Dalam proses rekrutmen, perusahaan tidak hanya menilai kemampuan berhitung, logika, atau pengetahuan teknis, tetapi juga dapat menggunakan jenis psikotes kepribadian untuk melihat sikap, preferensi, motivasi, cara berinteraksi, dan kecenderungan perilaku kandidat di lingkungan kerja.
Bentuk psikotes kepribadian cukup beragam, mulai dari memilih pernyataan yang sesuai, melengkapi kalimat, menginterpretasikan gambar, hingga menjawab pertanyaan tentang minat pekerjaan. Beberapa asesmen yang dikenal dalam konteks rekrutmen antara lain EPPS, MBTI, Big Five, Rorschach, RIASEC, dan RMIB, dengan tujuan pengukuran yang berbeda-beda.
Jenis Psikotes Kepribadian

Tes kepribadian merupakan alat asesmen yang digunakan untuk melihat berbagai aspek diri seseorang, seperti sikap, nilai, emosi, preferensi, dan kecenderungan perilaku. Dalam konteks kerja, informasi tersebut dapat membantu perusahaan memahami bagaimana seorang kandidat kemungkinan berinteraksi dengan orang lain, mengambil keputusan, merespons kondisi tertentu, atau menyesuaikan diri dengan lingkungan pekerjaan.
Karena aspek yang ingin diketahui tidak selalu sama, perusahaan dapat menggunakan jenis asesmen yang berbeda. Ada tes yang lebih berfokus pada kecenderungan kepribadian, kebutuhan psikologis, minat karier, cara memproses informasi, hingga respons terhadap stimulus tertentu.
Pada materi sebelumnya, jenis psikotes kepribadian juga dikelompokkan sebagai bagian yang membantu perusahaan memahami karakter, perilaku, dan gaya kerja kandidat.
Baca juga: Cara Memahami Umk Tertinggi Indonesia 2026 dalam Seleksi Kerja
11 Jenis Psikotes Kepribadian yang Digunakan dalam Rekrutmen
Berikut beberapa jenis tes dan asesmen yang dicantumkan Mekari Talenta dalam pembahasan mengenai proses rekrutmen.
WAIS atau Wechsler Adult Intelligence Scale
WAIS digunakan untuk menilai beberapa kemampuan intelektual, seperti kemampuan verbal, memori kerja, kecepatan pemrosesan, dan penalaran perseptual.
Dalam konteks rekrutmen, hasilnya dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan kandidat dalam mempelajari informasi, memecahkan masalah, dan beradaptasi dengan pekerjaan yang kompleks.
Tes Enneagram
Enneagram membagi kecenderungan individu berdasarkan sejumlah tipe kepribadian yang dikaitkan dengan motivasi, ketakutan, serta cara seseorang memandang situasi.
Melalui asesmen ini, perusahaan dapat memperoleh gambaran mengenai hal yang memotivasi seseorang dan kemungkinan responsnya dalam lingkungan kerja atau tim.
EPPS atau Edwards Personal Preference Schedule
EPPS berfokus pada berbagai kebutuhan psikologis dan preferensi seseorang.
Aspek yang dapat dilihat antara lain kebutuhan terhadap penghargaan, penerimaan, kebebasan, maupun kecenderungan tertentu dalam berhubungan dengan orang lain. Hasilnya dapat digunakan untuk memahami apakah preferensi pribadi kandidat sesuai dengan karakter pekerjaan tertentu.
MBTI atau Myers-Briggs Type Indicator
MBTI merupakan salah satu tes kepribadian yang cukup dikenal. Model ini menggunakan empat pasangan kecenderungan utama:
- Extraversion dan Introversion;
- Sensing dan Intuition;
- Thinking dan Feeling;
- Judging dan Perceiving.
Kombinasi dimensi tersebut digunakan untuk memberikan gambaran mengenai kecenderungan seseorang dalam menerima informasi, membuat keputusan, bekerja, dan berinteraksi.
SSCT atau Sack’s Sentence Completion Test
SSCT memiliki bentuk yang berbeda dibanding tes pilihan ganda. Peserta diberikan sejumlah kalimat yang belum selesai kemudian diminta melanjutkannya.
Respons tersebut dapat digunakan sebagai bagian dari asesmen untuk melihat pemikiran, perasaan, sikap, motivasi, maupun konflik tertentu yang mungkin tidak terlihat melalui pertanyaan langsung.
Big Five Personality Test
Big Five menilai kepribadian melalui lima dimensi utama:
- Openness atau keterbukaan terhadap pengalaman;
- Conscientiousness atau ketelitian dan keteraturan;
- Extraversion atau kecenderungan berinteraksi secara sosial;
- Agreeableness atau keramahan dan kecenderungan bekerja sama;
- Neuroticism yang berkaitan dengan kestabilan emosional.
Model tersebut dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana seseorang kemungkinan berfungsi dalam lingkungan kerja tertentu.
Rorschach Inkblot Test
Rorschach menggunakan gambar berupa bercak tinta yang kemudian diinterpretasikan oleh peserta.
Respons peserta terhadap stimulus tersebut selanjutnya dianalisis untuk memperoleh informasi mengenai cara berpikir, perasaan, dan respons emosional seseorang.
Tes Kepribadian Gambar
Pada tes gambar, kandidat dapat diminta menggambar atau memberikan respons terhadap objek visual tertentu.
Tes semacam ini digunakan untuk membantu memperoleh informasi mengenai aspek psikologis yang mungkin tidak muncul melalui tes verbal atau kuesioner langsung.
Contohnya dapat berupa tes menggambar manusia atau pohon, tergantung jenis asesmen dan instruksi yang digunakan oleh penyelenggara.
Tes Empat Tipe Kepribadian
Model ini mengenal empat tipe kepribadian yang sering disebut:
- Sanguinis;
- Koleris;
- Melankolis;
- Phlegmatis.
Pengelompokan tersebut digunakan untuk menggambarkan kecenderungan cara seseorang berinteraksi dan bekerja dengan orang lain.
RIASEC atau Holland Code
RIASEC mengelompokkan kecenderungan seseorang ke dalam enam kategori:
| Kode | Tipe |
|---|---|
| R | Realistic |
| I | Investigative |
| A | Artistic |
| S | Social |
| E | Enterprising |
| C | Conventional |
RIASEC banyak digunakan untuk membantu melihat kesesuaian antara minat dan karakter individu dengan bidang pekerjaan tertentu.
RMIB atau Rothwell-Miller Interest Blank
RMIB lebih berfokus pada minat dan preferensi seseorang terhadap berbagai jenis pekerjaan.
Hasilnya dapat membantu memberikan gambaran mengenai bidang atau aktivitas kerja yang paling menarik bagi peserta sehingga dapat dipertimbangkan dalam penempatan maupun pemilihan pekerjaan.
Perbedaan Fokus Penilaian Setiap Psikotes Kepribadian
Tidak semua jenis psikotes kepribadian mencari informasi yang sama. Inilah alasan satu tes tidak dapat langsung disamakan dengan tes lainnya.
| Jenis Tes | Fokus Utama |
|---|---|
| WAIS | Kemampuan intelektual dan pemrosesan informasi |
| Enneagram | Motivasi dan kecenderungan kepribadian |
| EPPS | Kebutuhan dan preferensi psikologis |
| MBTI | Kecenderungan dalam memproses informasi dan mengambil keputusan |
| SSCT | Pikiran, sikap, dan respons melalui penyelesaian kalimat |
| Big Five | Lima dimensi utama kepribadian |
| Rorschach | Respons terhadap stimulus visual |
| Tes Gambar | Respons dan ekspresi melalui gambar |
| Empat Tipe Kepribadian | Pengelompokan kecenderungan karakter |
| RIASEC | Minat dan kecenderungan bidang karier |
| RMIB | Minat terhadap jenis pekerjaan |
Dengan memahami perbedaan tersebut, peserta tidak perlu menganggap bahwa seluruh psikotes bertujuan mencari tipe kepribadian yang sama.
Bentuk Pengerjaan Psikotes Kepribadian

Perbedaan tujuan juga membuat bentuk pengerjaan setiap tes tidak selalu sama.
Beberapa tes menggunakan kuesioner, yaitu peserta diminta memilih pernyataan atau respons yang paling menggambarkan dirinya. MBTI dan Big Five menjadi contoh asesmen yang menggunakan pendekatan terstruktur untuk memetakan kecenderungan tertentu.
Tes lain menggunakan kalimat terbuka, seperti SSCT. Peserta tidak hanya memilih A, B, atau C, tetapi harus melengkapi pernyataan berdasarkan responsnya sendiri.
Ada pula tes yang menggunakan stimulus visual atau gambar, seperti Rorschach dan tes kepribadian gambar. Bentuknya membuat peserta memberikan respons terhadap objek tertentu alih-alih sekadar memilih pernyataan.
Sementara RIASEC dan RMIB lebih berkaitan dengan minat serta preferensi terhadap aktivitas atau bidang pekerjaan. Talenta menjelaskan bahwa RIASEC digunakan untuk membantu menemukan peran berdasarkan minat dan kepribadian, sedangkan RMIB mengevaluasi minat terhadap berbagai pekerjaan.
Mengapa Perusahaan Menggunakan Lebih dari Satu Jenis Tes
Satu hasil psikotes tidak selalu dapat memberikan seluruh informasi yang dibutuhkan dalam proses seleksi. Karena itu, perusahaan dapat mengombinasikan beberapa jenis asesmen sesuai kebutuhan posisi.
Menurut Mekari Talenta, tes kepribadian dapat membantu HR dalam melihat kesesuaian kandidat dengan budaya perusahaan dan kebutuhan posisi tertentu. Penggunaan asesmen juga dapat menjadi bagian dari proses memahami potensi pengembangan maupun cara seseorang bekerja dalam tim.
Sebagai contoh, perusahaan dapat membutuhkan informasi mengenai kemampuan kognitif sekaligus kecenderungan kerja kandidat. Pada situasi lain, fokusnya mungkin lebih banyak pada minat karier, pola interaksi, atau kebutuhan psikologis.
Karena kebutuhan perusahaan berbeda, peserta tidak dapat berasumsi bahwa semua proses rekrutmen akan menggunakan psikotes yang sama.
Apa yang Bisa Diketahui dari Hasil Psikotes Kepribadian
Hasil psikotes kepribadian dapat memberikan informasi yang lebih luas daripada sekadar label “introvert” atau “ekstrovert”.
Bergantung pada alat asesmen yang digunakan, informasi yang diperoleh dapat berkaitan dengan:
- pola komunikasi;
- cara mengambil keputusan;
- kebutuhan psikologis;
- kecenderungan bekerja dalam kelompok;
- minat terhadap bidang pekerjaan;
- cara memproses informasi;
- keteraturan dan ketelitian;
- kecenderungan respons terhadap situasi tertentu.
Materi rujukan sebelumnya juga menekankan bahwa tes kepribadian digunakan untuk membantu melihat karakter, perilaku, dan gaya kerja calon karyawan.
Hasil tersebut sebaiknya dipahami sebagai salah satu bagian dari proses penilaian. Dalam rekrutmen, perusahaan masih dapat mempertimbangkan pengalaman, kompetensi teknis, wawancara, serta hasil tahapan seleksi lainnya.
Mini FAQ
Apa saja jenis psikotes kepribadian dalam seleksi kerja?
Apakah semua psikotes kepribadian berbentuk pilihan ganda?
Apa perbedaan MBTI dan Big Five?
Apakah RIASEC termasuk tes untuk mengetahui pekerjaan yang cocok?
Apakah perusahaan selalu menggunakan jenis psikotes kepribadian yang sama?
Baca juga: Psikotes Alfamart Berapa Lama? Ketahui Durasi, Jenis Soal, dan Persiapannya
Kesimpulan
Jenis psikotes kepribadian dalam proses rekrutmen memiliki bentuk dan fokus penilaian yang beragam. Beberapa asesmen berfokus pada kecenderungan kepribadian, kebutuhan psikologis, respons terhadap stimulus, kemampuan intelektual, hingga minat terhadap bidang pekerjaan. Contohnya adalah MBTI, Big Five, EPPS, Rorschach, RIASEC, dan RMIB.
Memahami perbedaan setiap jenis psikotes membantu peserta mengetahui bahwa tidak semua tes memiliki tujuan dan bentuk pengerjaan yang sama. Hasil psikotes juga menjadi salah satu bagian dalam proses seleksi yang dapat dipertimbangkan bersama kompetensi, pengalaman, wawancara, dan tahapan seleksi lainnya.


