Location

Kuta, Bali 80225

Call Us

+6281 245 7652

Follow us :

menggambar orang psikotes kerja sering kali jadi momok buat para pencari kerja. Banyak yang cerita, “Tes lain aman, tapi begitu disuruh gambar orang, langsung blank!” Padahal, tes ini hampir selalu muncul di proses rekrutmen perusahaan besar, BUMN, sampai seleksi TNI/Polri. Di tengah persaingan kerja yang makin ketat, gagal hanya karena bingung menggambar orang tentu rasanya sayang sekali, apalagi kalau kamu sebenarnya punya kemampuan dan pengalaman yang bagus.

Kabar baiknya, menggambar orang psikotes kerja bukan soal kamu jago seni atau tidak. Bukan juga soal gambar kamu harus mirip anime, realistis, atau estetik ala ilustrator profesional. Tes ini lebih fokus ke kepribadian, kestabilan emosi, dan bagaimana kamu memandang diri sendiri. Artinya, kamu bisa belajar pola, memahami apa yang dinilai, lalu berlatih sampai tangan dan pikiranmu terbiasa. Dengan cara ini, kamu tidak lagi panik saat kertas kosong dan pensil diletakkan di depanmu.

Di artikel ini, kita akan kupas tuntas apa itu tes gambar orang, apa yang sebenarnya dicari HRD dan psikolog, bagaimana cara menggambar yang “aman” dan profesional, plus tips mindset dan relaksasi supaya kamu tetap tenang. Jadi, kamu tidak hanya tahu “cara menggambar”, tapi juga paham “kenapa harus begitu” dan bagaimana mempersiapkan diri dengan lebih percaya diri.

Baca Juga : Apa Saja Soal Tes Psikotes ? Panduan Lengkap & Strategi Menghadapi

Apa Itu Menggambar Orang Psikotes Kerja dan Kenapa Perusahaan Suka Banget Memakainya?

menggambar orang psikotes kerja

Sebelum membahas teknik, penting untuk memahami dulu apa sebenarnya tujuan menggambar orang psikotes kerja. Tes ini dikenal sebagai Draw-a-Person Test. Dalam seleksi kerja di Indonesia, tes ini sangat populer karena bisa memberikan gambaran cepat tentang kepribadian, emosi, konsep diri, dan kemampuan adaptasi kandidat hanya dari satu gambar manusia di kertas kosong.

Biasanya, instruksi yang kamu terima sangat sederhana, misalnya: “Silakan gambar seseorang. Bebas, bisa laki-laki, perempuan, atau anak-anak. Tidak ada jawaban benar atau salah, gambarlah sesuai imajinasi Anda.” Setelah itu, penguji akan membiarkanmu menggambar tanpa banyak arahan tambahan. Justru dari kebebasan inilah psikolog ingin melihat proyeksi kepribadianmu secara alami.

Nah, di sinilah banyak pencari kerja salah paham. Banyak yang mengira menggambar orang psikotes kerja dinilai dari bagus tidaknya gambar. Padahal, yang dilihat bukan nilai seni, melainkan:

Perusahaan suka menggunakan menggambar orang psikotes kerja karena:

Jadi, kalau kamu pernah gagal seleksi dan merasa “kayaknya gara-gara gambar orang deh”, bukan berarti kamu bodoh atau tidak layak. Bisa jadi hanya karena kamu belum paham cara mengerjakan menggambar orang psikotes kerja dengan tenang dan terarah.

Cara Menggambar Orang Psikotes Kerja yang “Aman”: Langkah Demi Langkah

Sekarang kita masuk ke bagian teknis. Di bagian ini, kita akan bahas cara menggambar orang psikotes kerja secara sistematis, dari memilih karakter sampai detail kecil yang sering dilupakan. Ingat, tujuanmu bukan membuat karya seni, tapi menampilkan sosok yang utuh, proporsional, dan mencerminkan kepribadian yang stabil serta siap kerja.

1. Tentukan Jenis Kelamin dan Profesi Sejak Awal

Begitu kamu diminta menggambar orang psikotes kerja, jangan langsung panik dan asal coret. Ambil beberapa detik untuk menentukan:

Kamu bisa memilih sosok yang dekat dengan dunia kerja, misalnya:

Memilih profesi membantu kamu menggambar dengan lebih konsisten. Misalnya, kalau kamu memilih polisi, kamu bisa menambahkan seragam, topi, sepatu boots, dan mungkin posisi tubuh sedang berdiri tegak memberi hormat. Ini memberi kesan bahwa kamu memahami peran, disiplin, dan tanggung jawab.

Selain itu, menggambar orang psikotes kerja dengan profesi yang jelas juga bisa menunjukkan bahwa kamu punya gambaran tentang dunia kerja yang terstruktur, bukan asal menggambar manusia tanpa konteks.

2. Gambar dari Kepala Sampai Kaki: Jangan Terpotong

Salah satu kesalahan paling sering terjadi saat menggambar orang psikotes kerja adalah hanya menggambar setengah badan (misalnya dari dada ke atas) atau memotong bagian kaki. Ini bisa diartikan sebagai:

Karena itu, usahakan selalu menggambar manusia utuh dari kepala sampai kaki. Pastikan ada:

Jangan lupa, telapak kaki dan tangan sebaiknya jelas, bukan hanya garis lurus tanpa bentuk. Kalau kamu menggambar orang psikotes kerja dengan anggota tubuh lengkap, psikolog bisa melihat bahwa kamu cenderung lebih terstruktur dan tidak mengabaikan hal penting.

3. Jaga Proporsi Tubuh dan Simetri

Kamu tidak perlu menguasai anatomi manusia secara detail, tapi ada beberapa prinsip sederhana yang bisa kamu ikuti saat menggambar orang psikotes kerja:

Dalam interpretasi psikotes, proporsi yang terlalu aneh bisa dikaitkan dengan:

Sebaliknya, proporsi yang wajar dan simetris menunjukkan kestabilan, kemampuan berpikir logis, dan kecenderungan untuk bekerja dengan rapi.

Kalau kamu merasa belum terbiasa, kamu bisa berlatih di rumah dengan menggambar orang psikotes kerja berulang kali. Latihan akan membuat tanganmu lebih otomatis, sehingga saat tes kamu tidak perlu berpikir terlalu lama soal proporsi.

4. Lengkapi Detail Penting: Tanda Kamu Teliti

Detail bukan berarti harus rumit. Namun, ada beberapa hal yang sebaiknya tidak kamu lewatkan saat menggambar orang psikotes kerja:

Gambar yang lengkap dan rapi sering diartikan sebagai:

Sebaliknya, kalau menggambar orang psikotes kerja dengan banyak bagian yang hilang (misalnya tidak ada telinga, tidak ada jari, atau kaki hanya garis lurus), bisa terbaca sebagai:

Bukan berarti satu detail hilang langsung membuatmu gagal, tapi kalau banyak bagian penting hilang, kesannya akan kurang baik.

5. Pilih Ekspresi Wajah yang Natural dan Positif

Wajah adalah pusat perhatian dalam menggambar orang psikotes kerja. Di sini, psikolog bisa melihat:

Kamu tidak perlu menggambar senyum lebar berlebihan, cukup:

Hindari:

Dengan menggambar orang psikotes kerja yang berwajah natural dan sedikit positif, kamu menunjukkan kesiapan kerja, optimisme, dan kemampuan berinteraksi dengan orang lain.

6. Atur Posisi Tubuh dan Aktivitas: Tunjukkan Kamu Aktif

Selain wajah, posisi tubuh juga sangat penting dalam menggambar orang psikotes kerja. Beberapa pilihan yang aman dan sering direkomendasikan:

Posisi tubuh yang tegak dan terbuka biasanya diartikan sebagai:

Sebaliknya, posisi tubuh yang tertunduk, meringkuk, atau berbaring bisa diartikan sebagai:

Karena itu, saat menggambar orang psikotes kerja, bayangkan sosok yang siap bekerja, aktif, dan punya energi positif.

7. Tambahkan Konteks Secukupnya (Opsional, tapi Menarik)

Beberapa peserta suka menambahkan sedikit konteks di sekitar gambar, misalnya:

Contoh: Kamu menggambar polisi berdiri tegak, lalu di sampingnya kamu tulis:

Nama: Budi
Usia: 28 tahun
Pekerjaan: Polisi
Hobi: Olahraga
Sifat: Disiplin, tegas, bertanggung jawab

Ini bisa menunjukkan kreativitas dan kemampuanmu mendeskripsikan karakter secara singkat. Namun, jangan sampai konteks yang kamu tulis bertentangan dengan gambar. Misalnya, kamu menulis “disiplin” tapi gambar orangnya tampak berantakan dan malas.

Jika kamu merasa masih sering bingung, di titik ini sebenarnya sangat membantu kalau kamu ikut bimbingan belajar atau kelas persiapan psikotes yang membahas langsung praktik menggambar orang psikotes kerja, sehingga kamu bisa dapat feedback langsung dan tidak hanya menebak-nebak sendiri.

Apa yang Dinilai Psikolog dari Menggambar Orang Psikotes Kerja?

menggambar orang psikotes kerja

Setelah kamu selesai menggambar, kertasmu tidak hanya dilihat sekilas lalu disimpan. Psikolog dan HRD akan menganalisis beberapa aspek penting. Memahami ini akan membuatmu lebih tenang, karena kamu tahu apa yang sebenarnya mereka cari.

1. Ukuran Gambar Secara Keseluruhan

Ukuran gambar dalam menggambar orang psikotes kerja bisa memberi gambaran tentang kepercayaan diri dan cara kamu memposisikan diri di lingkungan.

Bukan berarti kamu harus menggambar super besar sampai memenuhi kertas, tapi usahakan ukurannya wajar: tidak terlalu kecil, tidak terlalu mepet tepi kertas.

2. Bentuk Kepala dan Wajah

Dalam menggambar orang psikotes kerja, kepala dan wajah sering dikaitkan dengan:

Beberapa hal yang diperhatikan:

Leher juga penting. Leher yang digambar wajar menunjukkan keseimbangan antara pikiran dan emosi. Leher yang terlalu besar atau terlalu ditekankan bisa diartikan sebagai temperamen kuat, sedangkan leher yang sangat kecil atau tidak ada sama sekali bisa dikaitkan dengan penolakan terhadap ketergantungan atau kesulitan mengontrol dorongan.

3. Mulut, Leher, dan Area Sekitar

Mulut dan leher dalam menggambar orang psikotes kerja sering dikaitkan dengan:

Mulut yang digambar wajar dan tidak berlebihan menunjukkan keseimbangan dalam komunikasi. Kalau mulut terlalu ditekankan, terlalu besar, atau diberi garis berulang-ulang, bisa diartikan sebagai:

Sebaliknya, mulut yang sangat kecil atau hampir tidak terlihat bisa diartikan sebagai:

Leher yang normal menunjukkan keseimbangan emosi. Leher yang sangat tebal atau diberi banyak garis bisa mengarah ke interpretasi temperamental, sedangkan leher yang dihilangkan bisa menunjukkan kesulitan menghubungkan pikiran dan perasaan.

4. Lengan dan Tangan

Lengan dan tangan dalam menggambar orang psikotes kerja sering dikaitkan dengan:

Beberapa hal yang dinilai:

Tangan yang jelas (ada jari, bentuknya wajar) menunjukkan kamu tidak menghindari tanggung jawab. Tangan yang hanya berupa garis atau disembunyikan di belakang badan bisa menimbulkan interpretasi kurang positif.

5. Posisi Tubuh dan Sikap

Posisi tubuh dalam menggambar orang psikotes kerja memberi gambaran tentang:

Posisi tubuh yang tegak, terbuka, dan seimbang biasanya diartikan sebagai:

Sebaliknya, tubuh yang tertunduk, meringkuk, atau tampak lemas bisa diartikan sebagai:

Karena itu, usahakan menggambar sosok yang berdiri tegak, tidak tampak tertekan, dan punya postur yang wajar.

6. Kelengkapan dan Kerapian Detail

Kelengkapan dan kerapian dalam menggambar orang psikotes kerja sangat penting untuk menilai:

Gambar yang lengkap, rapi, dan tidak berantakan biasanya menunjukkan:

Sebaliknya, gambar yang banyak bagian hilang, goresan terlalu kasar, atau tampak terburu-buru bisa diartikan sebagai:

Perlu diingat, HRD dan psikolog lebih memprioritaskan kestabilan emosi dan kemampuan adaptasi dibanding keindahan gambar. Jadi, fokuslah pada kerapian dan kelengkapan, bukan pada gaya seni.

Mindset dan Tips Relaksasi: Biar Tidak Panik Saat Menggambar Orang Psikotes Kerja

menggambar orang psikotes kerja

Banyak orang sebenarnya sudah tahu teori menggambar orang psikotes kerja, tapi tetap gagal karena satu hal: panik. Begitu kertas dibagikan, tangan gemetar, pikiran blank, dan akhirnya gambar jadi asal-asalan. Di bagian ini, kita bahas bagaimana menyiapkan mental dan tubuh supaya kamu bisa menggambar dengan tenang.

1. Pahami Bahwa Ini Bukan Tes “Pintar atau Bodoh”

Hal pertama yang perlu kamu tanamkan: menggambar orang psikotes kerja bukan tes untuk mengukur kepintaran. Tes ini lebih ke arah:

Artinya, kalau pun suatu saat kamu tidak lolos, itu bukan berarti kamu gagal sebagai manusia. Bisa jadi kamu hanya belum cocok dengan posisi atau budaya perusahaan tersebut. Mindset ini penting supaya kamu tidak merasa “hidup berakhir” hanya karena satu tes.

2. Latihan di Rumah dengan Santai

Seperti halnya tes lain, menggambar orang psikotes kerja juga bisa dilatih. Kamu bisa:

Latihan berulang akan membuat otak dan tanganmu punya “template” sendiri. Jadi, saat tes sungguhan, kamu tidak perlu memulai dari nol. Kamu hanya mengulang pola yang sudah sering kamu lakukan.

Kalau perlu, kamu juga bisa menonton video tutorial seperti dari Doni Studio di YouTube yang khusus membahas menggambar orang psikotes kerja untuk TNI atau kerja kantoran. Dari sana, kamu bisa melihat langsung contoh proporsi dan posisi tubuh yang aman.

3. Teknik Napas Singkat Sebelum Mulai Menggambar

Sebelum mulai menggambar orang psikotes kerja, luangkan 30–60 detik untuk menenangkan diri:

  1. Tarik napas pelan lewat hidung selama 4 hitungan.
  2. Tahan napas selama 4 hitungan.
  3. Hembuskan pelan lewat mulut selama 4–6 hitungan.
  4. Ulangi 3–5 kali.

Teknik sederhana ini bisa:

Dengan tubuh yang lebih rileks, kamu bisa menggambar dengan lebih rapi dan terkontrol.

4. Fokus pada Proses, Bukan Menebak-Ne­bak Penilaian

Saat menggambar orang psikotes kerja, jangan terlalu sibuk berpikir:

Terlalu banyak menebak justru membuatmu kaku dan tidak natural. Lebih baik:

Psikolog menilai keseluruhan gambar, bukan satu garis yang kurang sempurna.

5. Bangun Mindset “Aku Sedang Menunjukkan Versi Terbaik Diriku”

Daripada berpikir “Aku harus sempurna”, ubah menjadi:

Dengan mindset ini, menggambar orang psikotes kerja jadi terasa seperti kesempatan, bukan ancaman. Kamu jadi lebih tenang dan bisa mengerjakan dengan lebih tulus.

Pada akhirnya, menggambar orang psikotes kerja adalah kombinasi antara pemahaman teknis dan kesiapan mental. Kamu tidak perlu jadi seniman, yang penting kamu mengerti apa yang dinilai, berlatih dengan pola yang tepat, dan menjaga pikiran tetap tenang saat tes berlangsung. Kalau kamu merasa butuh bimbingan lebih terstruktur, mengikuti kelas persiapan psikotes dan live class yang membahas langsung praktik menggambar dan interpretasinya bisa sangat membantu mempercepat proses belajarmu.

Menghadapi psikotes, termasuk menggambar orang psikotes kerja, bukan soal kamu sempurna atau tidak, tapi seberapa siap kamu menunjukkan versi terbaik dirimu. Dengan latihan, pemahaman, dan mindset yang tepat, tes yang dulu terasa menakutkan bisa berubah jadi sesuatu yang kamu hadapi dengan jauh lebih percaya diri. Ingat, setiap lembar kertas kosong adalah kesempatan baru untuk melangkah lebih dekat ke pekerjaan impianmu.

Sumber Referensi

Program Premium Psikotes Kerja 2025

“Kami Bantu, Kami Pandu, Kami Bimbing Sampai Amazing!” 🌟

slider psikotes kerja
Slider_PsikotesKerja (1)
previous arrow
next arrow

📋 Cara Membeli dengan Mudah:

  1. Unduh Aplikasi Psikotes Kerja: Temukan aplikasi Psikotes Kerja di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
  2. Masuk ke Akun Anda: Login ke akun Psikotes Kerja Anda melalui aplikasi atau situs web.

Mau berlatih Soal-soal Psikotes Kerja? Ayoo segera Masuk Grup Latihan Soal-soal Psikotes Kerja Sekarang juga!!