Mengikuti seleksi kerja di PT Paragon Technology and Innovation tidak hanya membutuhkan persiapan CV dan wawancara, tetapi juga assessment atau psikotes Paragon pada proses rekrutmen tertentu. Jenis tes dapat mencakup kemampuan numerik, logika, verbal, dan kemampuan lainnya.
Namun, Paragon tidak memublikasikan satu format psikotes yang berlaku untuk semua posisi. Bentuk assessment dapat berbeda sesuai program dan kebutuhan rekrutmen. Karena itu, latihan sebaiknya difokuskan pada kemampuan dasar dan pemahaman pola soal, bukan menghafalkan bocoran soal tertentu.
Mengenal Psikotes Paragon dalam Proses Rekrutmen

Paragon membuka kesempatan karier untuk beragam kelompok, mulai dari mahasiswa tingkat akhir dan fresh graduate hingga profesional berpengalaman. Situs resmi perusahaan juga menampilkan berbagai bidang seperti Marketing, Research and Development, Supply Chain Management, Commercial, Finance, Human Resources, hingga Information Technology.
Karena kebutuhan setiap bidang berbeda, metode penilaiannya juga dapat berbeda.
Pada portal karier Paragon, alur seleksi secara umum ditampilkan sebagai:
- Input Personal Data
- Get Info on Email
- Written Test
- Interview
- Offering
Portal tersebut juga menampilkan jalur seperti Management Trainee dan Paragon Leader Development Program.
Sementara itu, artikel Eduka Persona yang kamu jadikan referensi menjelaskan bahwa pada program tertentu, tahapan dapat disebut sebagai Online Application, Assessment, HR Interview, dan Final Interview. Perbedaan ini menunjukkan bahwa kandidat perlu menggunakan undangan resmi yang diterima sebagai acuan utama.
Baca juga: 5 Aplikasi Simulasi Psikotes Kerja Online Gratis untuk Latihan Sebelum Tes
Tahapan Seleksi Paragon
Pendaftaran dan Seleksi Awal
Proses biasanya dimulai dengan pengisian data kandidat melalui portal atau kanal rekrutmen yang digunakan pada program tersebut.
Pada tahap ini, perusahaan dapat mempertimbangkan latar belakang pendidikan, pengalaman, kemampuan, serta kesesuaian kandidat dengan persyaratan posisi.
Karena itu, pastikan informasi pada CV dan formulir pendaftaran konsisten.
Written Test atau Assessment
Kandidat yang lolos tahap awal dapat menerima undangan untuk mengikuti written test atau assessment.
Inilah tahap yang sering disebut pelamar sebagai psikotes Paragon.
Namun, jenis assessment tidak sebaiknya dianggap sama untuk seluruh kandidat. Eduka Persona secara eksplisit mengingatkan bahwa bentuk tes dapat berubah berdasarkan posisi maupun program rekrutmen.
Interview
Setelah assessment, kandidat yang memenuhi kriteria dapat melanjutkan ke tahap wawancara.
Wawancara dapat digunakan untuk mendalami:
- pengalaman;
- motivasi bekerja;
- kemampuan yang relevan;
- pemahaman mengenai posisi;
- pengalaman menyelesaikan masalah;
- kesiapan bergabung.
Jumlah dan jenis interview dapat berbeda antarprogram.
Offering
Kandidat yang berhasil menyelesaikan proses penilaian dapat melanjutkan menuju tahap offering sesuai ketentuan perusahaan.
Karena alur aktual dapat berubah, selalu periksa email, portal kandidat, atau informasi resmi yang diberikan recruiter.
Psikotes Paragon Meliputi Tes Apa Saja
Tidak tersedia blueprint resmi Paragon yang memastikan seluruh kandidat akan mendapatkan subtes yang sama.
Namun, untuk persiapan, beberapa kemampuan berikut layak dilatih. Draft awal yang kamu gunakan juga mengelompokkan latihan pada numerik, verbal, penalaran, dan ketelitian.
Selain itu, pengalaman kandidat terdahulu menunjukkan bahwa tes Paragon pernah melibatkan logika dan matematika. Salah satu pengalaman internship yang dipublikasikan Prosple, misalnya, menyebut tes psikologi sekitar 120 pertanyaan dengan materi logika dan matematika. Pengalaman tersebut bersifat historis dan tidak berarti format yang sama berlaku untuk seluruh rekrutmen saat ini.
Tes Numerik
Tes numerik menguji kemampuan memahami hubungan angka dan melakukan perhitungan secara tepat.
Latihan dapat mencakup:
- operasi hitung;
- deret angka;
- persentase;
- perbandingan;
- pola bilangan;
- soal cerita sederhana.
Contohnya:
4, 8, 16, 32, …
Pilihan:
A. 40
B. 48
C. 64
D. 72
Jawabannya adalah C. 64 karena setiap angka dikalikan 2.
Saat latihan, jangan hanya menghafalkan pola. Biasakan mencari hubungan antarangka secara sistematis.
Tes Verbal
Kemampuan verbal berkaitan dengan pemahaman kata dan informasi tertulis.
Bentuk latihan yang dapat digunakan antara lain:
- sinonim;
- antonim;
- analogi kata;
- hubungan antarkata;
- pemahaman bacaan.
Sebagai contoh:
Kata yang paling dekat dengan “konsisten” adalah:
A. Berubah
B. Stabil
C. Lambat
D. Sementara
Jawabannya adalah B. Stabil.
Selain memperbanyak latihan soal, membaca artikel dan bacaan informatif juga membantu memperluas kosakata.
Tes Logika dan Penalaran
Soal logika menguji kemampuan menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang tersedia.
Contohnya:
Semua anggota tim pemasaran mengikuti rapat bulanan.
Dina adalah anggota tim pemasaran.
Kesimpulan yang tepat adalah:
A. Dina tidak mengikuti rapat
B. Dina mengikuti rapat bulanan
C. Dina memimpin seluruh rapat
D. Tidak dapat ditentukan
Jawabannya adalah B. Dina mengikuti rapat bulanan.
Saat mengerjakan tipe seperti ini, gunakan hanya informasi yang tersedia. Hindari membuat asumsi tambahan.
Tes Pola atau Visual
Latihan visual dapat berupa perubahan bentuk, posisi, arah, maupun jumlah objek.
Ketika menemukan soal seperti ini, periksa beberapa hal:
- apakah objek berputar;
- apakah jumlahnya bertambah;
- apakah posisi berpindah;
- apakah terdapat pola bergantian;
- apakah bentuk atau arsiran berubah.
Jangan hanya melihat bentuk utama. Detail kecil sering menjadi petunjuk pola.
Tes Ketelitian dan Konsentrasi
Beberapa assessment kerja juga dirancang untuk melihat kemampuan mempertahankan fokus.
Latihannya dapat berupa:
- membandingkan data;
- mencari simbol berbeda;
- mencocokkan angka;
- mengidentifikasi kesalahan;
- mengerjakan informasi berulang dalam batas waktu.
Targetnya bukan sekadar cepat. Ketelitian tetap harus dijaga agar peningkatan kecepatan tidak justru memperbanyak kesalahan.
Baca juga: Ciri-Ciri Jawaban Psikotes yang Disukai oleh HRD, Ini yang Dicari Saat Seleksi Kerja
Contoh Soal Psikotes Paragon untuk Latihan
Contoh berikut merupakan latihan mandiri, bukan soal resmi atau bocoran psikotes Paragon.
1. Contoh Soal Numerik
Perhatikan deret:
5, 10, 20, 40, …
Bilangan berikutnya adalah:
A. 50
B. 60
C. 70
D. 80
Jawaban: D. 80
Setiap angka dikalikan 2. Karena itu, 40 × 2 menghasilkan 80.
2. Contoh Soal Analogi
Dokter : Rumah Sakit = Guru : …
A. Perpustakaan
B. Sekolah
C. Kantor
D. Laboratorium
Jawaban: B. Sekolah
Hubungannya adalah profesi dengan tempat utama menjalankan pekerjaan.
3. Contoh Soal Penalaran
Semua produk A telah melewati pemeriksaan kualitas.
Barang X merupakan produk A.
Kesimpulan yang dapat diambil adalah:
A. Barang X belum diperiksa
B. Barang X melewati pemeriksaan kualitas
C. Barang X pasti rusak
D. Tidak ada informasi yang cukup
Jawaban: B. Barang X melewati pemeriksaan kualitas
Informasi kedua menempatkan barang X dalam kelompok produk A. Oleh karena itu, aturan pada premis pertama juga berlaku pada barang X.
4. Contoh Soal Numerik
Perhatikan deret berikut:
3, 6, 12, 24, …
Angka berikutnya adalah:
A. 36
B. 42
C. 48
D. 54
Jawaban: C. 48
Pola deret adalah dikalikan 2. Jadi, 24 × 2 = 48.
5. Contoh Soal Verbal
Kata yang memiliki makna paling dekat dengan konsisten adalah:
A. Berubah-ubah
B. Tetap
C. Terburu-buru
D. Berbeda
Jawaban: B. Tetap
Konsisten berarti tetap atau tidak berubah-ubah dalam sikap maupun tindakan.
6. Contoh Soal Numerik
Jika 25% dari 200 adalah …, maka jawabannya adalah:
A. 25
B. 40
C. 50
D. 75
Jawaban: C. 50
25% sama dengan seperempat. Jadi, 200 ÷ 4 = 50.
7. Contoh Soal Analogi
Buku : Membaca = Makanan : …
A. Membeli
B. Memasak
C. Makan
D. Menyimpan
Jawaban: C. Makan
Hubungan kata menunjukkan benda dan aktivitas yang dilakukan terhadap benda tersebut.
8. Contoh Soal Penalaran
Semua karyawan yang mengikuti pelatihan mendapatkan sertifikat.
Rina mengikuti pelatihan.
Kesimpulan yang tepat adalah:
A. Rina tidak mendapatkan sertifikat
B. Rina mendapatkan sertifikat
C. Rina menjadi instruktur
D. Rina tidak mengikuti pelatihan
Jawaban: B. Rina mendapatkan sertifikat
Rina termasuk karyawan yang mengikuti pelatihan sehingga aturan pada premis pertama berlaku kepadanya.
9. Contoh Soal Numerik
Perhatikan pola berikut:
2, 5, 8, 11, …
Angka berikutnya adalah:
A. 12
B. 13
C. 14
D. 15
Jawaban: C. 14
Setiap angka bertambah 3. Jadi, 11 + 3 = 14.
10. Contoh Soal Verbal
Lawan kata yang paling tepat dari optimis adalah:
A. Aktif
B. Pesimis
C. Percaya diri
D. Semangat
Jawaban: B. Pesimis
Optimis berarti memiliki pandangan positif terhadap sesuatu, sedangkan pesimis menunjukkan pandangan sebaliknya.
11. Contoh Soal Logika
Semua anggota tim wajib mengikuti rapat mingguan.
Doni merupakan anggota tim.
Kesimpulan yang tepat adalah:
A. Doni tidak mengikuti rapat
B. Doni mengikuti rapat mingguan
C. Doni memimpin rapat
D. Doni bukan anggota tim
Jawaban: B. Doni mengikuti rapat mingguan
Karena Doni merupakan anggota tim, aturan yang berlaku bagi seluruh anggota juga berlaku kepadanya.
12. Contoh Soal Numerik
Sebuah barang memiliki harga Rp80.000 dan mendapat diskon 10%. Harga setelah diskon adalah:
A. Rp70.000
B. Rp72.000
C. Rp74.000
D. Rp78.000
Jawaban: B. Rp72.000
Diskon 10% dari Rp80.000 adalah Rp8.000. Jadi, Rp80.000 − Rp8.000 = Rp72.000.
13. Contoh Soal Analogi
Jam : Waktu = Termometer : …
A. Suhu
B. Panas
C. Cuaca
D. Udara
Jawaban: A. Suhu
Jam digunakan untuk mengukur atau menunjukkan waktu, sedangkan termometer digunakan untuk mengukur suhu.
14. Contoh Soal Penalaran
Semua peserta yang lolos tahap administrasi dapat mengikuti tes berikutnya.
Andi lolos tahap administrasi.
Kesimpulan yang tepat adalah:
A. Andi tidak dapat mengikuti tes berikutnya
B. Andi dapat mengikuti tes berikutnya
C. Andi pasti diterima bekerja
D. Andi pasti mendapat nilai tertinggi
Jawaban: B. Andi dapat mengikuti tes berikutnya
Informasi hanya menunjukkan bahwa Andi memenuhi syarat untuk mengikuti tahap berikutnya, bukan berarti pasti diterima bekerja.
15. Contoh Soal Ketelitian
Manakah pasangan angka yang berbeda?
A. 583271 – 583271
B. 726415 – 726415
C. 914628 – 914628
D. 371852 – 371582
Jawaban: D. 371852 – 371582
Pada pilihan D terdapat perbedaan susunan angka, yaitu angka 8 dan 5 berada pada posisi yang berbeda.
Cara Mempersiapkan Psikotes Paragon

Mulai dengan Mengetahui Kemampuan Awal
Kerjakan satu simulasi terlebih dahulu sebelum menyusun jadwal belajar.
Setelah itu, catat bagian yang paling banyak menghasilkan jawaban salah. Dari hasil tersebut, kamu dapat menentukan apakah perlu memperbanyak latihan numerik, verbal, logika, atau jenis lainnya.
Jangan Hanya Mengejar Banyak Soal
Mengerjakan 100 soal belum tentu efektif jika kesalahan yang sama selalu terulang.
Setelah latihan, tanyakan:
- Soal apa yang salah?
- Mengapa jawabannya salah?
- Apakah konsepnya belum dipahami?
- Apakah kesalahan terjadi karena terburu-buru?
- Bagaimana menyelesaikannya lebih cepat?
Dengan evaluasi seperti ini, latihan menjadi lebih terarah.
Gunakan Timer
Assessment sering memiliki batas waktu. Karena itu, latihan tanpa timer saja belum cukup.
Namun, jangan langsung memaksakan kecepatan.
Pertama, bangun akurasi. Setelah kemampuan mulai stabil, kurangi waktu pengerjaan secara bertahap.
Biasakan Berpindah Jenis Soal
Setelah memahami setiap materi secara terpisah, lakukan latihan campuran.
Misalnya:
Senin: numerik
Selasa: verbal
Rabu: logika
Kamis: visual dan ketelitian
Jumat: soal campuran
Sabtu: simulasi
Minggu: evaluasi
Cara ini membantu membiasakan diri berpindah dari satu jenis cara berpikir ke jenis lainnya.
Apa yang Dilakukan Setelah Psikotes Paragon
Jika lolos assessment, kandidat dapat diarahkan ke tahapan interview sesuai jalur rekrutmen.
Pengalaman kandidat Management Trainee yang dipublikasikan Prosple menunjukkan bahwa pada salah satu proses terdahulu, tahapan setelah psikotes adalah psychological interview kemudian interview dengan Board of Directors. Namun, pengalaman tersebut berasal dari proses seleksi tertentu pada masa lalu dan tidak dapat dianggap sebagai alur seluruh posisi saat ini.
Portal karier Paragon saat ini memberikan gambaran yang lebih umum: setelah written test terdapat tahap interview sebelum offering.
Oleh sebab itu, undangan resmi dari Paragon tetap menjadi sumber utama untuk mengetahui tahap berikutnya.
Baca juga: Cara Efektif Meningkatkan Peluang Lolos Psikotes Kerja
Mini FAQ
Psikotes Paragon meliputi tes apa saja?
Tidak ada blueprint resmi yang memastikan seluruh kandidat memperoleh subtes yang sama. Sebagai persiapan, kandidat dapat melatih numerik, verbal, logika, pola visual, dan ketelitian. Jenis assessment aktual dapat berbeda berdasarkan posisi dan program.
Apakah psikotes Paragon dilakukan online?
Assessment dapat dilaksanakan dengan format berbeda sesuai program. Pada informasi yang dirangkum Eduka Persona, assessment program tertentu dapat dilakukan secara online maupun offline. Karena itu, ikuti informasi pada undangan seleksi.
Apakah soal psikotes Paragon sama setiap tahun?
Tidak ada dasar untuk menganggap soal selalu sama. Format dan jenis assessment dapat berubah sesuai kebutuhan rekrutmen.
Apakah setelah psikotes langsung interview?
Tidak selalu. Portal karier Paragon menggambarkan written test kemudian interview, tetapi program tertentu dapat memiliki tahapan atau jumlah interview yang berbeda.
Di mana melihat lowongan resmi Paragon?
Paragon menyediakan halaman karier resmi yang menampilkan kesempatan bagi mahasiswa tingkat akhir, fresh graduate, maupun profesional serta tautan untuk melihat lowongan yang tersedia.
Kesimpulan
Psikotes Paragon merupakan salah satu bentuk assessment yang dapat muncul dalam proses seleksi kerja, tetapi jenis dan formatnya tidak selalu sama untuk setiap posisi atau program. Karena itu, kandidat sebaiknya mempersiapkan kemampuan dasar seperti numerik, verbal, logika, pola visual, serta ketelitian tanpa mengandalkan bocoran soal tertentu.
Persiapan dapat dilakukan dengan mengukur kemampuan awal, berlatih menggunakan timer, mengevaluasi kesalahan, dan membiasakan diri mengerjakan soal secara campuran. Setelah assessment, tahapan seleksi juga dapat berbeda, sehingga informasi dari undangan resmi, email, atau portal kandidat Paragon perlu dijadikan acuan utama.


