pengukuran kepribadian dalam konteks pekerjaan. U.S. Office of Personnel Management
  • U.S. Office of Personnel Management — Situational Judgment Tests — referensi mengenai asesmen berbasis situasi kerja. U.S. Office of Personnel Management
  • U.S. Office of Personnel Management — Work Samples and Simulations — referensi mengenai simulasi tugas pekerjaan. U.S. Office of Personnel Management
  • SHL — Verify Numerical and Verbal Reasoning — referensi mengenai asesmen penalaran numerik dan verbal. SHL Online
  • SHL — Occupational Personality Questionnaire — referensi mengenai pengukuran gaya perilaku di tempat kerja. SHL Online
Bagikan :

Artikel Terbaru Lainnya :

PsikotesKerja adalah bimbel online untuk latihan psikotes masuk kerja yang membantu kamu mempersiapkan diri menghadapi tes seleksi perusahaan dengan lebih percaya diri.

@ 2026. Copyright by Psikoteskerja.id | All rights reserved PT Cerebrum Edukanesia Nusantara​