CFIT Psikotes: Pengertian, 4 Jenis Soal, Cara Mengerjakan, dan Contoh Latihan

cfit psikotes

CFIT psikotes sering ditemukan dalam pembahasan tes kemampuan kognitif karena bentuk soalnya berbeda dari psikotes verbal atau hitungan biasa. Peserta lebih banyak berhadapan dengan gambar, pola, hubungan bentuk, serta persoalan visual yang harus diselesaikan dalam waktu terbatas. CFIT atau Culture Fair Intelligence Test merupakan tes nonverbal yang digunakan untuk mengukur fluid intelligence, yaitu kemampuan bernalar dan memecahkan persoalan baru tanpa terlalu bergantung pada pengetahuan yang sudah dipelajari.

Karena itu, CFIT bukan tes sinonim, antonim, deret angka, DISC, maupun MBTI. Pada CFIT Scale 3, bentuk yang banyak dibahas untuk remaja akhir dan dewasa, peserta menghadapi empat kelompok tugas yaitu Series, Classification, Matrices, dan Conditions. Artikel ini membahas karakter setiap bagian serta memberikan contoh latihan buatan sendiri, bukan menyalin item asli CFIT dari dokumen tes.

CFIT Psikotes Itu Tes Apa

CFIT merupakan singkatan dari Culture Fair Intelligence Test yang dikembangkan oleh Raymond B. Cattell bersama A. K. S. Cattell. Koleksi tes University of Illinois mencatat CFIT diterbitkan oleh Institute for Personality and Ability Testing atau IPAT serta memiliki beberapa skala dan bentuk tes.

Tes ini dirancang menggunakan tugas nonverbal sehingga pengukuran kemampuan penalaran tidak terlalu bergantung pada kemampuan bahasa. Dalam penelitian psikologi, CFIT juga digunakan sebagai pengukur fluid intelligence (Gf), yaitu kemampuan menghadapi permasalahan baru, memahami hubungan abstrak, serta menemukan pola.

Meski namanya mengandung kata culture fair, jangan mengartikannya sebagai tes yang benar-benar bebas dari pengaruh budaya. Literatur psikologi lebih tepat menggambarkannya sebagai upaya meminimalkan pengaruh bahasa dan budaya, bukan menghilangkannya sepenuhnya.

Baca juga: Mau Lolos Psikotes PT Wuling? Pelajari Cara Mempersiapkannya Dari Sekarang

Kemampuan yang Diukur dalam CFIT

CFIT lebih banyak berhubungan dengan kemampuan menemukan aturan dari informasi visual yang belum pernah dilihat sebelumnya.

Peserta dapat dituntut untuk:

  • menemukan kelanjutan pola;
  • membedakan kelompok gambar;
  • memahami hubungan beberapa bentuk;
  • melengkapi susunan visual;
  • mengenali kondisi geometris tertentu;
  • mengambil keputusan dalam waktu terbatas.

Itulah sebabnya latihan menghafalkan soal lama tidak terlalu membantu jika peserta tidak memahami alasan perubahan sebuah pola.

CFIT Berbeda dengan Psikotes Verbal dan Numerik

Salah satu hal penting yang perlu diluruskan dari banyak artikel psikotes adalah anggapan bahwa CFIT terdiri dari verbal, numerik, analogi kata, atau silogisme.

CFIT justru dikenal sebagai tes nonverbal. Penelitian mengenai CFIT Scale 3 menjelaskan bahwa tes menggunakan item geometris dan pilihan jawaban berdasarkan hubungan visual seperti kemiripan, kelanjutan pola, dan prinsip tertentu.

Jadi, soal seperti:

CERDAS = …

atau:

3, 6, 12, 24, …

bisa menjadi bagian latihan psikotes secara umum, tetapi bukan contoh yang representatif untuk CFIT.

Empat Jenis Soal CFIT

Series

Pada bagian Series, peserta melihat rangkaian gambar yang belum lengkap dan harus menentukan gambar yang paling tepat untuk melanjutkan urutannya.

Pola dapat berubah berdasarkan:

  • arah;
  • posisi;
  • jumlah unsur;
  • rotasi;
  • arsiran;
  • kombinasi beberapa perubahan.

Penelitian yang menggunakan CFIT Scale 3 menjelaskan bahwa tugas Series meminta peserta memilih gambar yang paling tepat untuk meneruskan rangkaian progresif.

Classification

Bagian Classification meminta peserta mengenali hubungan di antara beberapa gambar.

Dalam CFIT Scale 3 yang dijelaskan pada penelitian PLOS One, peserta diperlihatkan lima gambar dan perlu menentukan dua gambar yang berbeda secara prinsip dari tiga gambar lainnya.

Jadi, kemampuan yang dibutuhkan bukan sekadar mencari gambar yang terlihat paling aneh. Peserta perlu menemukan karakteristik yang mengelompokkan objek terlebih dahulu.

Matrices

Pada bagian Matrices, peserta melihat susunan gambar berbentuk matriks dengan satu bagian kosong.

Tugasnya adalah menentukan gambar yang dapat melengkapi hubungan pada matriks tersebut.

Hubungan dapat terjadi secara horizontal, vertikal, atau keduanya sekaligus. Karena itu, jangan hanya memperhatikan satu baris.

Conditions

Bagian terakhir adalah Conditions, yang juga sering disebut berkaitan dengan topology.

Peserta harus memperhatikan contoh kondisi geometris pada kotak acuan kemudian memilih opsi yang memiliki hubungan kondisi yang sama. Penelitian yang menggunakan CFIT menjelaskan tugas ini sebagai memilih satu dari beberapa pilihan yang menduplikasi kondisi pada gambar contoh.

Bagian ini sering membutuhkan perhatian terhadap posisi objek, apakah suatu bentuk berada di dalam, di luar, bersinggungan, atau memiliki hubungan tertentu dengan bentuk lainnya.

Berapa Jumlah Soal CFIT

Jumlah soal perlu dilihat berdasarkan scale dan form yang digunakan.

Sebagai contoh, penelitian yang menggunakan CFIT Scale 3 Form A mencatat terdapat 50 item geometris yang dibagi ke dalam empat subtes: Series, Classifications, Matrices, dan Topology/Conditions.

Penelitian lain yang menggunakan Scale 3 Form A juga menyebut empat bagian yang sama.

Sementara penelitian penyusunan norma CFIT di Indonesia menggunakan Scale 3 bentuk A dan B pada sampel berusia 17 tahun ke atas.

Namun, jangan menganggap setiap psikotes perusahaan pasti menggunakan Scale 3 Form A dengan konfigurasi yang sama. Penyelenggara dapat menggunakan alat, bentuk, atau prosedur asesmen yang berbeda.

Contoh Soal CFIT Psikotes untuk Latihan

Contoh di bawah dibuat khusus sebagai latihan pola dan bukan item asli CFIT.

Contoh 1 – Series

Perhatikan pola:

▲ → ▶ → ▼ → ?
A. ◀
B. ▲
C. ▶
D. ▼
Jawaban: A. ◀

Pembahasan:

Segitiga berputar 90 derajat searah jarum jam.

Contoh 2 – Series

● → ●● → ●●● → ?
A. ●
B. ●●
C. ●●●●
D. ●●●●●
Jawaban: C. ●●●●

Jumlah lingkaran bertambah satu pada setiap tahap.

Contoh 3 – Classification

Manakah dua kelompok yang berbeda dari tiga lainnya?

A. ▲▲▲
B. ●●●
C. ■■■
D. ▲●▲
E. ■●■
Jawaban latihan: D dan E

A, B, dan C terdiri dari tiga bentuk yang sama. D dan E memiliki bentuk berbeda di bagian tengah.

Contoh 4 – Classification

Perhatikan kelompok:

A. ○○
B. □□
C. △△
D. ○●
E. □■
Jawaban latihan: D dan E

Tiga pilihan pertama memiliki dua bentuk identik dengan tampilan sama. Dua lainnya memiliki perbedaan isi atau arsiran.

Contoh 5 – Matrices

Baris Kolom 1 Kolom 2
Baris 1
Baris 2 ?

Jika perubahan dari kolom pertama ke kedua adalah bentuk kosong menjadi bentuk terisi, jawaban yang sesuai adalah:

A. ○
B. ●
C. □
D. ■
Jawaban: D. ■

Contoh 6 – Matrices

Baris pertama:

▲ → ▲▲

Baris kedua:

● → ?
A. ●
B. ●●
C. ▲●
D. ●●●
Jawaban: B. ●●

Aturannya adalah setiap satu objek berubah menjadi dua objek dengan bentuk tetap sama.

Contoh 7 – Conditions

Contoh kondisi:

Sebuah titik berada di dalam lingkaran tetapi di luar persegi.

Pilihan yang benar harus menunjukkan hubungan posisi yang sama meskipun bentuk atau ukurannya berubah.

Kuncinya bukan mencari gambar identik, tetapi mengenali hubungan spasialnya.

Contoh 8 – Kondisi Visual

Jika pada gambar contoh sebuah segitiga berada di dalam kotak dan menyentuh sisi bawah, pilih gambar yang menunjukkan objek lain dengan kondisi serupa.

Peserta harus memperhatikan dua informasi sekaligus:

di dalam + bersentuhan dengan sisi bawah

Soal seperti ini melatih prinsip yang relevan dengan bagian Conditions tanpa menyalin item CFIT sebenarnya.

Baca juga: Cara Efektif Meningkatkan Peluang Lolos dengan Persiapan Psikotes Kerja

Apakah CFIT Menggunakan Soal Verbal

Pada bentuk Scale 3 yang banyak digunakan dalam penelitian, inti itemnya bersifat nonverbal dan figural.

Karena itu, CFIT tidak sebaiknya dijelaskan sebagai tes yang berisi:

  • sinonim;
  • antonim;
  • analogi kata;
  • bacaan panjang;
  • pengetahuan umum.

Instruksi tetap perlu dipahami peserta, tetapi penyelesaian item berpusat pada hubungan bentuk dan pola visual.

Cara Mengerjakan CFIT Lebih Efektif

Saat melihat pola gambar, jangan langsung membandingkan seluruh bentuk sekaligus. Pecah perubahan menjadi beberapa karakteristik: jumlah objek, arah, posisi, arsiran, ukuran, dan hubungan antarbentuk.

Misalnya pada Series, tanyakan:

Apa yang berubah dari gambar 1 ke 2?

Kemudian lihat apakah aturan yang sama terjadi pada gambar 2 ke 3.

Pada Matrices, periksa hubungan horizontal terlebih dahulu kemudian bandingkan dengan hubungan vertikal. Jika dua arah menghasilkan aturan yang sama, peluang menemukan jawaban akan lebih besar.

Untuk Classification, cari dulu tiga gambar yang memiliki satu aturan bersama. Setelah kelompok utama ditemukan, dua gambar yang tidak memenuhi aturan akan lebih mudah terlihat.

Sedangkan pada Conditions, jangan terlalu terpaku pada jenis bentuk. Fokus pada posisi dan hubungan antarobjek.

CFIT Bukan Tes Kepribadian

CFIT juga perlu dibedakan dari DISC, MBTI, EPPS, atau inventori kepribadian lainnya.

CFIT merupakan tes kemampuan kognitif atau inteligensi nonverbal.

Karena itu, pada soal CFIT terdapat penyelesaian berdasarkan pola tertentu. Hal ini berbeda dari inventori kepribadian yang mengumpulkan respons mengenai kecenderungan perilaku seseorang.

Jadi, konsep “jawablah sesuai karakter perusahaan” tidak relevan untuk CFIT.

Apakah Nilai CFIT Menentukan Lolos Kerja

Tidak bisa digeneralisasi.

Hasil CFIT dapat menjadi salah satu informasi mengenai kemampuan kognitif seseorang, tetapi cara perusahaan menggunakan hasil asesmen bergantung pada kebijakan, jabatan, alat tes lain, dan metode seleksi yang digunakan.

Bahkan skor mentah CFIT tidak seharusnya diinterpretasikan hanya dengan menghitung “berapa soal yang benar”. Dalam penggunaan psikologis, skor perlu diolah menggunakan norma yang sesuai. Penelitian Indonesia mengenai CFIT Scale 3, misalnya, membahas transformasi skor mentah menjadi skor terstandar berdasarkan norma.

Karena itu, klaim seperti “benar 40 soal pasti lolos” atau “nilai sekian pasti diterima perusahaan” tidak memiliki dasar universal.

Baca juga: Cara Optimasi Profil LinkedIn untuk Lolos Psikotes Kerja!

Mini FAQ

CFIT psikotes adalah apa?

CFIT atau Culture Fair Intelligence Test merupakan tes inteligensi nonverbal yang digunakan untuk mengukur fluid intelligence, terutama kemampuan penalaran dan pemecahan masalah baru.

Soal CFIT terdiri dari apa saja?

Pada Scale 3 terdapat empat jenis subtes utama: Series, Classification, Matrices, dan Conditions.

Apakah CFIT ada soal matematika?

CFIT Scale 3 pada dasarnya menggunakan tugas figural nonverbal, bukan soal aritmatika seperti persentase atau deret angka biasa.

Apakah CFIT sama dengan tes IQ?

CFIT merupakan salah satu instrumen inteligensi yang digunakan untuk mengukur terutama kemampuan fluid intelligence. Namun, interpretasi hasil harus mengikuti prosedur dan norma alat tes.

Apakah CFIT sama dengan DISC atau MBTI?

Tidak. CFIT mengukur kemampuan kognitif, sedangkan DISC dan alat sejenis digunakan untuk tujuan pengukuran yang berbeda terkait karakteristik atau kecenderungan perilaku.

Berapa jumlah soal CFIT?

CFIT Scale 3 Form A yang digunakan dalam sejumlah penelitian terdiri dari 50 item yang terbagi menjadi empat subtes.

Kesimpulan

CFIT psikotes adalah tes nonverbal yang berfokus pada kemampuan menemukan pola, memahami hubungan visual, serta menyelesaikan masalah baru. Pada CFIT Scale 3, empat subtes utama terdiri dari Series, Classification, Matrices, dan Conditions. Karena itu, CFIT tidak tepat disamakan dengan psikotes verbal, numerik, DISC, MBTI, atau tes kepribadian lainnya.

Untuk mempersiapkannya, fokuslah pada kemampuan membaca perubahan bentuk, rotasi, jumlah, posisi, pengelompokan, matriks, dan hubungan spasial. Contoh soal dari internet dapat digunakan untuk memahami konsep, tetapi lebih baik berlatih dengan pola buatan baru daripada menghafalkan item tes. Tujuannya adalah membiasakan diri menemukan aturan di balik gambar, karena kemampuan inilah yang paling relevan ketika menghadapi CFIT.

Bagikan :

Artikel Terbaru Lainnya :