Menghadapi psikotes kerja tidak selalu hanya mengerjakan soal hitungan, verbal, atau logika. Peserta juga dapat menemukan tes berbasis gambar seperti tes Wartegg, yaitu tes dengan beberapa stimulus sederhana yang perlu dikembangkan menjadi gambar utuh. Format yang umum terdiri dari delapan kotak berisi titik, garis, lengkungan, atau bentuk geometris sederhana.
Melihat tes Wartegg contoh gambar dapat membantu peserta memahami bentuk soal sebelum mengikuti seleksi. Namun, contoh gambar sebaiknya digunakan untuk mengenali format, bukan untuk dihafalkan sebagai jawaban, karena peserta perlu mengembangkan stimulus secara natural sesuai proses tes.
Baca juga: 5 Aplikasi Simulasi Psikotes Kerja Online Gratis untuk Latihan Sebelum Tes
Mengenal Bentuk Tes Wartegg

Tes Wartegg merupakan tes berbasis gambar yang meminta peserta menyelesaikan bentuk yang belum lengkap. Peserta tidak diberikan kanvas kosong sepenuhnya. Setiap kotak sudah mempunyai stimulus awal yang perlu digunakan sebagai bagian dari gambar akhir.
Format yang umum terdiri dari delapan kotak kecil . Stimulusnya dapat berupa titik, garis vertikal atau horizontal, lengkungan, pola titik, hingga bentuk geometris lainnya. Peserta kemudian mengembangkan masing-masing bentuk menjadi objek yang dapat dikenal.
Hal yang perlu dipahami adalah Wartegg bukanlah tes kemampuan menggambar artistik. Peserta tidak dituntut untuk membuat ilustrasi yang sangat detail. Tujuannya lebih berkaitan dengan bagaimana seseorang merespons stimulus dan menyelesaikan tugas gambar dalam konteks asesmen psikologi.
Contoh Soal Tes Wartegg Contoh Gambar
Berikut contoh soal tes Wartegg yang dapat digunakan untuk mengenali bentuk stimulus sebelum mengikuti psikotes kerja.
Stimulus awal:
Titik dapat dikembangkan menjadi bunga, matahari, pusat jam, atau objek berbentuk lingkaran.
Contoh ide:
Titik → pusat bunga → tambahkan kelopak, batang, dan daun.
Stimulus awal:
Garis melengkung bisa dijadikan ombak, daun, senyuman, atau bagian dari objek lain.
Contoh ide:
Garis melengkung → ombak laut → tambahkan perahu kecil di atasnya.
Stimulus awal:
|
|
Pola bertingkat dapat dibuat menjadi tangga, gedung, grafik, atau susunan benda.
Contoh ide:
Garis bertingkat → tangga → tambahkan pegangan dan lantai.
Stimulus awal:
Lengkungan besar dapat dikembangkan menjadi payung, pelangi, tenda, atau bagian perahu.
Contoh ide:
Lengkungan → payung → tambahkan gagang di bagian bawah.
Keempat contoh ini sebaiknya digunakan untuk mengenali bentuk stimulus, bukan dihafalkan sebagai jawaban wajib karena tes Wartegg tidak memiliki satu gambar yang pasti benar.
Cara Mengerjakan Tes Wartegg

Sebelum mulai menggambar, lihat seluruh stimulus yang tersedia terlebih dahulu. Hal ini membantu peserta memahami gambaran tes dan menentukan bentuk mana yang terasa lebih mudah untuk dikembangkan.
Jika proses memperbolehkan memilih urutan pengerjaan, peserta dapat memulai dari stimulus yang paling mudah. Namun, apabila penyelenggara memberikan aturan khusus mengenai urutan, ikuti petunjuk tersebut.
Ketika menggambar, gunakan stimulus awal sebagai bagian dari objek. Hindari membuat gambar yang sama sekali tidak berkaitan dengan garis atau titik yang sudah tersedia.
Gambar juga tidak harus rumit. Hasil sederhana tetapi selesai dan dikenal lebih baik daripada mencoba membuat ilustrasi sangat detail tetapi akhirnya tidak selesai.
Baca juga: Cara Meningkatkan Peluang Lolos dengan Latihan Psikotes Kerja
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menggambar
Salah satu hal terpenting adalah memahami bahwa tidak ada rumus sederhana seperti “gambar tertentu berarti pasti memiliki sifat tertentu.” Interpretasi Wartegg sebaiknya dilakukan dalam konteks asesmen secara keseluruhan oleh pihak yang kompeten.
Oleh karena itu, tidak perlu terlalu sibuk mencari gambar yang dianggap paling “aman” atau paling disukai HR. Gunakan contoh sebagai pengenalan terhadap bentuk tes saja.
Perhatikan juga:
- stimulus tetap awal digunakan;
- gambar dibuat sampai selesai;
- objek cukup mudah dikenali;
- pengerjaan dilakukan sesuai waktu;
- proses penyelenggara dibaca terlebih dahulu.
Referensi yang diberikan penekanan pentingnya menggunakan stimulus sebagai titik awal dan mengembangkan gambar secara jelas, bukan sekadar membuat coretan tanpa bentuk.
Kesalahan yang dipilih Dihindari
Peserta sering terlalu fokus mencari “jawaban tes Wartegg yang benar”. Padahal, pendekatan tersebut kurang tepat karena tes ini tidak mempunyai kunci jawaban seperti soal numerik.
Kesalahan lain yang perlu diperhatikan adalah menghabiskan terlalu banyak waktu pada satu kotak. Jika satu stimulus terasa sulit, jangan sampai seluruh waktu habis hanya untuk memikirkan satu gambar.
Biasakan pula menghafalkan delapan gambar dari internet kemudian menyalinnya ketika tes. Latihan lebih baik digunakan untuk membiasakan diri melihat stimulus dan menghasilkan ide secara cepat.
Terakhir, tidak perlu khawatir jika kemampuan menggambarnya biasa saja. Dalam tes Wartegg, peserta bukan sedang mengikuti ujian seni rupa.
Baca juga: Dari Bingung Jadi Siap Cara Menghadapi Psikotes Kerja dengan Strategi yang Benar
Mini FAQ
Seperti apa tes Wartegg contoh gambar?
Tes Wartegg umumnya menampilkan delapan kotak dengan stimulus sederhana berupa titik, garis, lengkungan, atau bentuk geometris yang perlu dikembangkan menjadi gambar.
Apakah ada gambar yang paling benar dalam tes Wartegg?
Tidak ada satu gambar yang menjadi kunci jawaban. Contoh gambar sebaiknya digunakan untuk memahami format tes, bukan untuk dihafalkan.
Apakah harus pandai menggambar saat mengikuti tes Wartegg?
Tidak. Tes Wartegg bukan tes kemampuan seni. Gambar sederhana tetap dapat dibuat selama stimulus awal digunakan dan hasilnya dapat dikenali.
Berapa jumlah kotak dalam tes Wartegg?
Format Wartegg yang umum menggunakan delapan kotak dengan stimulus yang berbeda.
Bolehkah berlatih tes Wartegg sebelum psikotes?
Boleh. Latihan dapat membantu mengenali bentuk stimulus dan proses pengerjaan, tetapi hindari menghafalkan gambar tertentu sebagai jawaban wajib.
Kesimpulan
Melihat tes Wartegg contoh gambar membantu peserta memahami bahwa soal terdiri dari beberapa stimulus sederhana yang perlu dikembangkan menjadi gambar yang utuh. Bentuk awal tersebut dapat berupa titik, garis, lengkungan, pola bertingkat, hingga bentuk geometris.
Tujuan melihat contoh bukan untuk mencari gambar yang menjamin izin, tetapi agar peserta lebih familiar dengan format tes. Saat bekerja, ikuti instruksi, gunakan stimulus sebagai bagian dari gambar, atur waktu dengan baik, dan buat gambar secara natural tanpa terlalu dibaca pada contoh yang beredar di internet.


