Interview kerja menjadi salah satu tahapan penting dalam proses rekrutmen. Pada tahap ini, recruiter tidak hanya mendengarkan jawaban kandidat, tetapi juga dapat memperhatikan cara berkomunikasi, sikap, serta kesesuaian pengalaman dengan posisi yang dilamar.
Kementerian Ketenagakerjaan melalui e-Training juga memasukkan tes wawancara sebagai bagian dari pembelajaran bagi calon pekerja, termasuk etika saat wawancara, ketepatan waktu dan tempat, serta mengikuti tahapan wawancara sesuai norma yang berlaku.
Pahami Posisi yang Dilamar

Salah satu tips interview yang penting adalah memahami posisi yang dituju. Kandidat sebaiknya mengetahui tanggung jawab utama, keterampilan yang dibutuhkan, serta hubungan posisi tersebut dengan pengalaman yang dimiliki.
Informasi tersebut membantu membuat jawaban lebih relevan ketika recruiter menanyakan alasan melamar, pengalaman kerja, maupun kemampuan yang dapat diberikan kepada perusahaan.
Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan juga menyarankan pencari kerja memahami posisi yang dilamar secara detail, termasuk jobdesk dan keterampilan yang dibutuhkan.
Sebelum interview, perhatikan beberapa informasi berikut:
- Nama dan tanggung jawab posisi.
- Kualifikasi yang tercantum dalam lowongan.
- Keterampilan yang paling relevan dengan pekerjaan.
- Pengalaman yang dapat dikaitkan dengan posisi.
- Informasi dasar mengenai perusahaan.
Dengan memahami poin tersebut, jawaban tidak akan terlalu umum dan lebih mudah dikaitkan dengan kebutuhan pekerjaan.
Baca juga: Mau Lolos Psikotes PT Wuling? Pelajari Cara Mempersiapkannya Dari Sekarang
Jawab Pertanyaan dengan Jelas dan Terarah
Recruiter dapat memberikan pertanyaan mengenai pengalaman, kemampuan, motivasi, maupun situasi tertentu yang pernah dihadapi kandidat. Jawaban sebaiknya langsung menjawab inti pertanyaan dan tidak terlalu panjang.
Untuk pertanyaan mengenai pengalaman, kandidat dapat menggunakan pola Situation, Task, Action, Result (STAR). Kementerian Ketenagakerjaan bahkan memasukkan materi mengenai metode STAR sebagai salah satu bahan pembelajaran dalam modul wawancara kerja.
Contohnya ketika recruiter bertanya:
“Ceritakan pengalaman ketika kamu menyelesaikan masalah dalam pekerjaan.”
Jawaban dapat disusun dengan urutan:
- Situation: Jelaskan situasi yang terjadi.
- Task: Sampaikan tanggung jawab yang harus diselesaikan.
- Action: Jelaskan tindakan yang dilakukan.
- Result: Sampaikan hasil dari tindakan tersebut.
Pola ini membantu jawaban tetap fokus pada pengalaman nyata, bukan sekadar memberikan pernyataan umum seperti “saya bisa bekerja di bawah tekanan”.
Tunjukkan Komunikasi yang Profesional

Cara menyampaikan jawaban juga menjadi bagian penting dalam interview. Kemnaker menekankan pentingnya komunikasi oral yang efektif dalam proses rekrutmen serta sikap yang tegas, lugas, dan sopan ketika berinteraksi dengan calon karyawan.
Beberapa hal yang dapat diperhatikan saat berbicara dengan interviewer:
- Gunakan bahasa yang sopan dan profesional.
- Dengarkan pertanyaan sampai selesai sebelum menjawab.
- Berikan jeda sejenak jika membutuhkan waktu untuk berpikir.
- Hindari jawaban yang terlalu panjang dan keluar dari topik.
- Gunakan kalimat yang jelas dan mudah dipahami.
- Jaga kontak mata secara wajar ketika interview dilakukan secara langsung.
- Tunjukkan sikap tenang tanpa terlihat terlalu kaku.
Pasker ID juga menyarankan kandidat menjawab dengan tenang, tidak terburu-buru, menjaga kontak mata secara sopan, serta menghindari penggunaan terlalu banyak filler words seperti “hmm”, “eeuu”, atau “kayaknya”.
Baca juga: Cara Menyiapkan Diri Menjelang Waktu Pengumuman Psikotes
Siapkan Pertanyaan untuk Interviewer
Pada akhir interview, recruiter sering memberikan kesempatan kepada kandidat untuk bertanya. Momen ini dapat digunakan untuk menunjukkan ketertarikan terhadap pekerjaan dan memahami lebih jauh posisi yang dilamar.
Pertanyaan dapat diarahkan pada hal yang memang berkaitan dengan pekerjaan, misalnya:
- “Apa prioritas utama untuk posisi ini dalam beberapa bulan pertama?”
- “Bagaimana proses kerja tim pada posisi ini?”
- “Indikator apa yang digunakan untuk menilai kinerja posisi ini?”
- “Bagaimana tahapan seleksi setelah interview ini?”
Hindari langsung mengarahkan seluruh pertanyaan pada gaji ketika interview masih berada pada tahap awal. Pasker ID juga mencantumkan hal tersebut sebagai salah satu poin yang perlu diperhatikan pencari kerja.
Baca juga: Soal Psikotes Matematika Dasar Tingkatkan Peluang Lolos Seleksi!
Perhatikan Etika Sebelum dan Selama Interview
Selain jawaban, etika juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan. Pastikan waktu dan lokasi interview sesuai dengan informasi dari perusahaan. Untuk interview online, periksa perangkat dan koneksi sebelum sesi dimulai.
Kemnaker memasukkan ketepatan waktu dan tempat, etika saat memulai wawancara, serta kepatuhan terhadap seluruh tahapan wawancara sebagai bagian dari materi tes wawancara.
Hal sederhana yang perlu diperhatikan antara lain:
- Hadir sesuai waktu yang ditentukan.
- Gunakan pakaian yang sesuai dengan konteks perusahaan.
- Sapa interviewer dengan sopan.
- Hindari memotong pembicaraan.
- Matikan atau senyapkan notifikasi yang mengganggu.
- Jaga sikap selama seluruh sesi berlangsung.
- Ucapkan terima kasih setelah interview selesai.
Mini FAQ
Apa tips interview yang paling penting?
Beberapa hal penting meliputi memahami posisi yang dilamar, menjawab pertanyaan secara jelas, menggunakan komunikasi profesional, dan menjaga etika selama wawancara.
Bagaimana menjawab pertanyaan pengalaman kerja?
Jawaban dapat disusun menggunakan metode STAR yang terdiri dari Situation, Task, Action, dan Result agar cerita pengalaman lebih terarah.
Perlukah bertanya kepada HRD saat interview?
Jika interviewer memberikan kesempatan, kandidat dapat mengajukan pertanyaan yang relevan dengan posisi, pekerjaan, tim, atau tahapan seleksi berikutnya.
Bagaimana sikap yang baik saat interview?
Gunakan komunikasi yang sopan, dengarkan pertanyaan dengan baik, jawab secara jelas, tidak memotong pembicaraan, dan tunjukkan sikap profesional.
Apakah interview hanya menilai jawaban kandidat?
Tidak. Dalam proses wawancara, aspek komunikasi dan sikap kandidat juga dapat menjadi bagian yang diperhatikan sesuai kebutuhan proses rekrutmen.
Ringkasan
Tips interview yang dapat diterapkan antara lain memahami posisi yang dilamar, memberikan jawaban yang jelas dan relevan, menggunakan komunikasi profesional, menyiapkan pertanyaan untuk interviewer, serta menjaga etika selama wawancara.
Tidak ada satu pola interview yang berlaku untuk seluruh perusahaan. Bentuk pertanyaan dan aspek penilaian dapat berbeda sesuai posisi dan kebutuhan organisasi. Karena itu, jawaban sebaiknya tetap berdasarkan pengalaman dan kemampuan yang benar-benar dimiliki.
Sumber Referensi
- Kementerian Ketenagakerjaan RI — e-Training — materi tes dan wawancara kerja, termasuk etika wawancara dan metode STAR.
- Pasker ID Kemnaker — Tips Wawancara — panduan komunikasi, memahami posisi, dan hal yang perlu diperhatikan saat interview.
- Kemnaker — SKKNI Teknik Wawancara Rekrutmen — kompetensi komunikasi dan sikap dalam proses rekrutmen.


