Kraepelin Test: Cara Mengerjakan, Contoh Soal, Penilaian, dan Bedanya dengan Tes Pauli

kraepelin test

Kraepelin Test merupakan salah satu tes berbasis angka yang dikenal dalam proses psikotes kerja. Bentuknya berupa kolom-kolom angka yang harus dijumlahkan secara berulang dalam batas waktu tertentu. Tantangan utamanya bukan matematika yang rumit, melainkan kemampuan mempertahankan perhatian, ketelitian, kecepatan, dan ritme pengerjaan ketika menghadapi tugas repetitif. Referensi Glints menjelaskan bahwa peserta menjumlahkan dua angka yang berdekatan dan mengikuti instruksi perpindahan selama tes.

Karena tampilannya mirip dengan Tes Pauli, keduanya sering dianggap sebagai tes yang sama. Padahal, terdapat perbedaan pada arah pengerjaan dan instruksi yang diberikan. Memahami mekanisme Kraepelin Test sejak awal akan membantu kamu berlatih dengan lebih tepat, terutama dalam menentukan angka yang harus ditulis, kapan berpindah kolom, serta bagaimana menjaga kecepatan agar tidak turun drastis selama tes.

Kraepelin Test Itu Apa

Kraepelin Test merupakan psikotes angka yang menggunakan kumpulan angka satu digit yang tersusun dalam banyak baris dan kolom.

Dalam format yang dijelaskan Glints, lembar Kraepelin terdiri dari 45 kolom dan 60 baris, dengan angka 0–9 yang disusun secara acak. Tugas peserta adalah menjumlahkan dua angka yang berdekatan dalam batas waktu yang diberikan.

Tes ini sering disebut bersama dengan psikotes koran karena lembar angkanya terlihat padat seperti halaman surat kabar.

Namun, Kraepelin berbeda dari soal deret angka.

Jika soal deret seperti:

2, 4, 8, 16, …

meminta peserta menemukan pola angka berikutnya, Kraepelin tidak meminta pencarian pola matematika. Peserta justru melakukan penjumlahan sederhana secara berulang.

Seperti Apa Bentuk Kraepelin Test

Secara sederhana, peserta akan melihat angka dalam susunan vertikal seperti:

7
4
8
6
9
3

Kemudian dua angka yang berdekatan dijumlahkan.

Dalam pengerjaan, apabila hasilnya memiliki dua digit, biasanya yang dituliskan hanyalah digit terakhir atau satuannya.

Misalnya:

7 + 4 = 11 → tulis 1

4 + 8 = 12 → tulis 2

8 + 6 = 14 → tulis 4

6 + 9 = 15 → tulis 5

9 + 3 = 12 → tulis 2

Jadi peserta tidak perlu menuliskan angka 11, 12, 14, atau 15 secara lengkap.

Cara Mengerjakan Kraepelin Test

Dalam penjelasan Glints, Kraepelin Test dikerjakan dari bawah ke atas. Pada interval tertentu, peserta mendapat instruksi “pindah” dan harus segera beralih ke kolom berikutnya. Referensi tersebut menyebut aba-aba pindah setiap sekitar 30 detik.

Namun, ketika mengikuti tes sebenarnya, instruksi pengawas atau sistem tes tetap menjadi acuan utama karena prosedur administrasi dapat disesuaikan penyelenggara.

Sebagai ilustrasi, jika terdapat:

8
4
7
9
6

dan pengerjaan dilakukan dari bawah ke atas, maka peserta mulai dari pasangan angka bagian bawah.

6 + 9 = 15 → tulis 5

9 + 7 = 16 → tulis 6

7 + 4 = 11 → tulis 1

4 + 8 = 12 → tulis 2

Prinsipnya sederhana, tetapi harus dilakukan berkali-kali sambil tetap mengikuti aba-aba perpindahan.

Contoh Soal Kraepelin Test

Berikut latihan sederhana untuk memahami mekanismenya. Contoh ini dibuat sebagai latihan dan bukan item resmi Kraepelin Test.

Contoh 1

Deretan:

7 – 3 – 8 – 5 – 9

Perhitungan:

7 + 3 = 10 → 0
3 + 8 = 11 → 1
8 + 5 = 13 → 3
5 + 9 = 14 → 4

Hasil: 0 – 1 – 3 – 4

Contoh 2

9 – 6 – 4 – 8 – 7

Perhitungan:

9 + 6 = 15 → 5
6 + 4 = 10 → 0
4 + 8 = 12 → 2
8 + 7 = 15 → 5

Hasil: 5 – 0 – 2 – 5

Contoh 3

5 – 8 – 9 – 4 – 6

Perhitungan:

5 + 8 = 13 → 3
8 + 9 = 17 → 7
9 + 4 = 13 → 3
4 + 6 = 10 → 0

Hasil: 3 – 7 – 3 – 0

Contoh 4

6 – 4 – 7 – 8 – 5

Perhitungan:

6 + 4 = 10 → 0
4 + 7 = 11 → 1
7 + 8 = 15 → 5
8 + 5 = 13 → 3

Hasil: 0 – 1 – 5 – 3

Contoh 5

8 – 5 – 3 – 9 – 6

Perhitungan:

8 + 5 = 13 → 3
5 + 3 = 8 → 8
3 + 9 = 12 → 2
9 + 6 = 15 → 5

Hasil: 3 – 8 – 2 – 5

Contoh 6

4 – 9 – 6 – 2 – 8

Perhitungan:

4 + 9 = 13 → 3
9 + 6 = 15 → 5
6 + 2 = 8 → 8
2 + 8 = 10 → 0

Hasil: 3 – 5 – 8 – 0

Contoh 7

3 – 7 – 5 – 8 – 4

Perhitungan:

3 + 7 = 10 → 0
7 + 5 = 12 → 2
5 + 8 = 13 → 3
8 + 4 = 12 → 2

Hasil: 0 – 2 – 3 – 2

Contoh 8

2 – 8 – 6 – 5 – 9

Perhitungan:

2 + 8 = 10 → 0
8 + 6 = 14 → 4
6 + 5 = 11 → 1
5 + 9 = 14 → 4

Hasil: 0 – 4 – 1 – 4

Contoh 9

7 – 9 – 4 – 3 – 8

Perhitungan:

7 + 9 = 16 → 6
9 + 4 = 13 → 3
4 + 3 = 7 → 7
3 + 8 = 11 → 1

Hasil: 6 – 3 – 7 – 1

Contoh 10

8 – 2 – 7 – 6 – 5

Perhitungan:

8 + 2 = 10 → 0
2 + 7 = 9 → 9
7 + 6 = 13 → 3
6 + 5 = 11 → 1

Hasil: 0 – 9 – 3 – 1

Ketika sudah memahami konsepnya, latihan dapat diperpanjang menjadi puluhan angka dan beberapa kolom agar lebih mendekati tantangan konsentrasi sebenarnya.

Apa yang Dinilai dari Kraepelin Test

Kraepelin Test tidak hanya melihat apakah seseorang mampu melakukan penjumlahan sederhana.

Glints menjelaskan beberapa aspek yang diperhatikan dalam tes tersebut, termasuk daya tahan, kemauan, pengendalian dalam menghadapi tekanan tugas, penyesuaian diri, dan kestabilan dalam bekerja.

Secara praktis, pola pengerjaan dapat memberikan informasi mengenai bagaimana peserta mempertahankan:

kecepatan, ketelitian, perhatian, konsistensi, dan performa selama tugas repetitif.

Karena itulah mengejar jumlah pengerjaan sebanyak mungkin tanpa memperhatikan kesalahan bukan pendekatan yang ideal.

Hasil Kraepelin Hanya Dilihat dari Jumlah yang Benar

Tidak sesederhana itu.

Referensi Glints menekankan bahwa Kraepelin digunakan untuk melihat perhatian dalam periode tertentu dan bagaimana peserta mempertahankan pengerjaan ketika berada dalam keterbatasan waktu.

Dalam penggunaan psikologis, hasil tes harus diinterpretasikan berdasarkan prosedur, norma, dan sistem skoring yang digunakan oleh penyelenggara atau profesional yang berwenang.

Karena itu, tidak ada dasar universal untuk mengatakan:

“Harus mengerjakan 40 angka per kolom agar lolos.”

atau:

“Grafik harus selalu naik supaya diterima.”

Kriteria seleksi juga dapat berbeda antarperusahaan.

Perbedaan Kraepelin Test dan Tes Pauli

Keduanya memang terlihat sangat mirip karena sama-sama melibatkan penjumlahan angka berulang.

Namun, Glints menjelaskan perbedaannya seperti berikut.

AspekKraepelin TestTes Pauli
BentukDeretan angkaDeretan angka
AktivitasPenjumlahan berulangPenjumlahan berulang
Arah yang dijelaskan GlintsBawah ke atasAtas ke bawah
Aba-aba“Pindah”“Garis”
Saat aba-abaBeralih ke kolom berikutnyaMembuat garis lalu melanjutkan pengerjaan
TantanganKecepatan, perhatian, konsistensiKonsistensi, perhatian, ketahanan pengerjaan

Jadi, jangan hanya melihat tampilan lembar soal. Cara mengikuti instruksi merupakan bagian penting dari tes.

Berapa Lama Kraepelin Test Dikerjakan

Tidak ada satu durasi yang sebaiknya dianggap berlaku untuk seluruh Kraepelin Test di semua perusahaan.

Yang lebih penting adalah mengetahui bahwa tes dilakukan dalam interval waktu singkat per kolom. Dalam format yang dijelaskan Glints, peserta menerima instruksi pindah setiap 30 detik.

Karena itu, peserta tidak disarankan mencoba menyelesaikan seluruh kolom sebelum aba-aba.

Saat mendengar instruksi pindah, ikuti instruksi tersebut dan lanjut ke kolom berikutnya.

Cara Berlatih Kraepelin Test

Latihan paling sederhana adalah membiasakan otak melakukan penjumlahan angka satu digit tanpa berpikir terlalu lama.

Mulailah dengan:

7 + 8 = 15 → 5

9 + 6 = 15 → 5

8 + 4 = 12 → 2

5 + 7 = 12 → 2

Setelah mulai otomatis, buat deretan angka yang lebih panjang.

Kemudian gunakan timer untuk membangun ritme pengerjaan. Glints juga menyarankan latihan sebelum tes agar peserta terbiasa dengan format dan mampu mempertahankan fokus.

Namun, jangan langsung mengejar kecepatan maksimal.

Tahap latihan yang lebih efektif adalah:

akurasi → kestabilan → kecepatan.

Jika masih banyak salah hitung, naiknya kecepatan justru tidak terlalu membantu.

Jaga Ritme, Jangan Terlalu Cepat di Awal

Salah satu godaan terbesar ketika mengerjakan Kraepelin adalah langsung bekerja secepat mungkin sejak kolom pertama.

Cara tersebut dapat membuat ritme cepat turun karena kelelahan.

Referensi Glints juga menekankan pentingnya fokus, ketelitian, dan konsistensi. Bahkan ketika mencoba mempercepat perhitungan, peserta tetap disarankan menyesuaikannya dengan kemampuan masing-masing.

Lebih baik memiliki ritme yang cukup cepat dan dapat dipertahankan daripada sangat cepat pada beberapa kolom pertama lalu melakukan banyak kesalahan di bagian berikutnya.

Kesalahan yang Perlu Dihindari

Kesalahan pertama adalah menulis seluruh hasil penjumlahan. Jika 8 + 7 = 15 dan instruksinya meminta angka satuan, tuliskan 5, bukan 15.

Kesalahan berikutnya adalah kehilangan posisi. Karena angka sangat banyak dan tampilannya serupa, mata dapat berpindah ke baris yang salah jika konsentrasi terpecah.

Peserta juga perlu menghindari berhenti terlalu lama karena satu kesalahan kecil. Jika prosedur tes mengharuskan terus bergerak mengikuti waktu, jangan sampai satu perhitungan menghabiskan terlalu banyak perhatian.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah mendengarkan aba-aba. Glints secara khusus menekankan agar peserta fokus terhadap instruksi sehingga tidak terlambat berpindah kolom.

Mini FAQ Kraepelin Test

Apa itu Kraepelin Test?

Kraepelin Test adalah tes berbasis penjumlahan angka berulang yang digunakan dalam asesmen psikologis dan dikenal dalam proses psikotes kerja.

Bagaimana cara mengerjakan Kraepelin Test?

Peserta menjumlahkan dua angka yang berdekatan dan menuliskan hasil sesuai ketentuan tes. Dalam format yang dijelaskan Glints, pengerjaan berlangsung dari bawah ke atas dan peserta berpindah kolom setelah mendapat aba-aba.

Apakah Kraepelin Test sama dengan Pauli?

Tidak sepenuhnya. Keduanya menggunakan penjumlahan angka, tetapi berbeda pada arah dan instruksi pengerjaan.

Apakah semua angka harus selesai dikerjakan?

Tidak. Kraepelin merupakan speed test dengan banyak item dan waktu terbatas, sehingga peserta tidak diharapkan menyelesaikan seluruh angka.

Berapa detik setiap kolom Kraepelin?

Artikel Glints menjelaskan aba-aba pindah diberikan setiap sekitar 30 detik pada format yang dibahasnya. Pada tes sebenarnya, tetap ikuti instruksi penyelenggara.

Apakah ada passing grade Kraepelin Test?

Tidak ada satu angka kelulusan universal yang dapat digunakan untuk semua perusahaan. Interpretasi bergantung pada metode asesmen dan kriteria penyelenggara.

Bagaimana agar cepat mengerjakan Kraepelin?

Biasakan penjumlahan satu digit, gunakan timer saat latihan, pertahankan ritme, dan tingkatkan kecepatan setelah akurasi cukup stabil.

Kesimpulan

Kraepelin Test menggunakan tugas penjumlahan angka sederhana yang dilakukan berulang di bawah batas waktu. Dalam format yang dijelaskan Glints, lembar terdiri dari banyak kolom angka, pengerjaan dilakukan dari bawah ke atas, dan peserta berpindah kolom setelah mendapat aba-aba. Karena itu, tantangan tes bukan terletak pada rumus matematika rumit, tetapi pada kemampuan mempertahankan perhatian dan performa selama pengerjaan.

Persiapan paling berguna adalah membiasakan penjumlahan satu digit, memahami aturan penulisan hasil, berlatih dengan timer, dan menjaga ritme agar tidak terlalu cepat di awal. Jangan berusaha membuat grafik tertentu atau mengejar jumlah pengerjaan berdasarkan “standar lolos” yang beredar di internet karena tidak ada satu passing grade yang berlaku untuk seluruh perusahaan.

Bagikan :

Artikel Terbaru Lainnya :