Dalam proses seleksi kerja, psikotes tidak hanya mencakup tes numerik, verbal, dan logika, tetapi juga dapat menggunakan tes gambar pohon psikotes. Peserta biasanya diminta menggambar sebuah pohon pada media yang disediakan sebagai salah satu metode untuk memahami karakter dan cara seseorang mengekspresikan diri.
Memahami tujuan dan aturan umum gambar pohon psikotes dapat membantu peserta lebih siap mengikuti seleksi. Namun, hasil gambar biasanya tidak menjadi satu-satunya penilaian, melainkan digunakan bersama hasil psikotes lainnya.
Baca juga: Cara Jawab Tes PAPI Kostick untuk Fresh Graduate dan Pencari Kerja
Mengenal Gambar Pohon Psikotes

Gambar pohon psikotes merupakan salah satu bentuk tes psikologi yang meminta peserta membuat gambar pohon sesuai instruksi penguji.
Dalam proses seleksi kerja, tes ini biasanya menjadi bagian dari psikotes bersama dengan jenis tes lainnya seperti:
- tes numerik;
- tes verbal;
- tes logika;
- tes kemampuan dasar;
- tes kepribadian.
Psikotes sendiri bertujuan membantu perusahaan mendapatkan gambaran mengenai karakter, pola berpikir, serta kecenderungan perilaku kandidat.
Berbeda dengan tes akademik yang memiliki jawaban benar atau salah, gambar pohon psikotes lebih melihat bagaimana peserta membuat sebuah representasi visual berdasarkan instruksi yang diberikan.
Tujuan Tes Gambar Pohon Psikotes
Banyak peserta mengira tes ini hanya menilai kemampuan menggambar. Padahal, tujuan utamanya bukan mencari gambar yang paling indah.
Beberapa tujuan penggunaan gambar pohon psikotes antara lain:
Melihat Cara Peserta Mengekspresikan Diri
Cara seseorang menggambarkan objek dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana ia mengekspresikan ide dan pikirannya.
Hal yang diperhatikan bukan sekadar estetika gambar, tetapi bagaimana peserta menyusun elemen dalam gambar secara keseluruhan.
Mengetahui Karakter dan Kecenderungan Perilaku
Dalam psikotes kerja, perusahaan membutuhkan informasi tambahan mengenai karakter kandidat.
Gambar pohon dapat menjadi salah satu alat bantu untuk melihat aspek tertentu seperti:
- cara menghadapi situasi;
- kestabilan emosi;
- rasa percaya diri;
- pola interaksi.
Namun, hasil interpretasi tetap harus dilihat bersama hasil tes lainnya.
Mengukur Ketelitian dan Kesiapan Mengikuti Instruksi
Dalam tes kerja, kemampuan mengikuti arahan menjadi hal penting.
Peserta perlu memperhatikan:
- instruksi penguji;
- batas waktu;
- ketentuan pengerjaan.
Kesalahan kecil seperti tidak mengikuti instruksi dapat memengaruhi penilaian secara keseluruhan.
Baca juga: Cara Efektif Menghadapi Tes CCIT Alfamart dalam Seleksi Kerja
Yang Dinilai dari Gambar Pohon Psikotes
Penilaian gambar pohon biasanya tidak hanya melihat satu bagian saja. Beberapa aspek yang sering diperhatikan antara lain:
Struktur Gambar
Penguji dapat memperhatikan bagaimana peserta menyusun bentuk pohon secara keseluruhan.
Misalnya:
- posisi pohon pada kertas;
- keseimbangan gambar;
- proporsi antarbagian.
Bagian Pohon yang Digambar
Elemen seperti:
- batang;
- akar;
- cabang;
- daun;
- bentuk keseluruhan pohon
dapat menjadi bagian yang diamati dalam proses interpretasi psikologis.
Namun, tidak ada satu bentuk gambar yang secara otomatis menentukan hasil seseorang karena penilaian dilakukan berdasarkan keseluruhan konteks.
Kerapian dan Konsistensi
Kerapian menunjukkan bagaimana peserta mengelola proses pengerjaan.
Hal yang dapat diperhatikan:
- garis yang dibuat;
- kesungguhan dalam menyelesaikan gambar;
- konsistensi bentuk.
Cara Mengerjakan Gambar Pohon Psikotes
Agar lebih siap menghadapi tes, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan.
Pahami Instruksi Sebelum Menggambar
Hal pertama yang harus dilakukan adalah membaca atau mendengarkan instruksi dengan baik.
Jangan langsung menggambar sebelum memahami:
- jenis pohon yang diminta;
- batas waktu;
- aturan tambahan dari penguji.
Pilih Pohon yang Mudah Digambar
Dalam tes ini, peserta tidak perlu membuat gambar pohon yang rumit.
Pilih bentuk pohon yang:
- mudah dibuat;
- memiliki struktur jelas;
- dapat diselesaikan dalam waktu yang tersedia.
Fokus utama bukan kemampuan seni, tetapi bagaimana kamu menyelesaikan instruksi dengan baik.
Atur Komposisi pada Kertas
Sebelum mulai menggambar, perhatikan posisi gambar.
Usahakan:
- ukuran gambar tidak terlalu kecil;
- tidak memenuhi seluruh halaman secara berlebihan;
- memiliki komposisi yang seimbang.
Kerjakan dengan Tenang
Rasa panik dapat membuat peserta terburu-buru dan kehilangan fokus.
Tetap perhatikan:
- waktu pengerjaan;
- detail gambar;
- instruksi awal.
Contoh Instruksi Gambar Pohon Psikotes

Dalam beberapa tes, instruksi yang diberikan dapat berupa:
“Gambarlah sebuah pohon berkayu yang memiliki batang dan bagian lainnya pada kertas yang tersedia.”
Setelah selesai menggambar, peserta terkadang juga dapat diminta menjelaskan:
- jenis pohon yang dibuat;
- alasan memilih pohon tersebut;
- makna dari gambar.
Karena itu, penting untuk membuat gambar yang dapat dijelaskan secara sederhana.
Contoh Soal Gambar Pohon Psikotes dan Instruksinya
| No. | Instruksi | Fokus / Hal yang Perlu Diperhatikan |
|---|---|---|
| 1 | Gambarlah satu pohon berkayu lengkap dengan batang, cabang, dan daun pada kertas yang tersedia. | Melatih peserta membuat gambar dengan struktur lengkap sesuai instruksi. |
| 2 | Gambarkan sebuah pohon yang memiliki akar, batang, cabang, dan daun. | Pastikan seluruh bagian pohon terlihat jelas dan tidak hanya membuat bentuk sederhana. |
| 3 | Gambarlah pohon yang menurut Anda paling mudah dikenali oleh orang lain. | Waktu pengerjaan 10 menit. Fokus pada kemampuan mengatur waktu dan membuat gambar yang jelas. |
| 4 | Buatlah gambar satu pohon yang memiliki batang besar dan cabang yang terlihat. | Utamakan mengikuti instruksi dibanding membuat gambar yang rumit. |
| 5 | Gambarlah sebuah pohon buah yang Anda kenal. Kemudian tuliskan nama pohon dan alasan memilihnya. | Latihan membuat gambar sekaligus memberikan penjelasan sederhana mengenai pilihan gambar. |
| 6 | Gambarkan pohon tanpa menggunakan penggaris atau alat bantu lainnya. | Melatih kemampuan menggambar secara spontan sesuai arahan. |
| 7 | Buat gambar pohon yang memenuhi sebagian area kertas dengan ukuran yang proporsional. | Jangan terlalu kecil dan jangan memenuhi seluruh halaman. |
| 8 | Gambarkan sebuah pohon yang memiliki banyak cabang dan daun. Setelah selesai, jelaskan jenis pohon yang dibuat. | Latihan membuat gambar dengan bagian yang jelas dan mampu menjelaskan hasil gambar. |
| 9 | Buatlah gambar pohon yang terlihat lengkap dari bagian bawah hingga atas. | Perhatikan bagian dasar pohon, batang, percabangan, dan daun. |
| 10 | Gambarlah satu pohon dalam waktu maksimal 5 menit. | Melatih kecepatan dan kemampuan menyelesaikan tugas dengan batas waktu. |
| 11 | Gambarkan pohon yang tumbuh di lingkungan alami. Kemudian jawab mengapa memilih bentuk pohon tersebut. | Latihan membuat gambar dan memberikan alasan atas pilihan yang dibuat. |
| 12 | Buatlah gambar pohon yang memiliki bentuk batang dan cabang yang jelas. | Hindari gambar yang hanya berupa garis sederhana atau bentuk yang sulit dikenali sebagai pohon. |
| 13 | Gambarlah sebuah pohon yang memiliki bagian akar terlihat. | Membiasakan peserta memperhatikan seluruh instruksi yang diberikan. |
| 14 | Buat gambar pohon dengan komposisi yang seimbang pada kertas. | Perhatikan posisi gambar, ukuran gambar, dan kerapian. |
| 15 | Gambarkan pohon yang paling menggambarkan sebuah pohon dewasa. Setelah selesai, tuliskan nama pohon dan usia perkiraannya. | Latihan membuat gambar sekaligus memberikan keterangan pendukung. |
| 16 | Buatlah gambar pohon dengan cabang dan daun yang terlihat jelas. Kemudian jelaskan bagian yang paling mudah digambar. | Melatih kemampuan menyelesaikan gambar dan memberikan penjelasan sederhana. |
| 17 | Gambarlah pohon sesuai imajinasi Anda, tetapi tetap harus terlihat seperti pohon. | Melatih kreativitas dengan tetap mengikuti batas instruksi. |
| 18 | Gambarkan sebuah pohon yang berada pada lingkungan tertentu, seperti taman, halaman rumah, atau alam terbuka. | Latihan menggambarkan pohon sesuai konteks lingkungan yang dipilih. |
| 19 | Buat gambar pohon menggunakan waktu terbatas selama 15 menit. | Setelah selesai, periksa kembali apakah gambar sudah memiliki bagian utama pohon. |
| 20 | Gambarlah satu pohon lengkap kemudian berikan deskripsi singkat mengenai gambar tersebut. |
Nama pohon: …….. Alasan memilih pohon: …….. Deskripsi gambar: …….. |
Baca juga: Soal Tes Potensi Akademik Ungkap Kunci Sukses Karier Anda!
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Tes Gambar Pohon
Terlalu Fokus Membuat Gambar Bagus
Kesalahan umum peserta adalah menganggap tes ini seperti lomba menggambar.
Padahal, yang dinilai bukan kemampuan seni, tetapi bagaimana peserta merespons instruksi dan menghasilkan gambar.
Menggambar Terlalu Lama
Waktu psikotes biasanya terbatas.
Jika terlalu lama memperbaiki detail kecil, peserta dapat kehilangan waktu untuk tahap lain.
Mengikuti Contoh Internet Secara Persis
Banyak peserta mencari contoh gambar pohon psikotes kemudian menirunya.
Namun, terlalu bergantung pada contoh dapat membuat hasil gambar tidak alami.
Lebih baik memahami konsep dasar dan mengerjakan sesuai instruksi.
Tidak Berlatih Psikotes Secara Keseluruhan
Gambar pohon hanya salah satu bagian dari psikotes.
Seleksi kerja juga dapat mencakup:
- tes numerik;
- tes verbal;
- tes logika;
- wawancara.
Tahapan seleksi kerja umumnya dimulai dari screening CV, psikotes, wawancara, hingga medical check-up atau offering tergantung kebijakan perusahaan.
Tips Persiapan Menghadapi Gambar Pohon Psikotes
Latihan Mengikuti Instruksi
Biasakan mengerjakan latihan dengan batas waktu agar terbiasa menghadapi kondisi tes.
Pelajari Jenis Psikotes Lain
Selain gambar pohon, pelamar juga perlu memahami jenis tes lain seperti:
- deret angka;
- sinonim dan antonim;
- logika gambar;
- tes kepribadian.
Mini FAQ
Apa itu gambar pohon psikotes?
Gambar pohon psikotes adalah salah satu jenis tes psikologi yang meminta peserta menggambar pohon sebagai bagian dari proses penilaian psikologis dalam seleksi.
Apakah gambar pohon psikotes menentukan seseorang diterima kerja?
Tidak secara tunggal. Hasil tes biasanya menjadi salah satu pertimbangan bersama dengan tahap seleksi lainnya.
Apakah harus pandai menggambar untuk mengerjakan tes ini?
Tidak. Tes ini bukan untuk mencari peserta dengan kemampuan seni terbaik.
Pohon seperti apa yang harus digambar saat psikotes?
Ikuti instruksi penguji. Buat gambar yang jelas, rapi, dan dapat diselesaikan dalam waktu yang tersedia.
Apakah gambar pohon psikotes ada jawaban benar dan salah?
Tidak seperti tes akademik. Penilaian dilakukan melalui interpretasi psikologis berdasarkan keseluruhan hasil.
Kesimpulan
Gambar pohon psikotes merupakan salah satu bagian dari psikotes kerja yang dapat memberikan gambaran tambahan mengenai cara peserta merespons instruksi dan mengekspresikan diri. Tes ini bukan untuk menilai kemampuan menggambar, sehingga peserta tidak perlu membuat gambar yang rumit atau artistik.
Agar lebih siap, peserta perlu memahami instruksi, mengatur waktu, mengerjakan dengan tenang, dan tetap berlatih jenis psikotes lainnya. Hasil gambar juga tidak menjadi satu-satunya penentu, tetapi biasanya dipertimbangkan bersama tahapan seleksi lainnya.


