Kumpulan soal psikotes kerja menjadi salah satu materi yang paling banyak dicari oleh pencari kerja yang sedang mempersiapkan seleksi di perusahaan swasta, BUMN, maupun perusahaan multinasional. Melalui latihan yang rutin, kamu dapat mengenali berbagai pola soal sekaligus meningkatkan kecepatan dan ketelitian saat mengerjakan psikotes.
Dalam artikel ini, kamu akan menemukan kumpulan soal psikotes kerja dari berbagai jenis tes yang paling sering digunakan dalam proses rekrutmen, mulai dari tes numerik, verbal, logika, analogi, gambar, hingga tes kepribadian. Setiap contoh soal dilengkapi jawaban dan pembahasan sehingga lebih mudah dipahami sebagai bahan latihan sebelum mengikuti seleksi kerja.
Daftar Isi
- 1. Mengenal Jenis Psikotes Kerja yang Sering Digunakan
- 2. Kumpulan Soal Psikotes Kerja Numerik
- 3. Kumpulan Soal Psikotes Kerja Verbal
- 4. Kumpulan Soal Psikotes Kerja Logika
- 5. Kumpulan Soal Psikotes Kerja Analogi
- 6. Kumpulan Soal Psikotes Kerja Gambar
- 7. Tips Mengerjakan Soal Psikotes Kerja
- 8. Mini FAQ
- Ringkasan

1. Mengenal Jenis Psikotes Kerja yang Sering Digunakan
Sebelum mulai berlatih mengerjakan kumpulan soal psikotes kerja, penting untuk memahami jenis-jenis tes yang paling sering digunakan perusahaan. Setiap jenis psikotes dirancang untuk mengukur kemampuan maupun karakter tertentu sehingga perusahaan dapat menilai apakah seorang kandidat sesuai dengan kebutuhan posisi yang dilamar.
1.1 Tes Numerik
Tes numerik mengukur kemampuan berhitung, memahami pola angka, persentase, perbandingan, hingga penyelesaian soal matematika dasar. Tes ini banyak digunakan untuk posisi administrasi, keuangan, analis, hingga manajemen.
1.2 Tes Verbal
Tes verbal bertujuan mengukur kemampuan memahami bahasa, kosakata, sinonim, antonim, hubungan kata, dan pemahaman bacaan. Hasil tes ini menggambarkan kemampuan komunikasi serta penalaran bahasa peserta.
1.3 Tes Logika
Tes logika menguji kemampuan berpikir sistematis dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Soal biasanya berupa silogisme, logika deduktif, penalaran sebab-akibat, maupun pola hubungan antarobjek.
1.4 Tes Analogi
Tes analogi mengukur kemampuan menemukan hubungan antara dua objek atau konsep. Peserta diminta mencari pasangan yang memiliki hubungan paling serupa berdasarkan pola tertentu.
1.5 Tes Gambar
Tes gambar digunakan untuk melihat kemampuan observasi, kreativitas, ketelitian, hingga aspek kepribadian tertentu. Jenis tes yang sering digunakan antara lain Wartegg, Army Alpha, serta tes menggambar orang atau pohon.
1.6 Tes Ketelitian
Tes ketelitian mengukur kemampuan bekerja secara cepat namun tetap akurat. Contohnya adalah Tes Kraepelin atau Pauli yang mengharuskan peserta melakukan penjumlahan angka secara berurutan dalam batas waktu tertentu.
1.7 Tes Kepribadian
Tes kepribadian bertujuan mengenali karakter, gaya komunikasi, cara mengambil keputusan, hingga kecenderungan perilaku di lingkungan kerja. Contohnya meliputi DISC, MBTI, EPPS, maupun Situational Judgment Test (SJT).
Meskipun bentuk psikotes dapat berbeda di setiap perusahaan, jenis-jenis tes di atas merupakan materi yang paling sering muncul dalam proses rekrutmen. Dengan memahami karakteristik masing-masing tes, kamu dapat menyusun strategi belajar yang lebih efektif sebelum mengerjakan kumpulan soal psikotes kerja.
2. Kumpulan Soal Psikotes Kerja Numerik
Tes numerik bertujuan mengukur kemampuan berhitung, menganalisis data, dan menyelesaikan persoalan menggunakan angka. Jenis soal ini sering muncul dalam proses rekrutmen perusahaan karena dapat menggambarkan kemampuan berpikir logis dan analitis calon karyawan. Berikut beberapa contoh soal numerik yang dapat kamu gunakan sebagai latihan.
2.1 Soal Deret Angka
Soal
2, 5, 9, 14, 20, …
A. 24
B. 25
C. 26
D. 27
Jawaban: C. 27
Pembahasan
Pola penambahan berturut-turut adalah +3, +4, +5, dan +6. Maka angka berikutnya ditambah +7.
20 + 7 = 27
2.2 Soal Persentase
Soal
Harga sebuah laptop Rp8.000.000 mendapat diskon 15%. Berapa harga setelah diskon?
A. Rp6.700.000
B. Rp6.800.000
C. Rp6.900.000
D. Rp7.000.000
Jawaban: B. Rp6.800.000
Pembahasan
Diskon = 15% × Rp8.000.000 = Rp1.200.000.
Harga setelah diskon = Rp8.000.000 − Rp1.200.000 = Rp6.800.000.
2.3 Soal Perbandingan
Soal
Perbandingan usia Andi dan Budi adalah 3 : 5. Jika usia Andi 18 tahun, berapakah usia Budi?
A. 24 tahun
B. 28 tahun
C. 30 tahun
D. 32 tahun
Jawaban: C. 30 tahun
Pembahasan
Jika 3 bagian = 18 tahun, maka 1 bagian = 6 tahun. Usia Budi = 5 × 6 = 30 tahun.
2.4 Soal Aritmetika
Soal
Sebuah perusahaan memiliki 240 karyawan. Sebanyak 25% bekerja di bagian pemasaran. Berapa jumlah karyawan di bagian pemasaran?
A. 50 orang
B. 55 orang
C. 60 orang
D. 65 orang
Jawaban: C. 60 orang
Pembahasan
25% × 240 = 60 orang.
2.5 Soal Matematika Dasar
Soal
Sebuah mobil menempuh jarak 240 km dalam waktu 4 jam. Berapa kecepatan rata-ratanya?
A. 50 km/jam
B. 55 km/jam
C. 60 km/jam
D. 65 km/jam
Jawaban: C. 60 km/jam
Pembahasan
Kecepatan = Jarak ÷ Waktu = 240 ÷ 4 = 60 km/jam.
Baca juga: Psikotes Kerja Alfamart Itu Seperti Apa? Ini Tahapan dan Cara Persiapannya

3. Kumpulan Soal Psikotes Kerja Verbal
Tes verbal mengukur kemampuan memahami bahasa, hubungan antar kata, dan menarik informasi dari sebuah bacaan. Kemampuan ini penting karena berkaitan dengan komunikasi dan penalaran dalam dunia kerja.
3.1 Sinonim
Soal
Sinonim kata abadi adalah…
A. Musnah
B. Kekal
C. Sementara
D. Cepat
Jawaban: B. Kekal
Pembahasan
Kata abadi memiliki makna kekal, yaitu berlangsung selamanya atau tidak berakhir.
3.2 Antonim
Soal
Antonim kata optimis adalah…
A. Semangat
B. Pesimis
C. Berani
D. Aktif
Jawaban: B. Pesimis
Pembahasan
Optimis berarti memiliki harapan baik, sedangkan lawannya adalah pesimis.
3.3 Analogi Kata
Soal
Mata : Melihat = Telinga : …
A. Mendengar
B. Berbicara
C. Berjalan
D. Menulis
Jawaban: A. Mendengar
Pembahasan
Mata berfungsi untuk melihat, sedangkan telinga berfungsi untuk mendengar.
3.4 Pemahaman Bacaan
Soal
Bacalah kalimat berikut.
“Perusahaan menerapkan sistem kerja fleksibel untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi karyawan.”
Apa tujuan utama penerapan sistem kerja fleksibel?
A. Mengurangi jumlah karyawan
B. Meningkatkan produktivitas dan keseimbangan kerja
C. Mengurangi jam kerja menjadi lebih singkat
D. Menghapus sistem kerja kantor
Jawaban: B
Pembahasan
Kalimat tersebut menjelaskan bahwa tujuan utama sistem kerja fleksibel adalah meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keseimbangan kehidupan kerja.
3.5 Hubungan Kata
Soal
Pensil : Menulis = Kuas : …
A. Menggambar
B. Memotong
C. Mengukur
D. Menghitung
Jawaban: A. Menggambar
Pembahasan
Pensil digunakan untuk menulis, sedangkan kuas digunakan untuk menggambar atau melukis.
Baca juga: Cara Efektif Menggunakan Bank Soal Psikotes Kerja untuk Persiapan
4. Kumpulan Soal Psikotes Kerja Logika
Tes logika mengukur kemampuan berpikir sistematis dalam mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang tersedia.
4.1 Logika Deduktif
Soal
Semua supervisor adalah karyawan. Semua karyawan memiliki kartu identitas.
Kesimpulan yang benar adalah…
A. Semua supervisor memiliki kartu identitas.
B. Semua pemilik kartu identitas adalah supervisor.
C. Semua supervisor adalah manajer.
D. Semua karyawan adalah supervisor.
Jawaban: A
Pembahasan
Karena semua supervisor termasuk karyawan dan semua karyawan memiliki kartu identitas, maka semua supervisor juga memiliki kartu identitas.
4.2 Silogisme
Soal
Semua dokter adalah lulusan perguruan tinggi. Sebagian lulusan perguruan tinggi bekerja di rumah sakit.
Kesimpulan yang pasti adalah…
A. Semua lulusan perguruan tinggi adalah dokter.
B. Semua dokter bekerja di rumah sakit.
C. Semua dokter merupakan lulusan perguruan tinggi.
D. Sebagian dokter bukan lulusan perguruan tinggi.
Jawaban: C
4.3 Penalaran
Soal
Jika hari ini hari Rabu, tiga hari lagi adalah…
A. Kamis
B. Jumat
C. Sabtu
D. Minggu
Jawaban: C. Sabtu
Pembahasan
Rabu → Kamis → Jumat → Sabtu.
4.4 Hubungan Sebab Akibat
Soal
Produksi pabrik menurun karena pasokan bahan baku terlambat.
Apa penyebab utama penurunan produksi?
A. Mesin rusak
B. Pasokan bahan baku terlambat
C. Permintaan meningkat
D. Jumlah karyawan bertambah
Jawaban: B
4.5 Logika Pernyataan
Soal
Jika semua pegawai hadir tepat waktu, maka rapat dimulai pukul 08.00. Rapat dimulai pukul 08.00.
Kesimpulan yang dapat diambil adalah…
A. Semua pegawai pasti hadir tepat waktu.
B. Belum tentu semua pegawai hadir tepat waktu.
C. Tidak ada pegawai yang hadir.
D. Semua pegawai terlambat.
Jawaban: B
Pembahasan
Pernyataan tersebut tidak membuktikan bahwa rapat pukul 08.00 hanya dapat terjadi jika semua pegawai hadir tepat waktu. Oleh karena itu, kesimpulan yang paling tepat adalah belum tentu semua pegawai hadir tepat waktu.
5. Kumpulan Soal Psikotes Kerja Analogi
5.1 Soal Analogi
Soal
Dokter : Rumah Sakit = Guru : …
A. Sekolah
B. Kantor
C. Pabrik
D. Toko
Jawaban: A. Sekolah
Pembahasan
Dokter bekerja di rumah sakit, sedangkan guru bekerja di sekolah. Ini menunjukkan hubungan antara profesi dan tempat bekerja.
Untuk mengasah kemampuan, kamu bisa mencoba latihan di platform psikotes resmi seperti PsikotesKerja.id yang menyediakan kumpulan soal psikotes kerja lengkap dan simulasi realistis.
5.2 Soal Analogi
Soal
Pilot : Pesawat = Nahkoda : …
A. Kereta Api
B. Kapal
C. Mobil
D. Sepeda
Jawaban: B. Kapal
Pembahasan
Pilot bertugas mengoperasikan pesawat, sedangkan nahkoda bertugas mengoperasikan kapal. Keduanya menunjukkan hubungan antara profesi dan alat transportasi yang dikendalikan.
5.3 Soal Analogi
Soal
Buku : Membaca = Radio : …
A. Menulis
B. Mendengar
C. Melihat
D. Menggambar
Jawaban: B. Mendengar
Pembahasan
Buku digunakan untuk membaca, sedangkan radio digunakan untuk mendengarkan siaran.
5.4 Soal Analogi
Soal
Api : Panas = Es : …
A. Dingin
B. Basah
C. Cair
D. Putih
Jawaban: A. Dingin
Pembahasan
Hubungan kedua kata menunjukkan sifat utama suatu benda. Api identik dengan panas, sedangkan es identik dengan dingin.
5.5 Soal Analogi
Soal
Petani : Sawah = Nelayan : …
A. Sungai
B. Laut
C. Gunung
D. Kebun
Jawaban: B. Laut
Pembahasan
Petani bekerja di sawah, sedangkan nelayan bekerja di laut. Hubungannya adalah profesi dan tempat bekerja.

6. Kumpulan Soal Psikotes Kerja Gambar
Selain soal berbasis angka dan kata, beberapa perusahaan juga menggunakan psikotes gambar untuk menilai kreativitas, ketelitian, kemampuan berpikir, hingga aspek kepribadian peserta. Berikut beberapa tes gambar yang paling sering digunakan.
6.1 Tes Wartegg
Tes Wartegg merupakan psikotes yang meminta peserta melengkapi delapan kotak berisi pola gambar sederhana menjadi gambar yang utuh.
Tujuan Tes Wartegg
- Mengukur kreativitas.
- Menilai cara berpikir dan penyelesaian masalah.
- Melihat aspek kepribadian peserta.
Contoh Pola Gambar
Peserta akan diberikan kotak yang berisi titik, garis lengkung, garis lurus, atau bentuk sederhana lainnya, kemudian diminta mengembangkannya menjadi gambar yang bermakna.
Tips Mengerjakan
- Kerjakan gambar yang paling mudah terlebih dahulu.
- Buat gambar yang rapi dan proporsional.
- Hindari gambar yang menunjukkan unsur kekerasan atau hal negatif.
- Berikan judul sederhana sesuai gambar yang dibuat.
6.2 Tes Kraepelin / Pauli
Tes Kraepelin atau Pauli mengharuskan peserta menjumlahkan angka secara vertikal dalam waktu tertentu.
Cara Mengerjakan
Jumlahkan dua angka yang berdekatan dari atas ke bawah, lalu tuliskan digit terakhir hasil penjumlahannya.
Kesalahan yang Sering Dilakukan
- Terlalu terburu-buru hingga banyak jawaban salah.
- Terlalu fokus pada ketelitian sehingga kecepatan menurun.
- Kehilangan konsentrasi saat berpindah kolom.
Tips Menjaga Konsistensi
- Pertahankan ritme pengerjaan dari awal hingga akhir.
- Jangan kembali memperbaiki jawaban yang sudah dilewati.
- Tetap fokus meskipun waktu semakin sedikit.
6.3 Tes Army Alpha
Tes Army Alpha bertujuan mengukur kemampuan berpikir logis, memahami instruksi, dan mengenali pola.
Jenis Soal
- Pola gambar.
- Hubungan bentuk.
- Penalaran sederhana.
- Instruksi visual.
Pola Soal yang Sering Muncul
Peserta diminta memilih gambar yang berbeda, melanjutkan pola, atau menentukan bentuk yang sesuai berdasarkan hubungan tertentu.
Strategi Mengerjakan
- Baca instruksi dengan teliti.
- Amati pola sebelum memilih jawaban.
- Jangan terlalu lama pada satu soal.
6.4 Tes EPPS
EPPS (Edwards Personal Preference Schedule) merupakan tes kepribadian yang digunakan untuk mengetahui motivasi dan kecenderungan perilaku seseorang.
Tujuan Tes
Mengukur karakter dan preferensi individu dalam lingkungan kerja.
Cara Penilaian
Peserta memilih salah satu dari dua pernyataan yang paling menggambarkan dirinya. Penilaian dilakukan berdasarkan konsistensi jawaban, bukan benar atau salah.
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Jawablah dengan jujur.
- Hindari memilih jawaban berdasarkan apa yang dianggap paling baik.
- Pastikan jawaban tetap konsisten hingga akhir tes.
7. Tips Mengerjakan Soal Psikotes Kerja
Selain memahami berbagai jenis soal, strategi mengerjakan psikotes juga berpengaruh terhadap hasil yang diperoleh. Berikut beberapa tips yang dapat membantu meningkatkan peluang mendapatkan nilai yang baik.
7.1 Pelajari Pola Soal
Setiap jenis psikotes memiliki pola yang berbeda. Semakin sering berlatih, semakin mudah kamu mengenali pola penyelesaian sehingga waktu pengerjaan menjadi lebih efisien.
7.2 Kerjakan Soal yang Mudah Terlebih Dahulu
Jika menemukan soal yang sulit, jangan terpaku terlalu lama. Kerjakan soal yang lebih mudah terlebih dahulu agar waktu dapat dimanfaatkan secara maksimal dan peluang memperoleh skor lebih tinggi semakin besar.
7.3 Kelola Waktu dengan Baik
Psikotes umumnya memiliki batas waktu yang ketat. Biasakan berlatih menggunakan timer agar terbiasa mengatur kecepatan dalam menjawab setiap soal tanpa mengurangi ketelitian.
7.4 Jangan Menghafal Jawaban
Fokuslah memahami konsep dan pola penyelesaian soal, bukan menghafal jawabannya. Dengan memahami cara berpikir yang benar, kamu akan lebih siap menghadapi variasi soal yang berbeda.
7.5 Rutin Mengikuti Simulasi Psikotes
Mengikuti simulasi psikotes secara berkala dapat membantu membiasakan diri dengan suasana ujian yang sesungguhnya. Selain melatih kemampuan, simulasi juga membantu meningkatkan rasa percaya diri saat menghadapi proses seleksi kerja.
Baca juga: Psikotes Alfamart Berapa Lama? Ketahui Durasi, Jenis Soal, dan Persiapannya
8. Mini FAQ
Apa saja jenis soal psikotes kerja yang paling sering keluar?
Jenis soal psikotes kerja yang paling sering muncul meliputi tes numerik, verbal, logika, analogi, ketelitian, gambar seperti Wartegg dan Army Alpha, serta tes kepribadian seperti DISC dan EPPS. Jenis soal yang digunakan dapat berbeda tergantung perusahaan dan posisi yang dilamar.
Apakah soal psikotes kerja setiap perusahaan sama?
Tidak selalu. Meskipun pola dan jenis psikotes umumnya mirip, setiap perusahaan dapat menggunakan kombinasi soal, tingkat kesulitan, dan sistem penilaian yang berbeda sesuai kebutuhan rekrutmen.
Bagaimana cara mempersiapkan diri menghadapi psikotes kerja?
Persiapan terbaik adalah rutin mengerjakan latihan soal psikotes, memahami pola setiap jenis tes, berlatih dengan batas waktu, serta menjaga kondisi fisik dan mental sebelum mengikuti seleksi.
Apakah psikotes kerja memiliki jawaban benar dan salah?
Pada tes kemampuan seperti numerik, verbal, dan logika terdapat jawaban benar dan salah. Namun, pada tes kepribadian seperti DISC atau EPPS tidak ada jawaban yang mutlak benar atau salah karena yang dinilai adalah konsistensi dan kecenderungan perilaku peserta.
Berapa banyak soal psikotes kerja yang biasanya diujikan?
Jumlah soal psikotes kerja berbeda di setiap perusahaan. Umumnya peserta akan mengerjakan puluhan hingga ratusan soal yang terdiri dari beberapa jenis tes dengan waktu pengerjaan yang telah ditentukan.
Ringkasan
Kumpulan soal psikotes kerja menjadi salah satu tahap krusial dalam proses seleksi kerja yang perlu dipahami dengan baik agar kamu bisa lolos dengan percaya diri. Mengenali tahapan seleksi, jenis soal, dan strategi belajar yang tepat adalah kunci utama memaksimalkan hasil tes.
Mulailah persiapan dengan latihan teratur yang fokus pada pemahaman pola soal dan manajemen waktu. Jangan lupa, jaga kondisi mental dan fisik supaya kamu dapat memberikan performa terbaik di hari seleksi. Terus tingkatkan kemampuan melalui berbagai sumber belajar agar peluang lolos semakin terbuka lebar.
Referensi Utama
- American Psychological Association (APA). (2023). Psychological Testing and Assessment.
- SHL. Ability Tests and Personality Questionnaires.
https://www.shl.com - Criteria Corp. Pre-Employment Testing Resources.
https://www.criteriacorp.com - Hogan Assessments. Personality Assessment in Hiring.
https://www.hoganassessments.com - Aon Assessment Solutions.
https://assessment.aon.com


