Menggambar orang psikotes yang benar – menjadi salah satu pencarian paling populer bagi peserta seleksi masuk kerja, kedinasan, hingga TNI.
Tes menggambar orang merupakan bagian dari psikotes grafis yang bertujuan melihat aspek kepribadian, cara berpikir, penilaian terhadap diri, hingga kemampuan sosial kandidat.
Walau sering dianggap sederhana, tes ini justru menilai banyak aspek psikologis melalui gambar yang Anda buat.
Karena itu memahami teknik dasar, kesalahan umum, serta aspek psikologis yang dinilai sangat penting agar hasil gambar lebih terstruktur, proporsional, dan mencerminkan kesiapan mental Anda.
Artikel ini memberikan pembahasan lengkap mengenai cara menggambar orang psikotes yang benar, teknik, contoh interpretasi, hingga panduan latihan agar peserta dapat tampil optimal.

Pengertian Tes Menggambar Orang dalam Psikotes
Tes menggambar orang adalah bagian dari tes grafis (projective test) yang digunakan untuk menilai kepribadian dan aspek psikologis peserta. Tes ini biasanya dikenal dengan Draw-A-Person Test (DAP) atau bagian dari tes Wartegg dan BAUM, tergantung lembaga penyelenggara.
Dalam konteks seleksi kerja, tes ini digunakan untuk mengetahui:
- Kematangan emosi
- Kestabilan psikologis
- Penilaian terhadap diri
- Hubungan sosial
- Kepercayaan diri
- Kerapian dan struktur berpikir
- Kemampuan penyelesaian tugas sederhana
Tujuan Tes Menggambar Orang
- Melihat bagaimana peserta mengekspresikan diri melalui gambar.
- Menilai kecenderungan kepribadian seperti dominasi, introversi, dan kontrol diri.
- Mengukur ketelitian dan kemampuan mengikuti instruksi.
- Menilai dinamika emosi dan kestabilan mental.
- Melihat persepsi peserta tentang figur manusia dan lingkungan sosial.
Mengapa Banyak Peserta Gagal?
Banyak peserta gagal bukan karena tidak bisa menggambar, tetapi karena:
- Gambar terlalu sederhana dan tidak proporsional
- Objek tampak terputus-putus
- Ekspresi wajah tidak konsisten
- Bagian tubuh terlewat
- Gambar menunjukkan ketegangan atau ketidakstabilan emosional
- Tidak mengikuti instruksi
- Menghapus terlalu banyak sehingga terlihat ragu
Memahami poin ini membantu peserta membuat gambar lebih baik dan stabil secara psikologis.
Cara Menggambar Orang Psikotes yang Benar
Berikut panduan lengkap dan praktis untuk menghasilkan gambar yang baik, rapi, dan sesuai karakter yang stabil.
Persiapkan Diri Sebelum Menggambar
- Tenangkan diri sebelum mulai.
- Jangan terburu-buru.
- Pegang pensil rileks.
- Pastikan posisi kertas nyaman.
- Jangan langsung membuat gambar besar; atur proporsi.
Menggambar Proporsi Tubuh yang Tepat
Menggambar orang psikotes yang benar harus memperhatikan proporsi tubuh sebagai berikut:
- Tinggi tubuh umumnya 6–7 kepala.
- Kepala digambar bulat atau oval rapi.
- Badan digambar lebih besar dari kepala secara proporsional.
- Lengan bertemu di bahu, tidak langsung di kepala.
- Tangan digambar lengkap dengan jari (minimal 4–5).
- Kaki digambar lurus dan proporsional.
Proporsi yang baik menunjukkan struktur berpikir yang rapi dan stabil.
Gambar Bagian Kepala dengan Baik
- Gambar bentuk kepala rapi, tidak terlalu kecil atau lonjong.
- Tambahkan telinga, mata, hidung, mulut, dan rambut.
- Hindari wajah tanpa ekspresi atau justru terlalu detail.
- Jangan menggambar mata besar berlebihan atau tatapan kosong.
Ekspresi wajah netral menunjukkan kestabilan dan kontrol emosi yang baik.
Gambar Badan Secara Lengkap
Badan menggambarkan kekuatan diri dan kestabilan psikologis. Gunakan langkah berikut:
- Gambar bahu sedikit lebih lebar dari kepala.
- Tambahkan leher agar tidak terkesan kaku.
- Pastikan lengan jatuh secara natural.
- Tambahkan jari secara sederhana namun lengkap.
Tambahkan Kaki dan Posisi Berdiri yang Natural
Kaki menunjukkan arah dan stabilitas. Cara menggambarnya:
- Pastikan kaki tidak menempel seperti satu garis.
- Berikan jarak kecil antara kaki.
- Berikan sedikit bentuk sepatu atau telapak sederhana.
Pose berdiri tegap menilai kepercayaan diri peserta.

Tambahkan Pakaian yang Nyata
Tes menggambar orang psikotes yang benar sebaiknya memiliki pakaian lengkap, seperti:
- Kemeja
- Celana
- Rok (jika menggambar perempuan)
- Jaket
- Sepatu sederhana
Hindari pakaian yang berlebihan seperti:
- Aksesoris banyak
- Seragam tertentu
- Baju robot atau fantasi
Gambar harus natural dan realistis.
Tambahkan Detail yang Wajar
Detail membantu menunjukkan ketelitian, tetapi harus tetap sederhana.
Contoh detail wajar:
- Kancing
- Kerah
- Saku
- Ikat pinggang
Hindari detail berlebihan seperti rambut sangat rumit atau ornamen berlebihan.
Kesalahan yang Harus Dihindari
- Menggambar hanya kepala
- Menggambar terlalu kecil
- Menggambar tanpa tangan
- Menggambar dengan garis putus-putus
- Menggambar tubuh terlalu besar atau kecil
- Menghapus berkali-kali
- Melakukan shading berlebihan
- Menambahkan simbol tidak jelas
- Gambar tidak proporsional
Kesalahan kecil dapat memberikan interpretasi psikologis yang kurang baik.
Contoh Analisis Psikologis pada Gambar Orang
Berikut interpretasi yang umum digunakan psikolog:
Kepala Terlalu Besar
Menunjukkan kecenderungan berpikir berlebihan atau overthinking.
Tangan Tidak Lengkap
Indikasi keraguan, kurang inisiatif, atau kurang percaya diri.
Kaki Kecil dan Tidak Jelas
Menunjukkan kurangnya stabilitas psikologis.
Gambar Terlalu Kaku
Menggambarkan kekakuan dalam berpikir dan berinteraksi sosial.
Gambar Sangat Rapi dan Proporsional
Interpretasi positif: disiplin, terstruktur, stabil secara emosi.
Latihan Menggambar Orang yang Direkomendasikan
- Latihan proporsi tubuh
- Latihan ekspresi wajah
- Latihan posisi tangan dan kaki
- Latihan pakaian sederhana
- Latihan postur berdiri tegap
Latihan membantu gambar menjadi lebih natural dan tidak terlihat dibuat-buat.
baca juga : Tes Psikotes Meliputi Apa Saja ? Panduan Lengkap, Contoh Materi, dan Cara Mempersiapkan Diri
Cara Menjawab Jika Diberi Pertanyaan Setelah Menggambar
Terkadang peserta diberi pertanyaan seperti:
- Siapa orang yang Anda gambar?
- Mengapa Anda memilih figur tersebut?
- Apa pekerjaannya?
- Apa sifat orang itu?
Jawaban yang baik:
- Pilih figur manusia umum, seperti pekerja kantoran atau guru.
- Berikan alasan sederhana.
- Berikan sifat positif yang realistis.
Hindari jawaban yang rumit atau tidak konsisten.
Gambar Laki-Laki dan Perempuan: Apa Perbedaannya?
Beberapa lembaga meminta peserta menggambar dua figur: satu laki-laki dan satu perempuan.
Perbedaannya hanya pada:
- Pakaian
- Rambut
- Detail kecil feminim/ maskulin yang wajar
Pastikan proporsi tetap sama.
Apakah Harus Mirip Orang Asli?
Tidak. Gambar tidak harus realistis atau profesional. Gambar sederhana namun lengkap dan proporsional jauh lebih baik daripada gambar rumit namun tidak stabil.
Langkah-Langkah Menggambar Orang Psikotes yang Benar (Ringkas)
- Mulai dari kepala
- Tambahkan rambut
- Tambahkan leher
- Gambar badan proporsional
- Tambahkan tangan dan jari
- Gambar kaki
- Tambahkan pakaian
- Tambahkan detail sederhana
- Periksa ulang keseluruhan
baca juga : Psikotes yang Sering Muncul di Perusahaan : Panduan Lengkap Agar Lolos Seleksi
Program Premium Psikotes Kerja 2025
“Kami Bantu, Kami Pandu, Kami Bimbing Sampai Amazing!” 🌟
📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi Psikotes Kerja: Temukan aplikasi Psikotes Kerja di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
- Masuk ke Akun Anda: Login ke akun Psikotes Kerja Anda melalui aplikasi atau situs web.




