tips interview user sering kali bikin pencari kerja (pencaker) deg-degan, apalagi kalau posisi yang dilamar berhubungan dengan UX researcher, product manager, business analyst, atau role apa pun yang harus “ketemu user” dan menggali kebutuhan mereka. Di satu sisi, kamu ingin terlihat profesional dan paham metode riset. Di sisi lain, kamu juga takut sesi interview user berubah jadi interogasi kaku yang bikin user nggak nyaman dan akhirnya jawab sekenanya. Padahal, di banyak perusahaan, kemampuan melakukan interview user yang baik bisa jadi penentu lolos atau tidaknya kamu di tahap user interview bersama atasan langsung atau tim terkait. Itulah kenapa memahami tips interview user yang tepat, praktis, dan manusiawi sangat penting buat pencaker zaman sekarang yang ingin bersaing di dunia kerja digital.
Banyak orang mengira interview user itu mirip wawancara kerja biasa: tanya–jawab cepat, fokus ke checklist pertanyaan, dan yang penting semua pertanyaan habis ditanya. Kenyataannya, interview user yang efektif justru lebih mirip ngobrol mendalam: kamu harus bisa membangun rasa aman, mendengar aktif, dan menggali cerita, bukan sekadar mengumpulkan jawaban “iya/tidak”. Di artikel ini, kita akan kupas tuntas tips interview user dari persiapan sampai analisis, dengan gaya yang santai tapi tetap tajam, supaya kamu bukan cuma bisa menjawab pertanyaan HR tentang *“Pernah melakukan user interview?”* tapi juga benar-benar siap melakukannya di dunia kerja nyata.
Baca Juga : Apa Saja Soal Tes Psikotes ? Panduan Lengkap & Strategi Menghadapi
Memahami Esensi Interview User: Bukan Jualan, tapi Mendengar

Sebelum masuk ke tips interview user yang teknis, penting untuk meluruskan dulu mindset. Banyak pemula yang salah kaprah: saat melakukan interview user, mereka malah sibuk “jualan” ide, fitur, atau produk. Padahal, esensi user interview adalah riset, bukan pitching.
Dalam konteks kerja, interview user digunakan untuk memahami perilaku, kebutuhan, dan masalah pengguna secara mendalam. Misalnya:
- UX researcher ingin tahu kenapa user sering gagal menyelesaikan proses checkout.
- Product manager ingin memahami bagaimana user memilih aplikasi keuangan.
- HR atau tim learning ingin tahu bagaimana karyawan belajar dan mengakses materi pelatihan.
Di sini, tips interview user yang paling mendasar adalah: fokus pada mendengarkan dan ekstraksi data, bukan meyakinkan user bahwa solusi kamu paling keren. Kamu boleh menjelaskan konteks masalah yang sedang diteliti, tapi setelah itu, biarkan user bercerita. Semakin kamu banyak bicara, semakin sedikit data yang kamu dapat.
Selain itu, kamu juga perlu menegaskan sejak awal bahwa tidak ada jawaban benar atau salah. Ini penting karena banyak user yang merasa “dinilai” saat diwawancarai. Dengan menegaskan bahwa kamu hanya ingin memahami pengalaman mereka, bukan menguji mereka, kamu membantu user merasa aman dan lebih jujur. Ini salah satu tips interview user yang sering disepelekan, padahal dampaknya besar terhadap kualitas jawaban.
Terakhir, jangan lupa bahwa interview user adalah interaksi manusia. Sikap ramah, profesional, kontak mata yang cukup, anggukan kecil, dan ekspresi wajah yang empatik akan membuat user merasa dihargai. Kamu bukan robot pengumpul data; kamu adalah peneliti yang butuh kepercayaan user untuk bisa menggali cerita mereka.
Menyiapkan & Menjalankan Interview: Dari Tujuan sampai Analisis

Banyak interview user gagal bukan karena pewawancaranya tidak pintar, tapi karena persiapannya setengah hati. Maka, salah satu tips interview user yang paling krusial adalah: rencanakan dengan sangat jelas sebelum kamu duduk di depan user.
1. Tetapkan Tujuan yang Spesifik dan Terukur
Jangan mulai interview user dengan tujuan yang terlalu umum seperti “Mau tahu kebutuhan user” atau “Mau dengar feedback”. Itu terlalu luas dan berisiko bikin kamu tersesat di tengah obrolan.
Lebih baik, rumuskan tujuan yang konkret, misalnya:
- Memahami alasan utama user memilih atau meninggalkan aplikasi X.
- Menggali bagaimana user saat ini mengelola keuangan pribadi dan apa yang paling menyulitkan.
- Mengetahui langkah-langkah yang user lakukan sebelum membeli produk tertentu.
Dengan tujuan yang jelas, tips interview user berikutnya jadi lebih mudah diterapkan: kamu bisa menyusun pertanyaan yang benar-benar relevan, bukan sekadar banyak.
Tujuan yang terlalu luas akan menghasilkan data yang banyak tapi tidak fokus. Akhirnya, kamu bingung sendiri saat menganalisis. Jadi, sebelum menyusun daftar pertanyaan, tanya dulu ke diri sendiri: “Setelah interview selesai, informasi apa yang wajib aku dapat?”
2. Tentukan Jumlah dan Segmentasi User
Dalam praktik profesional, biasanya 5–10 interview per kelompok user sudah cukup untuk mulai melihat pola. Ini juga bisa jadi bahan jawaban saat user interview kerja, ketika ditanya: “Berapa banyak user yang biasanya Anda wawancarai?”
Namun, jumlah bukan satu-satunya hal penting. Segmentasi juga krusial. Misalnya:
- User baru vs user lama.
- User yang aktif menggunakan fitur tertentu vs yang jarang.
- User dari latar belakang pekerjaan berbeda.
Tips interview user di tahap ini adalah: pikirkan dulu kelompok user mana yang paling relevan dengan tujuan risetmu. Dengan begitu, kamu tidak menghabiskan waktu mewawancarai orang yang sebenarnya tidak punya pengalaman terkait topik yang kamu teliti.
3. Susun Daftar Pertanyaan: Lebih Banyak, Lebih Aman
Salah satu tips interview user yang sangat praktis adalah: siapkan lebih banyak pertanyaan daripada yang kamu kira akan sempat ditanyakan. Bukan berarti semua harus dihabiskan, tapi ini jadi “amunisi cadangan” kalau obrolan berjalan lebih cepat dari perkiraan.
Cara menyusunnya:
Mulai dari tema besar, misalnya:
- Kebiasaan harian terkait produk/masalah.
- Pengalaman positif/negatif.
- Solusi yang sedang mereka pakai.
- Harapan atau kebutuhan yang belum terpenuhi.
- Turunkan tema besar menjadi pertanyaan spesifik yang mudah dijawab.
- Gunakan bahasa yang singkat, jelas, dan tidak teknis berlebihan.
Contoh perbedaan pertanyaan yang kurang efektif dan yang lebih baik:
- Kurang efektif: “Bagaimana persepsi Anda terhadap usability aplikasi ini?”
- Lebih baik: “Ceritakan pengalaman Anda saat terakhir kali menggunakan aplikasi ini, dari awal sampai selesai. Bagian mana yang terasa paling mudah dan paling bikin bingung?”
Tips interview user yang perlu kamu ingat: jangan terpaku pada urutan pertanyaan secara kaku. Susun daftar sebagai panduan, tapi saat sesi berlangsung, ikuti alur cerita user. Daftar pertanyaan adalah peta, bukan borgol.
4. Rancang Pertanyaan: Buka Ruang Cerita, Bukan Sekadar Jawaban Singkat
Kalau kamu ingin interview user menghasilkan insight yang kaya, kamu harus menguasai seni bertanya. Di sinilah banyak tips interview user yang sifatnya teknis tapi sangat menentukan kualitas data.
Utamakan Pertanyaan Terbuka
Pertanyaan tertutup (yang bisa dijawab “ya/tidak”) sebaiknya dihindari sebagai pertanyaan utama. Pertanyaan terbuka mendorong user bercerita lebih panjang dan detail.
Contoh:
- Pertanyaan tertutup: “Apakah Anda suka aplikasi ini?”
- Pertanyaan terbuka: “Apa yang membuat Anda terus menggunakan atau justru berhenti menggunakan aplikasi ini?”
- Tertutup: “Apakah fitur notifikasi membantu Anda?”
- Terbuka: “Ceritakan pengalaman Anda dengan notifikasi di aplikasi ini. Kapan notifikasi terasa membantu, dan kapan terasa mengganggu?”
Tips interview user di sini: kalau terlanjur mengajukan pertanyaan tertutup, segera susul dengan “Kenapa?” atau “Bisa diceritakan lebih detail?” untuk membuka ruang cerita.
Hindari Pertanyaan Mengarahkan (Leading Question)
Leading question adalah pertanyaan yang seolah sudah menyisipkan jawaban di dalamnya. Ini berbahaya karena bisa membuat user merasa “harus” menjawab sesuai arah pertanyaan, bukan sesuai pengalaman asli.
Contoh yang perlu dihindari:
- “Kenapa Anda suka fitur X di aplikasi ini?” (mengasumsikan user suka fitur itu)
Lebih baik:
- “Bagaimana pengalaman Anda dengan fitur X di aplikasi ini?”
- “Apa yang Anda rasakan saat menggunakan fitur X?”
Tips interview user yang satu ini sangat penting kalau kamu ingin data yang jujur, bukan data yang “dipaksa” sesuai harapan tim produk.
Fokus pada Perilaku Masa Lalu, Bukan Prediksi Masa Depan
User sering kali tidak akurat saat memprediksi perilaku mereka di masa depan. Mereka bisa bilang, “Iya, saya pasti akan pakai fitur itu,” tapi kenyataannya tidak. Karena itu, tips interview user yang sangat dianjurkan adalah: tanyakan apa yang sudah mereka lakukan, bukan apa yang mereka pikir akan dilakukan.
Contoh:
- Alih-alih: “Kalau kami buat fitur X, apakah Anda akan menggunakannya?”
- Lebih baik: “Selama ini, bagaimana Anda menyelesaikan masalah Y? Alat atau aplikasi apa yang Anda pakai?”
Dengan begitu, kamu mendapatkan data nyata tentang perilaku, bukan sekadar niat.
Tanyakan “Kenapa?” Berkali-kali (Tapi Tetap Sopan)
Salah satu tips interview user yang paling ampuh adalah teknik “5 Why” atau bertanya “Kenapa?” beberapa kali untuk menggali akar motivasi.
Contoh alur:
User: “Saya jarang buka aplikasi itu.”
Kamu: “Kenapa jarang dibuka?”
User: “Soalnya ribet.”
Kamu: “Bagian mana yang terasa paling ribet?”
User: “Login-nya sering gagal, jadi saya malas.”
Dari sini, kamu jadi tahu bahwa masalah utamanya bukan “aplikasi tidak menarik”, tapi “proses login bermasalah”. Tanpa menggali dengan “Kenapa?”, insight ini bisa terlewat.
Tips interview user di sini: tetap jaga nada suara agar tidak terdengar menginterogasi. Kamu bisa variasikan dengan “Boleh diceritakan lebih jauh?” atau “Apa alasan utamanya menurut Anda?”
5. Menjalankan Interview: Bangun Nyaman, Jaga Alur, Hormati Waktu
Setelah persiapan matang, saatnya masuk ke sesi interview user yang sebenarnya. Di sinilah kombinasi teknik dan empati benar-benar diuji. Banyak tips interview user yang kelihatannya sederhana, tapi kalau kamu terapkan dengan konsisten, kualitas sesi akan naik drastis.
Mulai dengan Pemanasan (Warm-Up)
Jangan langsung tembak user dengan pertanyaan inti. Mulailah dengan pertanyaan ringan tentang latar belakang mereka atau hubungan mereka dengan topik riset, seperti:
- “Boleh cerita sedikit tentang pekerjaan Anda sehari-hari?”
- “Seberapa sering Anda menggunakan aplikasi/produk sejenis ini?”
- “Biasanya Anda pakai perangkat apa untuk mengakses layanan seperti ini?”
Tips interview user ini membantu user merasa lebih rileks. Mereka butuh waktu untuk “masuk” ke suasana ngobrol, sama seperti kamu.
Jelaskan Aturan Main dan Ciptakan Rasa Aman
Di awal sesi, luangkan 1–2 menit untuk menjelaskan:
- Tujuan interview.
- Peran kamu (bukan untuk menilai mereka).
- Bahwa tidak ada jawaban benar atau salah.
- Durasi interview (misalnya sekitar 15–30 menit).
- Apakah sesi akan direkam atau tidak (dan minta izin jika direkam).
Dengan begitu, user tahu apa yang diharapkan dan merasa lebih tenang. Tips interview user ini juga menunjukkan profesionalisme kamu, sesuatu yang sangat dihargai di dunia kerja.
Pilih Setting yang Tepat: Offline atau Online?
- Interview tatap muka (offline) cocok kalau kamu ingin mengamati bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan reaksi spontan user.
- Interview jarak jauh (online/video call) lebih fleksibel, bisa menjangkau user dari berbagai lokasi, dan sering kali lebih hemat waktu.
Apa pun pilihannya, tips interview user yang penting adalah: pilih lingkungan yang netral dan tidak membuat user merasa harus memberi jawaban “positif” saja. Misalnya, jangan wawancara user di ruangan kantor yang penuh logo besar produk yang sedang kamu teliti, kalau itu membuat mereka sungkan memberi kritik.
Jaga Ritme Bicara dan Ruang Hening
Saat interview berjalan, usahakan:
- Bicara pelan dan jelas.
- Sering berhenti sejenak setelah user menjawab.
- Jangan buru-buru mengisi keheningan.
Tips interview user yang sering dipakai peneliti profesional adalah: setelah user selesai menjawab, diamlah beberapa detik. Banyak user yang akan menambahkan informasi penting di momen hening itu, misalnya: “Oh ya, satu lagi…” atau “Sebenarnya ada hal lain juga…”
Hormati Waktu User
User sudah meluangkan waktu untukmu, jadi kamu juga harus disiplin. Kalau kamu bilang interview akan berlangsung 15–20 menit, usahakan benar-benar selesai di rentang itu, kecuali user sendiri yang ingin lanjut.
Tips interview user yang baik adalah: di menit-menit akhir, cek waktu dan tutup dengan rapi dengan pertanyaan seperti:
“Terima kasih banyak, jawabannya sangat membantu. Sebelum kita akhiri, ada hal lain yang menurut Anda penting tapi belum sempat kita bahas?”
6. Menggali Informasi yang Benar-Benar Berguna
Interview user bukan sekadar mengumpulkan cerita acak. Kamu perlu tahu informasi apa yang harus digali lebih dalam.
Pahami Dampak Nyata Masalah bagi User
Kalau kamu sedang meneliti sebuah masalah, jangan berhenti di permukaan. Gali:
- Seberapa sering masalah itu terjadi.
- Seberapa mengganggu masalah itu bagi mereka.
- Apakah masalah itu membuat mereka rugi waktu, uang, atau energi.
Contoh pertanyaan:
- “Seberapa sering hal ini terjadi dalam seminggu?”
- “Kalau ini terjadi, biasanya apa yang Anda lakukan?”
- “Menurut Anda, seberapa besar pengaruh masalah ini terhadap pekerjaan/hidup Anda?”
Tanyakan Perjalanan Mereka Menghadapi Masalah
- “Bagaimana awalnya Anda menemukan masalah ini?”
- “Apa yang pertama kali Anda lakukan saat menyadari masalah ini?”
- “Bagaimana Anda akhirnya menemukan solusi yang sekarang Anda pakai?”
Dengan begitu, kamu bisa memahami konteks yang lebih luas: dari mana user datang, apa yang mereka coba, dan kenapa mereka memilih solusi tertentu.
Eksplorasi Solusi yang Sedang Mereka Gunakan
- “Saat ini, apa yang Anda lakukan untuk mengatasi masalah ini?”
- “Seberapa puas Anda dengan cara tersebut?”
- “Bagian mana yang masih terasa kurang atau merepotkan?”
Jawaban mereka bisa jadi inspirasi langsung untuk perbaikan produk atau layanan.
7. Mencatat dan Menganalisis Hasil Interview
Sesi interview user yang bagus akan menghasilkan banyak informasi. Tantangannya: bagaimana mengolahnya menjadi insight yang bisa dipakai tim?
Rekam (Dengan Izin) dan Tetap Catat
Tips interview user yang sangat praktis: rekam sesi interview (audio atau video) jika memungkinkan, tapi selalu minta izin dulu. Jelaskan bahwa rekaman hanya untuk keperluan analisis, bukan untuk dipublikasikan.
Meski merekam, jangan malas mencatat. Catatan membantumu:
- Menandai momen penting.
- Menulis kutipan yang kuat.
- Mencatat ekspresi atau reaksi non-verbal (kalau tatap muka/video).
Gunakan Analisis Tematik (Thematic Analysis)
Salah satu tips interview user yang paling umum dipakai di dunia UX dan riset kualitatif adalah analisis tematik. Langkah sederhananya:
- Baca ulang transkrip atau catatan interview.
- Tandai kutipan-kutipan penting.
- Kelompokkan kutipan yang mirip ke dalam tema, misalnya:
- “Masalah login”
- “Kesulitan memahami istilah teknis”
- “Butuh panduan langkah demi langkah”
- Gabungkan tema yang terlalu mirip, dan pisahkan tema yang terlalu luas.
- Tinjau kembali: apakah tema-tema ini sudah mewakili hal paling menarik dan penting dari data?
Dengan cara ini, kamu bisa menyusun insight yang rapi, misalnya:
- 7 dari 10 user mengeluhkan proses login yang sering gagal.
- Banyak user merasa istilah teknis membingungkan.
- User sangat menghargai panduan visual (video/tutorial langkah demi langkah).
Tips interview user di tahap analisis: jangan hanya berhenti di “apa yang user katakan”, tapi juga “apa artinya bagi produk/layanan dan keputusan bisnis”.
Di tengah semua teknik dan tips interview user ini, mungkin kamu mulai merasa, “Wah, ternyata banyak banget yang harus dikuasai.” Tenang, semua skill ini bisa dilatih. Kalau kamu ingin benar-benar siap menghadapi psikotes kerja, user interview, dan tahapan seleksi lain, mengikuti bimbingan belajar online dan tryout psikotes yang terstruktur bisa membantu kamu berlatih dalam lingkungan yang aman sebelum terjun ke dunia kerja nyata.
Mindset dan Sikap: Kunci Interview User yang Humanis dan Efektif
Di balik semua tips interview user yang teknis, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan: sikap dan mindset kamu sebagai pewawancara. Ini yang sering membedakan peneliti pemula dan peneliti yang matang.
1. Jadilah Pendengar Aktif, Bukan Hakim
Saat user bercerita, jangan menghakimi atau mengoreksi. Tugasmu bukan membuktikan bahwa mereka salah, tapi memahami dunia dari sudut pandang mereka.
Pendengar aktif berarti:
- Mengangguk saat mereka bicara.
- Mengulang singkat apa yang mereka katakan untuk memastikan kamu paham (“Jadi, kalau saya tidak salah tangkap, Anda merasa…”).
- Memberi ruang untuk mereka melanjutkan cerita.
Tips interview user yang satu ini akan membuat user merasa dihargai dan lebih terbuka.
2. Jaga Netralitas, Meski Kamu Punya Pendapat
Kadang, user menyampaikan pendapat yang bertentangan dengan asumsi tim produk atau bahkan pendapat pribadimu. Di sini, kamu harus tetap netral.
Hindari reaksi seperti:
- “Masa sih?”
- “Padahal fitur itu sudah kami buat supaya…”
- “Sebenarnya kalau dipakai dengan benar, itu tidak akan terjadi.”
Sebagai gantinya, gunakan:
- “Menarik, boleh diceritakan lebih detail?”
- “Apa yang membuat Anda merasa seperti itu?”
Tips interview user ini membantu kamu mengumpulkan data apa adanya, bukan data yang sudah “disaring” oleh keinginanmu.
3. Ingat: User Interview Bukan Tes Kecerdasan
Banyak user yang merasa “takut salah” saat diwawancarai, apalagi kalau topiknya teknis. Tugasmu adalah menenangkan mereka. Kamu bisa menegaskan di awal:
- “Tidak ada jawaban benar atau salah.”
- “Kami hanya ingin tahu pengalaman Anda.”
- “Kalau ada yang tidak nyaman untuk dijawab, silakan bilang saja.”
Mindset ini juga penting buat kamu sebagai pencaker: saat nanti kamu sendiri menghadapi user interview di proses rekrutmen (misalnya interview dengan user/atasan langsung), ingat bahwa itu bukan tes pintar–bodoh, tapi tes kecocokan dan kemampuanmu berkomunikasi dengan manusia lain.
Pada akhirnya, tips interview user yang paling penting adalah: jadikan setiap sesi sebagai kesempatan untuk benar-benar memahami manusia di balik data. Semakin sering kamu berlatih, semakin natural semua teknik ini terasa. Jangan takut salah; yang penting, kamu terus belajar dari setiap sesi interview yang kamu lakukan. Kalau kamu ingin lebih percaya diri menghadapi psikotes, interview HR, sampai user interview dengan atasan langsung, mulailah melatih kemampuan observasi, empati, dan komunikasi sejak sekarang. Setiap percakapan adalah latihan berharga menuju karier yang kamu impikan.
Sumber Referensi
- DQVENTURES.COM – Practical tips for user interviews
- DOVETAIL.COM – User interviews: how to conduct them and why they’re important
- NNGroup.com – User Interviews: How, When, and Why to Conduct Them
- INTERACTION-DESIGN.ORG – How to Conduct User Interviews
- MAZE.CO – User interviews: The complete guide
- STEPHANIEWALTER.DESIGN – The expert guide to user interviews
- USERINTERVIEWS.COM – UX Research Field Guide: User interviews
- CONTENTSQUARE.COM – User interviews: A complete guide
Program Premium Psikotes Kerja 2025
“Kami Bantu, Kami Pandu, Kami Bimbing Sampai Amazing!” 🌟
📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi Psikotes Kerja: Temukan aplikasi Psikotes Kerja di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
- Masuk ke Akun Anda: Login ke akun Psikotes Kerja Anda melalui aplikasi atau situs web.


