Mencari contoh psikotes kerja sebelum mengikuti seleksi dapat membantu pelamar mengenali bentuk tes yang mungkin dihadapi. Psikotes tidak hanya berisi hitungan atau deret angka. Dalam praktik rekrutmen, perusahaan dapat menggunakan tes verbal, numerik, logika, spasial, kepribadian, hingga tes yang mengukur kecepatan dan ketelitian.
Mekari Talenta dalam artikel yang diperbarui pada April 2026 menjelaskan bahwa psikotes digunakan untuk memperoleh informasi mengenai kemampuan kognitif, kepribadian, dan potensi kandidat yang mungkin tidak terlihat hanya melalui CV atau wawancara. Jenis tes yang digunakan juga dapat disesuaikan dengan kompetensi pada posisi tertentu.
Karena setiap perusahaan dapat menggunakan paket asesmen berbeda, contoh soal berikut sebaiknya digunakan untuk mengenali pola dan cara berpikirnya, bukan dianggap sebagai soal yang pasti keluar.
Baca juga: Panduan Rumus Pola Loncat Logika Aritmatika Psikotes Kerja agar Lebih Cepat Menjawab Soal
Jenis Psikotes Kerja yang Sering Ditemui

Mekari Talenta mencantumkan beberapa kategori psikotes yang dapat digunakan dalam proses rekrutmen, mulai dari tes logika, numerik, verbal, tes kepribadian, tes situasional, hingga assessment untuk kemampuan manajerial. Pada contoh soal mereka juga dibahas tes sinonim, antonim, analogi verbal, deret angka, logika aritmatika, silogisme, spasial, EPPS, Draw-A-Person, serta Kraepelin/Pauli.
Namun, jangan menganggap seluruh jenis tersebut pasti diberikan dalam satu seleksi. Psikotes untuk posisi administrasi dapat berbeda dengan posisi finance, sales, teknologi, atau posisi manajerial.
Contoh Psikotes Kerja Verbal
Tes verbal digunakan untuk melihat kemampuan memahami kata, hubungan makna, dan informasi tertulis. Bentuknya dapat berupa sinonim, antonim, maupun analogi.
Contoh Sinonim
Kata yang memiliki arti paling dekat dengan CERMAT adalah…
B. Teliti
C. Berani
D. Tegas
E. Lambat
Jawaban: B. Teliti
Pembahasan:
Cermat berarti memperhatikan sesuatu dengan saksama atau teliti.
Contoh Antonim
Lawan kata dari KONSISTEN adalah…
B. Teratur
C. Berubah-ubah
D. Tetap
E. Seimbang
Jawaban: C. Berubah-ubah
Pembahasan:
Konsisten menggambarkan sesuatu yang relatif tetap atau dilakukan dengan
pola yang sama. Lawan maknanya adalah berubah-ubah.
Contoh Analogi
Dokter : Rumah Sakit = Guru : …
B. Sekolah
C. Buku
D. Murid
E. Kantor
Jawaban: B. Sekolah
Pembahasan:
Hubungannya adalah profesi dengan tempat utama menjalankan pekerjaannya.
Contoh Psikotes Kerja Numerik
Tes numerik digunakan untuk melihat kemampuan mengolah angka serta memahami hubungan matematis. Mekari Talenta memasukkan deret angka dan logika aritmatika sebagai dua bentuk soal kuantitatif yang dapat digunakan dalam psikotes.
Contoh Deret Angka
Perhatikan deret berikut:
7, 14, 28, 56, …
B. 84
C. 98
D. 112
E. 120
Jawaban: D. 112
Pembahasan:
Setiap angka dikalikan dua:
7 × 2 = 14
14 × 2 = 28
28 × 2 = 56
56 × 2 = 112
Contoh Persentase
Sebuah toko menjual 320 produk dalam satu minggu. Sebanyak 25% merupakan produk kategori A. Berapa produk kategori A yang terjual?
B. 70
C. 80
D. 90
E. 100
Jawaban: C. 80
Pembahasan:
25% × 320 = 80
Soal seperti ini tidak membutuhkan rumus rumit, tetapi peserta tetap harus membaca informasi dengan teliti sebelum menghitung.
Contoh Tes Logika dan Penalaran
Tes penalaran mengharuskan peserta menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang tersedia. Mekari Talenta memasukkan silogisme sebagai salah satu contoh tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan menarik kesimpulan logis.
Contoh Silogisme
Semua staf divisi pemasaran mengikuti rapat bulanan.
Dina merupakan staf divisi pemasaran.
Kesimpulan yang tepat adalah…
B. Dina mengikuti rapat bulanan
C. Dina mungkin mengikuti rapat bulanan
D. Dina memimpin rapat bulanan
E. Tidak dapat disimpulkan
Jawaban: B. Dina mengikuti rapat bulanan
Pembahasan:
Pernyataan pertama berlaku untuk seluruh staf pemasaran. Karena Dina termasuk
staf pemasaran, maka ia mengikuti rapat bulanan.
Contoh Tes Spasial
Tes spasial berkaitan dengan kemampuan membayangkan hubungan, posisi, atau perubahan suatu objek. Dalam referensi Mekari Talenta, salah satu bentuknya adalah jaring-jaring bangun ruang yang meminta peserta membayangkan apakah sebuah pola dapat dilipat menjadi objek tiga dimensi.
Bentuk lainnya dapat menggunakan:
- rotasi gambar;
- pencerminan;
- perubahan posisi;
- susunan objek;
- hubungan antarbangun.
Untuk soal berbentuk gambar, peserta perlu memperhatikan perubahan secara bertahap, bukan hanya melihat keseluruhan gambar sekilas.
Contoh Tes Kepribadian
Tes kepribadian berbeda dari tes numerik karena umumnya tidak memiliki satu jawaban yang benar untuk semua peserta.
Pilih pernyataan yang paling menggambarkan dirimu.
B. Saya lebih menikmati pekerjaan yang membutuhkan banyak koordinasi dengan orang lain.
Tidak ada jawaban A atau B yang otomatis lebih baik. Jawaban dianalisis bersama respons lain sesuai instrumen yang digunakan.
Referensi Mekari Talenta menampilkan model EPPS forced choice sebagai salah satu bentuk tes kepribadian, yaitu peserta memilih satu dari dua pernyataan yang paling menggambarkan dirinya.
Karena itu, tidak perlu mencoba menebak jawaban yang dianggap paling disukai perusahaan. Jawab sesuai keadaan diri dan ikuti instruksi tes.
Baca juga: Contoh Soal Psikotes Penalaran Diagram Logika Abstrak dan Cara Menjawabnya
Tes Kraepelin dan Pauli
Kraepelin dan Pauli bukan tes pilihan ganda biasa. Peserta berhadapan dengan banyak angka dan harus melakukan operasi hitung sederhana secara berulang dalam waktu tertentu.
Mekari Talenta menjelaskan tes ini berkaitan dengan kecepatan, ketelitian, konsistensi, dan kemampuan mempertahankan fokus selama pengerjaan.
Contoh sederhana:
8
5
7
4
Peserta menjumlahkan dua angka yang berdekatan sesuai instruksi tes. Aturan arah pengerjaan dan pencatatan hasil harus mengikuti petunjuk penguji karena format Kraepelin dan Pauli tidak sebaiknya dianggap selalu identik.
Bagian ini membuat peserta perlu memperhatikan ritme pengerjaan, bukan sekadar berusaha menjadi paling cepat.
Tes Menggambar dalam Psikotes

Referensi Mekari Talenta juga mencantumkan Draw-A-Person sebagai salah satu bentuk asesmen proyektif yang dapat ditemukan dalam psikotes. Peserta diminta menggambar seseorang sesuai instruksi yang diberikan.
Namun, tidak tepat menyimpulkan bahwa satu bentuk gambar tertentu pasti menunjukkan sifat tertentu. Interpretasi tes gambar sebaiknya dilakukan dalam konteks asesmen secara keseluruhan oleh pihak yang memiliki kompetensi.
Karena itu, jika mendapat tugas menggambar, fokuslah mengikuti instruksi dan menyelesaikan gambar dengan wajar daripada mencari “gambar yang pasti lolos”.
Hal yang Dinilai dari Psikotes Kerja
Psikotes tidak hanya digunakan untuk melihat siapa yang memperoleh nilai tertinggi. Tujuan asesmen bergantung pada instrumen dan posisi yang sedang direkrut.
Berdasarkan Mekari Talenta, psikotes dapat digunakan untuk membantu melihat:
- kemampuan kognitif;
- kemampuan logika;
- kemampuan numerik;
- kemampuan verbal;
- karakteristik kepribadian;
- gaya perilaku;
- respons terhadap situasi pekerjaan;
- potensi kandidat.
Mekari Talenta juga menyarankan hasil psikotes tidak digunakan sebagai satu-satunya dasar keputusan rekrutmen. Hasilnya sebaiknya dipertimbangkan bersama wawancara, pengalaman, referensi, dan informasi kandidat lainnya.
Jumlah Soal dan Durasi Psikotes Kerja
Tidak ada satu jumlah soal psikotes yang berlaku untuk seluruh perusahaan.
Jumlahnya dipengaruhi oleh:
- jenis tes;
- jumlah subtes;
- posisi yang dilamar;
- penyedia asesmen;
- metode online atau tatap muka.
Tes verbal mungkin memiliki puluhan soal, sementara Kraepelin atau Pauli menggunakan angka dalam jumlah sangat banyak. Tes kepribadian juga dapat berisi banyak pernyataan karena penilaiannya menggunakan keseluruhan pola respons.
Karena itu, informasi yang terdapat pada undangan tes dan petunjuk penyelenggara lebih penting dibanding berusaha mencari satu angka pasti mengenai jumlah soal psikotes.
Baca juga: Psikotes Kerja Alfamart Itu Seperti Apa? Ini Tahapan dan Cara Persiapannya
Mini FAQ Psikotes Kerja
Apa contoh psikotes kerja yang sering ditemukan?
Contohnya meliputi tes verbal, numerik, deret angka, penalaran logis, spasial, kepribadian, serta tes ketelitian seperti Kraepelin atau Pauli. Jenis yang digunakan dapat berbeda pada setiap perusahaan.
Apakah semua psikotes memiliki jawaban benar dan salah?
Tidak. Tes kemampuan seperti numerik biasanya memiliki jawaban benar, sedangkan inventori kepribadian menggunakan sistem penilaian berbeda.
Apakah psikotes selalu menggunakan soal pilihan ganda?
Tidak. Kraepelin/Pauli, tes gambar, tes kepribadian, maupun simulasi situasi kerja dapat menggunakan format lain.
Berapa jumlah soal psikotes kerja?
Tidak ada angka yang berlaku universal. Jumlah soal ditentukan berdasarkan jenis asesmen dan penyelenggara.
Apakah soal psikotes setiap perusahaan sama?
Tidak. Perusahaan dapat memilih tes yang sesuai dengan kemampuan dan karakteristik yang dibutuhkan pada posisi tertentu.
Kesimpulan
Contoh psikotes kerja dapat terdiri dari tes sinonim, antonim, analogi, deret angka, aritmatika, silogisme, spasial, kepribadian, tes gambar, hingga Kraepelin atau Pauli. Mekari Talenta juga menekankan bahwa psikotes digunakan untuk mendapatkan informasi mengenai kemampuan dan potensi kandidat yang tidak selalu terlihat dari CV atau wawancara.
Karena jenis tes setiap perusahaan dapat berbeda, contoh soal sebaiknya digunakan untuk memahami bentuk dan cara berpikir yang dibutuhkan. Perhatikan instruksi, bedakan tes kemampuan dengan asesmen kepribadian, serta jangan menganggap satu jenis soal pasti muncul pada seluruh proses rekrutmen.


