menggambar orang psikotes kerja sering kali jadi momok buat para pencari kerja. Banyak yang cerita, “Tes lain aman, tapi begitu disuruh gambar orang, langsung blank!” Padahal, tes ini hampir selalu muncul di proses rekrutmen perusahaan besar, BUMN, sampai seleksi TNI/Polri. Di tengah persaingan kerja yang makin ketat, gagal hanya karena bingung menggambar orang tentu rasanya sayang sekali, apalagi kalau kamu sebenarnya punya kemampuan dan pengalaman yang bagus.
Kabar baiknya, menggambar orang psikotes kerja bukan soal kamu jago seni atau tidak. Bukan juga soal gambar kamu harus mirip anime, realistis, atau estetik ala ilustrator profesional. Tes ini lebih fokus ke kepribadian, kestabilan emosi, dan bagaimana kamu memandang diri sendiri. Artinya, kamu bisa belajar pola, memahami apa yang dinilai, lalu berlatih sampai tangan dan pikiranmu terbiasa. Dengan cara ini, kamu tidak lagi panik saat kertas kosong dan pensil diletakkan di depanmu.
Di artikel ini, kita akan kupas tuntas apa itu tes gambar orang, apa yang sebenarnya dicari HRD dan psikolog, bagaimana cara menggambar yang “aman” dan profesional, plus tips mindset dan relaksasi supaya kamu tetap tenang. Jadi, kamu tidak hanya tahu “cara menggambar”, tapi juga paham “kenapa harus begitu” dan bagaimana mempersiapkan diri dengan lebih percaya diri.
Baca Juga : Apa Saja Soal Tes Psikotes ? Panduan Lengkap & Strategi Menghadapi
Apa Itu Menggambar Orang Psikotes Kerja dan Kenapa Perusahaan Suka Banget Memakainya?

Sebelum membahas teknik, penting untuk memahami dulu apa sebenarnya tujuan menggambar orang psikotes kerja. Tes ini dikenal sebagai Draw-a-Person Test. Dalam seleksi kerja di Indonesia, tes ini sangat populer karena bisa memberikan gambaran cepat tentang kepribadian, emosi, konsep diri, dan kemampuan adaptasi kandidat hanya dari satu gambar manusia di kertas kosong.
Biasanya, instruksi yang kamu terima sangat sederhana, misalnya: “Silakan gambar seseorang. Bebas, bisa laki-laki, perempuan, atau anak-anak. Tidak ada jawaban benar atau salah, gambarlah sesuai imajinasi Anda.” Setelah itu, penguji akan membiarkanmu menggambar tanpa banyak arahan tambahan. Justru dari kebebasan inilah psikolog ingin melihat proyeksi kepribadianmu secara alami.
Nah, di sinilah banyak pencari kerja salah paham. Banyak yang mengira menggambar orang psikotes kerja dinilai dari bagus tidaknya gambar. Padahal, yang dilihat bukan nilai seni, melainkan:
- Proporsi tubuh (kepala, badan, tangan, kaki seimbang atau tidak)
- Kelengkapan anggota tubuh (ada jari, leher, telinga, dan sebagainya)
- Detail dan kerapian (apakah kamu teliti atau asal-asalan)
- Ekspresi wajah dan posisi tubuh (optimis, tertutup, cemas, percaya diri, dan lain-lain)
- Ukuran gambar secara keseluruhan (apakah terlalu kecil atau terlalu besar)
- Aktivitas atau konteks (orangnya sedang apa, terlihat aktif atau pasif)
Perusahaan suka menggunakan menggambar orang psikotes kerja karena:
- Cepat dan praktis: Satu gambar bisa memberikan banyak informasi tanpa perlu tanya jawab panjang.
- Sulit dimanipulasi total: Karena sifatnya proyektif, banyak hal muncul secara spontan dari kebiasaan dan konsep diri.
- Membantu melihat kecocokan: Bukan sekadar pintar atau tidak, tapi cocok tidaknya kamu dengan budaya kerja dan tuntutan posisi.
Jadi, kalau kamu pernah gagal seleksi dan merasa “kayaknya gara-gara gambar orang deh”, bukan berarti kamu bodoh atau tidak layak. Bisa jadi hanya karena kamu belum paham cara mengerjakan menggambar orang psikotes kerja dengan tenang dan terarah.
Cara Menggambar Orang Psikotes Kerja yang “Aman”: Langkah Demi Langkah
Sekarang kita masuk ke bagian teknis. Di bagian ini, kita akan bahas cara menggambar orang psikotes kerja secara sistematis, dari memilih karakter sampai detail kecil yang sering dilupakan. Ingat, tujuanmu bukan membuat karya seni, tapi menampilkan sosok yang utuh, proporsional, dan mencerminkan kepribadian yang stabil serta siap kerja.
1. Tentukan Jenis Kelamin dan Profesi Sejak Awal
Begitu kamu diminta menggambar orang psikotes kerja, jangan langsung panik dan asal coret. Ambil beberapa detik untuk menentukan:
- Mau menggambar laki-laki atau perempuan?
- Mau menggambarkan profesi apa?
Kamu bisa memilih sosok yang dekat dengan dunia kerja, misalnya:
- Polisi, TNI, atau petugas keamanan
- Dokter atau perawat
- Guru
- Karyawan kantor
- Teknisi, mekanik, atau pekerja lapangan
Memilih profesi membantu kamu menggambar dengan lebih konsisten. Misalnya, kalau kamu memilih polisi, kamu bisa menambahkan seragam, topi, sepatu boots, dan mungkin posisi tubuh sedang berdiri tegak memberi hormat. Ini memberi kesan bahwa kamu memahami peran, disiplin, dan tanggung jawab.
Selain itu, menggambar orang psikotes kerja dengan profesi yang jelas juga bisa menunjukkan bahwa kamu punya gambaran tentang dunia kerja yang terstruktur, bukan asal menggambar manusia tanpa konteks.
2. Gambar dari Kepala Sampai Kaki: Jangan Terpotong
Salah satu kesalahan paling sering terjadi saat menggambar orang psikotes kerja adalah hanya menggambar setengah badan (misalnya dari dada ke atas) atau memotong bagian kaki. Ini bisa diartikan sebagai:
- Konsep diri yang tidak utuh
- Kurang percaya diri
- Ada bagian diri yang “disembunyikan”
Karena itu, usahakan selalu menggambar manusia utuh dari kepala sampai kaki. Pastikan ada:
- Kepala
- Leher
- Badan (badan atas dan bawah)
- Lengan dan tangan
- Kaki dan telapak kaki
Jangan lupa, telapak kaki dan tangan sebaiknya jelas, bukan hanya garis lurus tanpa bentuk. Kalau kamu menggambar orang psikotes kerja dengan anggota tubuh lengkap, psikolog bisa melihat bahwa kamu cenderung lebih terstruktur dan tidak mengabaikan hal penting.
3. Jaga Proporsi Tubuh dan Simetri
Kamu tidak perlu menguasai anatomi manusia secara detail, tapi ada beberapa prinsip sederhana yang bisa kamu ikuti saat menggambar orang psikotes kerja:
- Kepala jangan terlalu besar atau terlalu kecil dibanding badan.
- Mata sejajar dan tidak terlalu jauh atau terlalu dekat.
- Tangan kanan dan kiri panjangnya kurang lebih sama.
- Kaki kanan dan kiri seimbang, tidak satu besar satu kecil.
- Bahu kiri dan kanan sejajar, tidak miring berlebihan.
Dalam interpretasi psikotes, proporsi yang terlalu aneh bisa dikaitkan dengan:
- Emosi yang tidak stabil
- Konsep diri yang tidak seimbang
- Masalah dalam melihat diri dan lingkungan
Sebaliknya, proporsi yang wajar dan simetris menunjukkan kestabilan, kemampuan berpikir logis, dan kecenderungan untuk bekerja dengan rapi.
Kalau kamu merasa belum terbiasa, kamu bisa berlatih di rumah dengan menggambar orang psikotes kerja berulang kali. Latihan akan membuat tanganmu lebih otomatis, sehingga saat tes kamu tidak perlu berpikir terlalu lama soal proporsi.
4. Lengkapi Detail Penting: Tanda Kamu Teliti
Detail bukan berarti harus rumit. Namun, ada beberapa hal yang sebaiknya tidak kamu lewatkan saat menggambar orang psikotes kerja:
- Rambut (bukan hanya lingkaran polos)
- Alis dan mata yang jelas
- Hidung dan mulut
- Leher (jangan langsung kepala menempel di badan)
- Jari tangan (minimal bentuk jari, bukan hanya “capit” atau bulatan)
- Pakaian yang jelas (baju, celana/rok, sepatu)
- Sedikit lipatan pakaian atau garis lutut/paha untuk menunjukkan bentuk tubuh
Gambar yang lengkap dan rapi sering diartikan sebagai:
- Kamu teliti dan memperhatikan detail
- Kamu cenderung terorganisir
- Kamu serius mengerjakan tugas
Sebaliknya, kalau menggambar orang psikotes kerja dengan banyak bagian yang hilang (misalnya tidak ada telinga, tidak ada jari, atau kaki hanya garis lurus), bisa terbaca sebagai:
- Kurang teliti
- Kurang serius
- Cenderung mengabaikan hal kecil
Bukan berarti satu detail hilang langsung membuatmu gagal, tapi kalau banyak bagian penting hilang, kesannya akan kurang baik.
5. Pilih Ekspresi Wajah yang Natural dan Positif
Wajah adalah pusat perhatian dalam menggambar orang psikotes kerja. Di sini, psikolog bisa melihat:
- Apakah kamu cenderung optimis atau pesimis
- Apakah kamu tampak tegang atau santai
- Apakah kamu terlihat ramah atau tertutup
Kamu tidak perlu menggambar senyum lebar berlebihan, cukup:
- Ekspresi netral atau sedikit tersenyum
- Mata terbuka wajar
- Alis tidak terlalu menukik tajam (yang bisa memberi kesan marah atau cemas)
Hindari:
- Mulut seperti garis lurus menunduk (terlalu sedih)
- Ekspresi terlalu aneh atau menakutkan
- Wajah tanpa ekspresi sama sekali (terlalu datar)
Dengan menggambar orang psikotes kerja yang berwajah natural dan sedikit positif, kamu menunjukkan kesiapan kerja, optimisme, dan kemampuan berinteraksi dengan orang lain.
6. Atur Posisi Tubuh dan Aktivitas: Tunjukkan Kamu Aktif
Selain wajah, posisi tubuh juga sangat penting dalam menggambar orang psikotes kerja. Beberapa pilihan yang aman dan sering direkomendasikan:
- Berdiri tegak menghadap depan, dengan kedua tangan di samping badan atau sedikit terbuka.
- Berdiri sedikit miring, seolah sedang siap bergerak.
- Sedang beraktivitas sesuai profesi, misalnya:
- Polisi sedang memberi hormat
- Guru memegang buku
- Dokter memegang stetoskop
Posisi tubuh yang tegak dan terbuka biasanya diartikan sebagai:
- Ramah
- Percaya diri
- Energik dan siap bekerja
Sebaliknya, posisi tubuh yang tertunduk, meringkuk, atau berbaring bisa diartikan sebagai:
- Cemas
- Menarik diri
- Kurang bersemangat
Karena itu, saat menggambar orang psikotes kerja, bayangkan sosok yang siap bekerja, aktif, dan punya energi positif.
7. Tambahkan Konteks Secukupnya (Opsional, tapi Menarik)
Beberapa peserta suka menambahkan sedikit konteks di sekitar gambar, misalnya:
- Nama tokoh
- Usia
- Pekerjaan
- Hobi
- Kegiatan yang sedang dilakukan
Contoh: Kamu menggambar polisi berdiri tegak, lalu di sampingnya kamu tulis:
Nama: Budi
Usia: 28 tahun
Pekerjaan: Polisi
Hobi: Olahraga
Sifat: Disiplin, tegas, bertanggung jawab
Ini bisa menunjukkan kreativitas dan kemampuanmu mendeskripsikan karakter secara singkat. Namun, jangan sampai konteks yang kamu tulis bertentangan dengan gambar. Misalnya, kamu menulis “disiplin” tapi gambar orangnya tampak berantakan dan malas.
Jika kamu merasa masih sering bingung, di titik ini sebenarnya sangat membantu kalau kamu ikut bimbingan belajar atau kelas persiapan psikotes yang membahas langsung praktik menggambar orang psikotes kerja, sehingga kamu bisa dapat feedback langsung dan tidak hanya menebak-nebak sendiri.
Apa yang Dinilai Psikolog dari Menggambar Orang Psikotes Kerja?

Setelah kamu selesai menggambar, kertasmu tidak hanya dilihat sekilas lalu disimpan. Psikolog dan HRD akan menganalisis beberapa aspek penting. Memahami ini akan membuatmu lebih tenang, karena kamu tahu apa yang sebenarnya mereka cari.
1. Ukuran Gambar Secara Keseluruhan
Ukuran gambar dalam menggambar orang psikotes kerja bisa memberi gambaran tentang kepercayaan diri dan cara kamu memposisikan diri di lingkungan.
- Gambar berukuran cukup besar dan proporsional:
- Sering diartikan sebagai percaya diri, optimis, dan merasa punya tempat di lingkungan.
- Gambar sangat kecil di tengah kertas:
- Bisa diartikan sebagai introvert, kurang percaya diri, atau merasa “kecil” di hadapan lingkungan.
- Namun, kadang juga cocok untuk pekerjaan yang butuh fokus tinggi dan kerja detail.
Bukan berarti kamu harus menggambar super besar sampai memenuhi kertas, tapi usahakan ukurannya wajar: tidak terlalu kecil, tidak terlalu mepet tepi kertas.
2. Bentuk Kepala dan Wajah
Dalam menggambar orang psikotes kerja, kepala dan wajah sering dikaitkan dengan:
- Cara berpikir
- Konsep diri
- Keseimbangan emosi
Beberapa hal yang diperhatikan:
- Kepala proporsional: Menunjukkan kestabilan intelektual dan konsep diri yang seimbang.
- Kepala terlalu besar: Kadang diartikan sebagai ego yang besar atau cenderung narsistik.
- Kepala terlalu kecil: Bisa dikaitkan dengan rasa inferior atau kurang percaya diri.
Leher juga penting. Leher yang digambar wajar menunjukkan keseimbangan antara pikiran dan emosi. Leher yang terlalu besar atau terlalu ditekankan bisa diartikan sebagai temperamen kuat, sedangkan leher yang sangat kecil atau tidak ada sama sekali bisa dikaitkan dengan penolakan terhadap ketergantungan atau kesulitan mengontrol dorongan.
3. Mulut, Leher, dan Area Sekitar
Mulut dan leher dalam menggambar orang psikotes kerja sering dikaitkan dengan:
- Cara berkomunikasi
- Kontrol emosi
- Kebutuhan akan perhatian
Mulut yang digambar wajar dan tidak berlebihan menunjukkan keseimbangan dalam komunikasi. Kalau mulut terlalu ditekankan, terlalu besar, atau diberi garis berulang-ulang, bisa diartikan sebagai:
- Temperamen
- Kecenderungan bicara berlebihan
- Kebutuhan besar akan perhatian
Sebaliknya, mulut yang sangat kecil atau hampir tidak terlihat bisa diartikan sebagai:
- Menahan diri
- Sulit mengekspresikan pendapat
Leher yang normal menunjukkan keseimbangan emosi. Leher yang sangat tebal atau diberi banyak garis bisa mengarah ke interpretasi temperamental, sedangkan leher yang dihilangkan bisa menunjukkan kesulitan menghubungkan pikiran dan perasaan.
4. Lengan dan Tangan
Lengan dan tangan dalam menggambar orang psikotes kerja sering dikaitkan dengan:
- Interaksi sosial
- Inisiatif
- Kesiapan bertindak
Beberapa hal yang dinilai:
- Lengan terbuka atau tangan terlihat aktif:
- Menunjukkan interaksi sosial yang baik, siap bekerja sama, dan tidak menarik diri.
- Lengan sangat pendek, tersembunyi, atau bahkan tidak digambar:
- Bisa diartikan sebagai penarikan diri, kurang inisiatif, atau merasa tidak berdaya.
Tangan yang jelas (ada jari, bentuknya wajar) menunjukkan kamu tidak menghindari tanggung jawab. Tangan yang hanya berupa garis atau disembunyikan di belakang badan bisa menimbulkan interpretasi kurang positif.
5. Posisi Tubuh dan Sikap
Posisi tubuh dalam menggambar orang psikotes kerja memberi gambaran tentang:
- Energi
- Keterbukaan
- Kesiapan menghadapi lingkungan
Posisi tubuh yang tegak, terbuka, dan seimbang biasanya diartikan sebagai:
- Ramah
- Energik
- Siap beradaptasi
Sebaliknya, tubuh yang tertunduk, meringkuk, atau tampak lemas bisa diartikan sebagai:
- Cemas
- Depresi
- Menarik diri
Karena itu, usahakan menggambar sosok yang berdiri tegak, tidak tampak tertekan, dan punya postur yang wajar.
6. Kelengkapan dan Kerapian Detail
Kelengkapan dan kerapian dalam menggambar orang psikotes kerja sangat penting untuk menilai:
- Ketelitian
- Kedisiplinan
- Cara kamu menyelesaikan tugas
Gambar yang lengkap, rapi, dan tidak berantakan biasanya menunjukkan:
- Kamu detail-oriented
- Kamu terorganisir
- Kamu menghargai tugas yang diberikan
Sebaliknya, gambar yang banyak bagian hilang, goresan terlalu kasar, atau tampak terburu-buru bisa diartikan sebagai:
- Kurang teliti
- Kurang sabar
- Tidak maksimal dalam mengerjakan tugas
Perlu diingat, HRD dan psikolog lebih memprioritaskan kestabilan emosi dan kemampuan adaptasi dibanding keindahan gambar. Jadi, fokuslah pada kerapian dan kelengkapan, bukan pada gaya seni.
Mindset dan Tips Relaksasi: Biar Tidak Panik Saat Menggambar Orang Psikotes Kerja

Banyak orang sebenarnya sudah tahu teori menggambar orang psikotes kerja, tapi tetap gagal karena satu hal: panik. Begitu kertas dibagikan, tangan gemetar, pikiran blank, dan akhirnya gambar jadi asal-asalan. Di bagian ini, kita bahas bagaimana menyiapkan mental dan tubuh supaya kamu bisa menggambar dengan tenang.
1. Pahami Bahwa Ini Bukan Tes “Pintar atau Bodoh”
Hal pertama yang perlu kamu tanamkan: menggambar orang psikotes kerja bukan tes untuk mengukur kepintaran. Tes ini lebih ke arah:
- Kecocokan kepribadian dengan pekerjaan
- Kestabilan emosi
- Cara kamu melihat diri dan lingkungan
Artinya, kalau pun suatu saat kamu tidak lolos, itu bukan berarti kamu gagal sebagai manusia. Bisa jadi kamu hanya belum cocok dengan posisi atau budaya perusahaan tersebut. Mindset ini penting supaya kamu tidak merasa “hidup berakhir” hanya karena satu tes.
2. Latihan di Rumah dengan Santai
Seperti halnya tes lain, menggambar orang psikotes kerja juga bisa dilatih. Kamu bisa:
- Sediakan beberapa lembar kertas kosong dan pensil.
- Latih menggambar sosok manusia utuh dari kepala sampai kaki.
- Coba beberapa profesi: polisi, guru, dokter, karyawan kantor.
- Fokus pada proporsi, kelengkapan, dan ekspresi wajah.
Latihan berulang akan membuat otak dan tanganmu punya “template” sendiri. Jadi, saat tes sungguhan, kamu tidak perlu memulai dari nol. Kamu hanya mengulang pola yang sudah sering kamu lakukan.
Kalau perlu, kamu juga bisa menonton video tutorial seperti dari Doni Studio di YouTube yang khusus membahas menggambar orang psikotes kerja untuk TNI atau kerja kantoran. Dari sana, kamu bisa melihat langsung contoh proporsi dan posisi tubuh yang aman.
3. Teknik Napas Singkat Sebelum Mulai Menggambar
Sebelum mulai menggambar orang psikotes kerja, luangkan 30–60 detik untuk menenangkan diri:
- Tarik napas pelan lewat hidung selama 4 hitungan.
- Tahan napas selama 4 hitungan.
- Hembuskan pelan lewat mulut selama 4–6 hitungan.
- Ulangi 3–5 kali.
Teknik sederhana ini bisa:
- Menurunkan detak jantung
- Mengurangi rasa cemas
- Membuat tangan lebih stabil
Dengan tubuh yang lebih rileks, kamu bisa menggambar dengan lebih rapi dan terkontrol.
4. Fokus pada Proses, Bukan Menebak-Nebak Penilaian
Saat menggambar orang psikotes kerja, jangan terlalu sibuk berpikir:
- “Kalau aku gambar begini, nanti dikira apa ya?”
- “Kalau tangannya begini, nanti jelek tidak ya?”
Terlalu banyak menebak justru membuatmu kaku dan tidak natural. Lebih baik:
- Ingat prinsip-prinsip dasar: utuh, proporsional, lengkap, ekspresi natural.
- Kerjakan pelan tapi pasti, jangan terburu-buru.
- Kalau ada garis salah sedikit, jangan panik; lanjutkan dengan tenang.
Psikolog menilai keseluruhan gambar, bukan satu garis yang kurang sempurna.
5. Bangun Mindset “Aku Sedang Menunjukkan Versi Terbaik Diriku”
Daripada berpikir “Aku harus sempurna”, ubah menjadi:
- “Aku mau menunjukkan bahwa aku orang yang stabil, teliti, dan siap kerja.”
- “Gambar ini adalah representasi versi terbaik diriku, bukan diriku yang sedang panik.”
Dengan mindset ini, menggambar orang psikotes kerja jadi terasa seperti kesempatan, bukan ancaman. Kamu jadi lebih tenang dan bisa mengerjakan dengan lebih tulus.
Pada akhirnya, menggambar orang psikotes kerja adalah kombinasi antara pemahaman teknis dan kesiapan mental. Kamu tidak perlu jadi seniman, yang penting kamu mengerti apa yang dinilai, berlatih dengan pola yang tepat, dan menjaga pikiran tetap tenang saat tes berlangsung. Kalau kamu merasa butuh bimbingan lebih terstruktur, mengikuti kelas persiapan psikotes dan live class yang membahas langsung praktik menggambar dan interpretasinya bisa sangat membantu mempercepat proses belajarmu.
Menghadapi psikotes, termasuk menggambar orang psikotes kerja, bukan soal kamu sempurna atau tidak, tapi seberapa siap kamu menunjukkan versi terbaik dirimu. Dengan latihan, pemahaman, dan mindset yang tepat, tes yang dulu terasa menakutkan bisa berubah jadi sesuatu yang kamu hadapi dengan jauh lebih percaya diri. Ingat, setiap lembar kertas kosong adalah kesempatan baru untuk melangkah lebih dekat ke pekerjaan impianmu.
Sumber Referensi
- KITALULUS.COM – Cara Menjawab Psikotes Gambar Orang, Lengkap dengan Contoh dan Tips
- DEALS.COM – Gambar Orang Psikotes: Pengertian, Cara Mengerjakan, dan Tips Lolos
- GAJIHUB.COM – Psikotes Gambar Orang: Pengertian, Contoh, dan Cara Menjawabnya
- APP.KINOBI.AI – Psikotes Gambar Orang: Pengertian, Contoh, dan Tips Mengerjakan
- ID.SCRIBD.COM – Tips & Trick Tes Gambar Orang
Program Premium Psikotes Kerja 2025
“Kami Bantu, Kami Pandu, Kami Bimbing Sampai Amazing!” 🌟
📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi Psikotes Kerja: Temukan aplikasi Psikotes Kerja di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
- Masuk ke Akun Anda: Login ke akun Psikotes Kerja Anda melalui aplikasi atau situs web.


