Soal penalaran figural menggunakan gambar, simbol, atau bentuk abstrak sebagai informasi utama yang harus dianalisis. Peserta biasanya diminta menemukan hubungan atau pola tertentu, kemudian menentukan gambar yang paling tepat untuk melanjutkan rangkaian.
Dalam asesmen kemampuan kognitif, penalaran visual termasuk kemampuan yang dapat digunakan untuk melihat cara seseorang memahami hubungan antarobjek. OPM memasukkan spatial relations sebagai salah satu kemampuan spesifik dalam tes kognitif, sedangkan SHL menggunakan pola gambar untuk mengukur kemampuan penalaran induktif.
Bentuk Soal Penalaran Figural yang Sering Ditemui

Tidak ada satu format soal penalaran figural yang berlaku untuk seluruh perusahaan atau instansi. Bentuknya dapat menyesuaikan alat asesmen yang digunakan.
Pada asesmen inductive reasoning SHL, peserta dapat diberikan rangkaian gambar dan diminta menentukan gambar berikutnya berdasarkan pola yang ditemukan. SHL menjelaskan bahwa kemampuan yang diukur mencakup kemampuan menemukan pola, aturan, atau hubungan dalam informasi dan menggunakannya untuk memprediksi hasil berikutnya.
Beberapa bentuk yang dapat ditemui antara lain:
- Deret gambar, yaitu menentukan gambar yang melanjutkan urutan.
- Matriks gambar, yaitu menentukan bagian yang hilang dari susunan gambar.
- Perubahan posisi, yaitu memperhatikan perpindahan objek dari satu posisi ke posisi lainnya.
- Rotasi bentuk, yaitu mengenali perubahan arah atau orientasi suatu objek.
- Perubahan jumlah objek, yaitu mengamati penambahan atau pengurangan elemen.
- Kombinasi pola, yaitu menemukan lebih dari satu perubahan dalam rangkaian gambar.
OPM juga mencantumkan spatial relations sebagai contoh kemampuan kognitif yang berkaitan dengan kemampuan memvisualisasikan objek dalam ruang tiga dimensi.
Baca juga: Contoh Soal Psikotes Gambar Beserta Kunci Jawabannya
Pola yang Perlu Diperhatikan dalam Soal Figural

Kunci utama dalam soal figural adalah menemukan aturan perubahan gambar. Perubahan tersebut dapat terjadi pada bentuk, arah, posisi, jumlah, ukuran, atau kombinasi beberapa elemen.
Rotasi
Sebuah bentuk dapat berpindah arah secara konsisten, misalnya berputar 90 derajat pada setiap tahap.
Contoh pola ilustratif:
▲ → ▶ → ▼ → ◀ → …
Jawaban berikutnya adalah ▲ karena bentuk terus berputar 90 derajat.
Perubahan Posisi
Objek dapat bergerak dari satu posisi ke posisi lain secara teratur.
Misalnya sebuah lingkaran berpindah dari kiri ke tengah, kemudian ke kanan. Polanya menunjukkan perpindahan posisi secara berurutan.
Penambahan atau Pengurangan Elemen
Jumlah bentuk juga dapat menjadi aturan.
Contoh:
● → ●● → ●●● → …
Maka gambar berikutnya secara sederhana adalah empat lingkaran.
Perubahan Bentuk
Elemen tertentu dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lain dengan pola tertentu.
Contohnya:
○ → △ → □ → ○ → …
Jika pola berulang setiap tiga bentuk, gambar berikutnya setelah □ adalah ○.
Kombinasi Pola
Soal yang lebih kompleks dapat menggabungkan rotasi, perpindahan posisi, dan perubahan jumlah objek secara bersamaan. Karena itu, jangan hanya melihat satu elemen. Perhatikan perubahan keseluruhan dari setiap gambar.
SHL memberikan contoh asesmen yang menggunakan bentuk dan urutan visual untuk meminta peserta menentukan gambar berikutnya berdasarkan pola yang ada.
Baca juga: Latihan Contoh Soal Psikotes Logika Deret Gambar
Perhatikan pola berikut:
| A. ○ | B. ● |
| C. △ | D. □ |
Pola bergantian antara lingkaran kosong dan lingkaran penuh. Setelah ●, bentuk berikutnya adalah ○.
Perhatikan arah berikut:
| A. ↑ | B. → |
| C. ↓ | D. ← |
Panah berputar 90 derajat searah jarum jam: ↑, →, ↓, ←, lalu kembali ke ↑.
Perhatikan jumlah titik:
| A. ●● | B. ●●● |
| C. ●●●●● | D. ●●●●●● |
Setiap tahap menambahkan satu titik. Setelah empat titik, tahap berikutnya memiliki lima titik.
Perhatikan urutan berikut:
| A. △ | B. □ |
| C. ○ | D. ☆ |
Tiga bentuk berulang secara berurutan, yaitu segitiga, persegi, dan lingkaran. Setelah △ dan □, bentuk berikutnya adalah ○.
Sebuah persegi memiliki titik hitam yang berpindah posisi secara berurutan:
| A. Kiri atas | B. Kanan atas |
| C. Kanan bawah | D. Tengah |
Titik bergerak mengelilingi empat sudut persegi. Setelah kiri bawah, posisinya kembali ke kiri atas.
Perhatikan perubahan ukuran lingkaran:
| A. Lingkaran kecil | B. Lingkaran lebih besar |
| C. Segitiga | D. Persegi |
Ukuran lingkaran meningkat pada setiap tahap. Bentuk berikutnya mengikuti pola pertambahan ukuran yang sama.
Tentukan bentuk yang tepat untuk melanjutkan pola:
| A. △ | B. ○ |
| C. □ | D. ☆ |
Pola berulang dalam kelompok tiga bentuk: △, △, ○. Setelah dua segitiga, bentuk ketiga adalah lingkaran.
Perhatikan arah ujung segitiga:
| A. ▲ | B. ▶ |
| C. ▼ | D. ◀ |
Segitiga berputar 90 derajat searah jarum jam pada setiap tahap. Setelah mengarah ke kiri, segitiga kembali mengarah ke atas.
Perhatikan jumlah segitiga berikut:
| A. △ | B. △△ |
| C. △△△△ | D. △△△△△△ |
Jumlah segitiga bertambah satu pada setiap tahap, sehingga setelah tiga segitiga terdapat empat segitiga.
Tentukan lingkaran yang melanjutkan pola:
| A. ○ | B. ● |
| C. △ | D. □ |
Pola terdiri dari dua lingkaran kosong diikuti satu lingkaran penuh. Setelah dua lingkaran kosong berikutnya, muncul lingkaran penuh.
Perhatikan urutan simbol berikut:
| A. ☆ | B. ★ |
| C. ○ | D. □ |
Bintang penuh dan bintang kosong muncul secara bergantian. Setelah ☆, simbol berikutnya adalah ★.
Perhatikan urutan bentuk berdasarkan jumlah sisinya:
| A. ○ | B. △ |
| C. ⬡ | D. ☆ |
Jumlah sisi bertambah satu: segitiga memiliki tiga sisi, persegi empat sisi, dan segilima lima sisi. Bentuk berikutnya adalah segienam dengan enam sisi.
Tentukan arah panah berikutnya:
| A. ↑ | B. → |
| C. ↓ | D. ← |
Pola bergantian antara panah ke atas dan ke bawah. Setelah ↓, arah berikutnya adalah ↑.
Lengkapi pola berikut:
| A. □ | B. ○ |
| C. △ | D. ☆ |
Urutan persegi, lingkaran, dan segitiga terus berulang. Setelah □ dan ○, bentuk berikutnya adalah △.
Perhatikan jumlah lingkaran berikut:
| A. ●●● | B. ●● |
| C. ● | D. Tidak ada lingkaran |
Setiap tahap mengurangi satu lingkaran. Dari empat menjadi tiga, lalu dua, sehingga berikutnya tersisa satu lingkaran.
Tentukan bentuk yang melanjutkan pola:
| A. ○○ | B. □□ |
| C. △△ | D. ☆☆ |
Pola bentuk berpasangan berulang dalam urutan lingkaran, persegi, lalu segitiga. Setelah pasangan lingkaran muncul kembali, berikutnya adalah pasangan persegi.
Perhatikan perubahan arah panah:
| A. → | B. ↓ |
| C. ← | D. ↑ |
Arah panah berputar 90 derajat searah jarum jam: →, ↓, ←, ↑, lalu kembali ke →.
Perhatikan urutan simbol berikut:
| A. □△ | B. □○ |
| C. □△○☆ | D. △○ |
Setiap tahap menambahkan satu simbol baru tanpa menghilangkan simbol sebelumnya. Setelah persegi, segitiga, dan lingkaran, simbol berikutnya adalah bintang.
Sebuah titik hitam berpindah posisi mengikuti urutan berikut:
| A. Tengah | B. Atas |
| C. Bawah | D. Kiri |
Pola bergerak dari tengah ke atas, kembali ke tengah, lalu ke bawah dan kembali ke tengah. Posisi berikutnya adalah atas.
Perhatikan urutan kombinasi bentuk berikut:
| A. ○△ | B. △☆ |
| C. □○ | D. ☆□ |
Pasangan bentuk bergerak dengan pola berulang: ○△, △□, □☆, ☆○, lalu kembali ke ○△. Jadi, pasangan berikutnya adalah lingkaran dan segitiga.
Latihan penalaran figural membantu membiasakan diri mengenali pola bentuk, rotasi, arah, jumlah objek, dan perpindahan posisi. Perhatikan perubahan dari satu tahap ke tahap berikutnya sebelum memilih jawaban.
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mengerjakan Soal Figural
Soal penalaran figural menuntut peserta membaca informasi visual dan menemukan hubungan antarunsur. Dalam asesmen inductive reasoning SHL, kemampuan tersebut berkaitan dengan menemukan pola atau aturan dari informasi yang diberikan dan menggunakannya untuk menentukan hasil berikutnya.
Beberapa hal yang dapat diperhatikan saat mengerjakan soal:
- Amati seluruh gambar sebelum menentukan pola.
- Perhatikan arah dan posisi setiap objek.
- Hitung jumlah bentuk jika terdapat elemen yang berulang.
- Periksa perubahan ukuran atau bentuk.
- Bandingkan gambar satu dengan gambar berikutnya.
- Jika pola pertama belum terlihat, periksa kemungkinan pola kedua.
- Jangan langsung memilih jawaban berdasarkan kemiripan bentuk saja.
Bentuk dan tingkat kesulitan soal penalaran figural dapat berbeda berdasarkan alat tes yang digunakan. SHL, misalnya, memiliki asesmen inductive reasoning yang menggunakan pola gambar, sementara tes kemampuan kognitif secara umum dapat menggunakan berbagai bentuk item untuk mengukur kemampuan penalaran.
Baca juga: Contoh Soal Psikotes Penalaran Diagram Logika Abstrak
Mini FAQ
Soal penalaran figural menguji kemampuan apa?
Soal penalaran figural dapat mengukur kemampuan menemukan pola, memahami hubungan antarobjek, mengenali aturan perubahan, dan menarik kesimpulan berdasarkan informasi visual.
Apa saja bentuk soal penalaran figural?
Bentuknya dapat berupa deret gambar, matriks, perubahan posisi, rotasi bentuk, perubahan jumlah objek, serta kombinasi beberapa pola.
Apakah soal penalaran figural selalu menggunakan gambar abstrak?
Tidak selalu. Bentuk gambar dapat berupa simbol, bentuk geometris, objek sederhana, atau kombinasi beberapa elemen visual sesuai alat asesmen yang digunakan.
Apakah contoh soal penalaran figural di artikel ini merupakan soal resmi?
Tidak. Seluruh contoh soal dalam artikel ini bersifat ilustratif dan dibuat untuk menjelaskan konsep pola. Contoh tersebut bukan soal resmi dari perusahaan, SHL, OPM, atau instansi tertentu.
Apakah semua perusahaan menggunakan soal figural yang sama?
Tidak. Jenis, jumlah, tingkat kesulitan, dan format soal dapat berbeda sesuai alat asesmen dan kebutuhan posisi yang dinilai.
Ringkasan
Soal penalaran figural menggunakan informasi visual untuk menguji kemampuan mengenali pola dan hubungan antarobjek. Bentuknya dapat berupa deret gambar, matriks, rotasi, perubahan posisi, penambahan elemen, hingga kombinasi beberapa pola.
Dalam asesmen kerja, penalaran visual dapat menjadi bagian dari pengukuran kemampuan kognitif. SHL, misalnya, menggunakan inductive reasoning untuk mengukur kemampuan menemukan pola dan aturan dari rangkaian gambar.
Contoh soal dalam artikel ini hanya bersifat ilustratif, sehingga tidak dapat dianggap sebagai soal resmi dari perusahaan atau lembaga tertentu.
Sumber Referensi
- U.S. Office of Personnel Management — Cognitive Ability Tests — menjelaskan kemampuan kognitif dan spatial relations dalam asesmen.
- SHL — Verify Inductive Reasoning Test — menjelaskan asesmen pola gambar dan kemampuan menarik kesimpulan berdasarkan hubungan visual.
- SHL — Verify Interactive Inductive — memberikan gambaran penggunaan bentuk dan urutan gambar dalam asesmen penalaran induktif.
- PsikotesKerja — Contoh Soal Psikotes Gambar — referensi tambahan mengenai contoh soal psikotes berbasis gambar.


