Psikotes deret gambar menjadi salah satu jenis soal yang membutuhkan ketelitian dan kemampuan melihat pola. Sekilas, gambar yang diberikan mungkin terlihat sederhana. Namun, perubahan kecil pada arah, jumlah, bentuk, ukuran, atau posisi dapat menjadi petunjuk penting untuk menentukan jawaban yang tepat.
Menghadapi latihan soal psikotes deret gambar sebenarnya tidak harus membuat pusing. Kuncinya adalah membiasakan diri mengamati perubahan dari satu gambar ke gambar berikutnya. Semakin sering berlatih, semakin cepat mata mengenali pola sehingga waktu mengerjakan soal juga bisa menjadi lebih singkat.
Baca juga: Contoh Soal Psikotes Kerja, Cara Meningkatkan Peluang Lolos!
Kenali Cara Kerja Deret Gambar
Dalam soal deret gambar, peserta biasanya diberikan beberapa gambar yang tersusun secara berurutan. Salah satu gambar berikutnya dikosongkan dan peserta harus menentukan gambar yang paling tepat untuk melanjutkan pola tersebut.
Pola yang digunakan dapat bermacam-macam. Ada gambar yang berputar, berpindah posisi, bertambah jumlahnya, berubah ukuran, atau berganti bentuk secara teratur. Karena variasinya cukup banyak, jangan mengandalkan hafalan. Biasakan mencari hubungan antara setiap gambar.
Perhatikan Perubahan dari Satu Gambar ke Gambar Berikutnya

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah membandingkan gambar secara berurutan. Perhatikan apa yang berubah dan apa yang tetap.
Jika sebuah bentuk berpindah posisi, ikuti arah pergerakannya. Jika jumlah objek bertambah, hitung perubahan jumlahnya. Cara sederhana ini membantu menemukan aturan sebelum memilih jawaban.
Cari Pola yang Paling Sederhana
Ketika melihat deret gambar yang rumit, jangan langsung mencari pola yang terlalu kompleks. Mulailah dengan kemungkinan paling sederhana.
Periksa apakah bentuknya bertambah, berkurang, berputar, berpindah, atau berganti secara bergantian. Jika satu pola sudah ditemukan, cek kembali pada seluruh deret untuk memastikan aturan tersebut memang konsisten.
Perhatikan Arah dan Rotasi

Arah dan rotasi sering digunakan dalam soal deret gambar. Sebuah panah misalnya dapat berpindah dari atas ke kanan, kemudian ke bawah dan kiri.
Jika perubahan arah terjadi secara teratur, kamu dapat memprediksi posisi berikutnya. Jangan lupa memperhatikan apakah objek berputar searah atau berlawanan arah jarum jam.
Hitung Jumlah Objek
Jumlah bentuk juga bisa menjadi petunjuk. Misalnya, gambar pertama memiliki satu lingkaran, gambar kedua dua lingkaran, dan gambar ketiga tiga lingkaran.
Jika penambahannya konsisten, kemungkinan gambar berikutnya memiliki empat lingkaran. Namun, tetap periksa unsur lain untuk memastikan tidak ada perubahan tambahan.
Perhatikan Bentuk dan Ukuran
Selain jumlah, perubahan bentuk dan ukuran juga perlu diperhatikan. Sebuah pola bisa saja menggunakan bentuk yang sama dengan ukuran yang semakin besar atau semakin kecil.
Ada juga deret yang mengganti bentuk secara berurutan, misalnya lingkaran, segitiga, persegi, kemudian kembali ke lingkaran. Pola seperti ini akan lebih mudah ditemukan jika setiap gambar dibandingkan satu per satu.
Contoh Soal Deret Gambar Sederhana
Berikut contoh latihan soal psikotes deret gambar yang dapat digunakan untuk memahami cara mencari pola.
Contoh Soal Deret Gambar Psikotes
Perhatikan pola gambar berikut dan tentukan gambar yang tepat untuk melanjutkan deret.
Pembahasan Soal Nomor 1
Deret menunjukkan jumlah lingkaran yang terus bertambah satu. Gambar pertama memiliki satu lingkaran, gambar kedua dua, dan gambar ketiga tiga. Jadi, gambar berikutnya adalah empat lingkaran.
Pembahasan Soal Nomor 2
Arah panah bergerak searah jarum jam. Urutannya adalah atas, kanan, bawah, kemudian kiri. Setelah kiri, arah berikutnya kembali ke atas, sehingga jawabannya adalah A.
Pembahasan Soal Nomor 3
Deret menggunakan tiga bentuk yang berulang, yaitu lingkaran, segitiga, dan persegi. Setelah lingkaran dan segitiga muncul kembali, bentuk berikutnya adalah persegi.
Pembahasan Soal Nomor 4
Pola terdiri dari dua bentuk yang bergantian, yaitu kotak hitam dan kotak kosong. Setelah kotak hitam dan kotak kosong muncul secara berurutan, pola berikutnya kembali ke kotak hitam.
Gunakan Pilihan Jawaban untuk Membantu
Pilihan jawaban tidak hanya digunakan pada tahap terakhir. Kamu juga bisa memanfaatkannya untuk mempersempit kemungkinan.
Setelah menemukan pola, lihat pilihan yang tersedia dan singkirkan jawaban yang tidak sesuai. Jika ada dua pilihan yang terlihat hampir sama, periksa kembali detail seperti jumlah, arah, posisi, atau ukuran objek.
Teknik eliminasi cukup berguna ketika pola terlihat sulit dan waktu pengerjaan mulai terbatas.
Jangan Terlalu Lama pada Satu Soal
Kemampuan mengatur waktu sangat penting dalam psikotes. Jika terlalu lama memikirkan satu soal, waktu untuk mengerjakan soal lain bisa berkurang.
Jika sudah mencoba beberapa kemungkinan tetapi belum menemukan pola, lanjutkan ke soal berikutnya apabila aturan tes memungkinkan. Setelah menyelesaikan soal yang lebih mudah, kamu dapat kembali mengerjakan soal yang sebelumnya dilewati.
Latihan dari Mudah ke Sulit
Jangan langsung mengerjakan soal dengan pola yang sangat rumit. Mulailah dari pola sederhana seperti penambahan jumlah, perubahan arah, atau bentuk yang bergantian.
Setelah mulai terbiasa, lanjutkan dengan soal yang memiliki dua perubahan sekaligus. Misalnya, bentuk berputar sambil berpindah posisi. Latihan bertahap akan membuat kemampuan analisis berkembang tanpa terasa terlalu berat.
Catat Kesalahan Saat Berlatih
Setiap jawaban yang salah sebaiknya dijadikan bahan evaluasi. Cari tahu mengapa kamu memilih jawaban tersebut dan bagian mana yang terlewat.
Jika ternyata sering salah karena tidak memperhatikan arah, berikan perhatian lebih pada pola rotasi. Jika sering salah menghitung jumlah objek, lakukan latihan khusus yang berfokus pada jumlah bentuk.
Dengan mencatat kesalahan, latihan berikutnya menjadi lebih terarah.
Gunakan Timer untuk Meningkatkan Kecepatan
Setelah memahami cara mencari pola, mulai gunakan timer. Tujuannya bukan sekadar mengerjakan secepat mungkin, tetapi membiasakan diri mengambil keputusan dalam waktu terbatas.
Awalnya tidak masalah jika membutuhkan waktu lebih lama. Setelah beberapa kali latihan, usahakan waktu pengerjaan perlahan berkurang tanpa membuat jumlah kesalahan meningkat.
Jangan Hanya Mengandalkan Tebakan
Memilih jawaban karena bentuknya terlihat paling mirip bukanlah strategi yang baik. Jawaban yang benar harus mengikuti aturan dari keseluruhan deret.
Sebelum memilih, tanyakan apakah jawabannya sesuai dengan perubahan jumlah, arah, bentuk, ukuran, atau posisi. Jika ada alasan yang jelas, kemungkinan jawaban tersebut benar akan lebih besar.
Jaga Konsentrasi Saat Mengerjakan
Deret gambar membutuhkan perhatian terhadap detail. Ketika konsentrasi menurun, perubahan kecil bisa mudah terlewat.
Saat latihan, berikan jeda setelah beberapa sesi. Belajar dalam kondisi pikiran yang masih segar akan membuat proses menemukan pola menjadi lebih mudah.
Persiapkan Diri Menjelang Psikotes
Menjelang tes, lakukan latihan secara rutin tetapi jangan berlebihan. Fokus pada pola-pola yang paling sering membuat kesalahan dan ulangi strategi yang sudah dipahami.
Tidak perlu menghafalkan semua bentuk soal karena psikotes dapat menggunakan gambar yang berbeda. Yang lebih penting adalah membawa kebiasaan berpikir sistematis saat menghadapi soal.
Baca juga: Dari Bingung Jadi Siap Cara Menghadapi Psikotes Kerja dengan Strategi yang Benar
Mini FAQ
.faq-container {
max-width: 800px;
margin: 20px 0;
font-family: Arial, sans-serif;
}
.faq-container details {
background: #f5f5f5;
margin-bottom: 10px;
border-radius: 6px;
padding: 14px 16px;
cursor: pointer;
border: 1px solid #e0e0e0;
transition: all 0.2s ease;
}
.faq-container summary {
font-weight: 500;
font-size: 16px;
list-style: none;
position: relative;
transition: all 0.2s ease;
}
.faq-container summary::-webkit-details-marker {
display: none;
}
.faq-container summary::before {
content: “▶”;
margin-right: 10px;
color: #0073aa;
transition: all 0.2s ease;
}
.faq-container summary:hover {
color: #0073aa;
}
.faq-container details[open] {
background: #eef6fb;
border-color: #cfe3f3;
}
.faq-container details[open] summary {
color: #0073aa;
font-weight: 600;
}
.faq-container details[open] summary::before {
content: “▼”;
}
.faq-container p {
margin-top: 10px;
font-size: 14px;
color: #333;
line-height: 1.6;
}
Berapa lama ideal latihan soal psikotes deret gambar setiap hari?
Cukup 30 menit sampai 1 jam secara rutin setiap hari sudah efektif, selama fokus dan konsisten latihan dengan variasi soal.
Apakah latihan soal deret gambar penting untuk semua posisi kerja?
Ya, karena deret gambar melatih kemampuan logika visual dan konsentrasi yang dibutuhkan hampir di semua jenis pekerjaan.
Bagaimana jika saya kesulitan memahami pola deret gambar yang kompleks?
Mulailah kembali dari pola dasar, cari tahu setiap perubahan kecil dalam gambar, dan tingkatkan latihan secara bertahap untuk membangun pemahaman.
Apakah psikotes deret gambar sama antara tes online dan offline?
Secara konsep sama, namun pada tes online biasanya ada batas waktu lebih ketat dan harus lebih cepat menyesuaikan diri dengan format digital.
Apakah menghafal pola soal membantu saat menghadapi deret gambar psikotes?
Penghafalan pola terbatas efektivitasnya. Pemahaman pola dan latihan logika yang lebih dianjurkan supaya bisa mengatasi variasi soal yang sulit.
Baca juga: Soal Soal Psikotes : Persiapan HR dan Asesor untuk Sukses Seleksi!
Kesimpulan
Menghadapi latihan soal psikotes deret gambar membutuhkan ketelitian, kemampuan membaca pola, dan pengaturan waktu. Jangan terburu-buru memilih jawaban hanya karena bentuknya terlihat mirip. Bandingkan setiap gambar dan cari perubahan yang terjadi secara konsisten.
Agar semakin terbiasa, mulai latihan dari pola sederhana kemudian tingkatkan kesulitannya secara bertahap. Gunakan contoh soal untuk memahami cara kerja pola, catat kesalahan, gunakan timer, dan manfaatkan pilihan jawaban untuk melakukan eliminasi. Dengan latihan yang rutin, deret gambar yang awalnya terlihat membingungkan akan menjadi lebih mudah dikenali dan dikerjakan.


