Tes Intelegensi Psikotes: Kenali IST, 9 Subtes, Contoh Soal, dan Cara Mengerjakannya

tes intelegensi psikotes

Tes intelegensi psikotes digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan kognitif seseorang, seperti kemampuan memahami informasi, bernalar, menghitung, melihat hubungan antarkonsep, membayangkan bentuk, hingga mengingat informasi. Dalam seleksi kerja, bentuk tes yang digunakan tidak selalu sama karena perusahaan atau penyelenggara asesmen dapat memilih instrumen sesuai kebutuhan posisi dan tujuan pemeriksaan.

Salah satu alat yang cukup dikenal adalah Intelligenz Struktur Test (IST). Referensi Studocu yang kamu berikan membahas IST melalui sembilan subtes dengan bentuk tugas yang berbeda, mulai dari melengkapi kalimat, mencari hubungan kata, hitungan, deret angka, potongan gambar, kemampuan ruang, hingga mengingat informasi. Dengan memahami karakter masing-masing bagian, peserta dapat mengetahui bahwa tes inteligensi bukan sekadar mencari “nilai IQ tinggi”, melainkan melihat beberapa kemampuan kognitif secara lebih terstruktur.

Baca juga: Soal Psikotes Matematika Dasar dan Penjelasannya yang Sering Muncul Saat Tes

Tes Intelegensi Psikotes Itu Apa

Secara sederhana, tes intelegensi psikotes merupakan asesmen psikologis yang dirancang untuk memperoleh informasi mengenai kemampuan kognitif individu.

Kemampuan yang diukur dapat berbeda tergantung alat yang digunakan. Dalam pembahasan psikotes secara umum, area yang sering ditemukan dapat bersinggungan dengan kemampuan verbal, numerik, logika, penalaran, dan konsentrasi.

Namun, jangan menganggap semua soal numerik atau verbal otomatis merupakan tes IQ yang sama.

Setiap instrumen psikologi mempunyai:

  • tujuan pengukuran;
  • aturan administrasi;
  • struktur subtes;
  • sistem skor;
  • norma;
  • serta prosedur interpretasi tersendiri.

Karena itu, istilah “tes intelegensi” lebih luas daripada satu jenis soal psikotes tertentu.

Mengenal IST dalam Tes Intelegensi Psikotes

Salah satu instrumen yang dapat ditemukan dalam pembahasan tes intelegensi adalah IST atau Intelligenz Struktur Test.

IST dikembangkan oleh Rudolf Amthauer. Literatur mengenai IST menjelaskan bahwa tes ini memandang inteligensi sebagai suatu struktur yang tersusun atas beberapa kemampuan yang saling berkaitan.

Penelitian psikometri di Indonesia juga menyebut IST sebagai salah satu alat ukur inteligensi yang banyak digunakan dan mengkaji secara khusus kemampuan numeriknya melalui subtes Rechenaufgaben (RA) dan Zahlen Reihen (ZR).

Inilah yang membuat IST berbeda dari tes yang hanya menghasilkan satu jenis tugas. Peserta menghadapi beberapa bentuk persoalan untuk memberikan gambaran kemampuan yang lebih beragam.

Ada Berapa Subtes IST

Pada format IST yang dibahas dalam referensi tersebut terdapat 9 subtes.

Referensi Studocu yang kamu berikan juga menyebut sembilan bagian tersebut. Secara umum terdiri dari:

SubtesNamaBentuk Tugas
SESatzergänzungMelengkapi kalimat
WAWortauswahlMemilih kata yang berbeda
ANAnalogienHubungan/analogi kata
GEGemeinsamkeitenMenemukan kesamaan konsep
RARechenaufgabenPersoalan berhitung
ZRZahlenreihenDeret angka
FAFigurenauswahlMemilih/menyusun bentuk
WUWürfelaufgabenPersoalan kubus/ruang
MEMerkaufgabenDaya ingat

Pembagian tersebut memperlihatkan bahwa tes intelegensi psikotes IST tidak hanya berisi hitungan.

Peserta dapat menghadapi kemampuan verbal, numerikal, figural-spasial, serta memori.

9 Jenis Subtes IST dan Kemampuan yang Diukur

Subtes IST Bentuk Soal Kemampuan yang Diukur
Satzergänzung (SE) Melengkapi kalimat yang belum lengkap dengan pilihan jawaban yang paling tepat. Pemahaman praktis, pembentukan penilaian, dan kemampuan memahami konteks kalimat.
Wortauswahl (WA) Menentukan kata yang berbeda dari kelompok berdasarkan karakteristik tertentu. Kemampuan memahami hubungan dan pengelompokan kata.
Analogien (AN) Menentukan hubungan yang tepat antara pasangan kata. Kemampuan berpikir analogis dan memahami hubungan antarkonsep.

Contoh: Burung : Terbang = Ikan : …
Jawaban: B. berenang
Gemeinsamkeiten (GE) Menemukan konsep atau kategori yang dapat mencakup dua pengertian. Kemampuan menemukan persamaan, kategori, dan konsep yang paling tepat.

Contoh: Mangga – Apel = Buah
Rechenaufgaben (RA) Menyelesaikan soal hitungan dan permasalahan numerik. Kemampuan numerik dan pemecahan masalah berhitung.

Contoh: 6 × Rp15.000 = Rp90.000
Zahlenreihen (ZR) Menentukan angka berikutnya berdasarkan pola deret angka. Kemampuan mengenali pola dan penalaran numerik.

Contoh: 4, 7, 10, 13, 16, …
Jawaban: 19 (+3)
Figurenauswahl (FA) Menganalisis potongan atau bentuk untuk menentukan bentuk keseluruhan. Kemampuan membayangkan, menyusun, dan memahami hubungan bentuk secara visual-spasial.
Würfelaufgaben (WU) Membayangkan perubahan posisi atau orientasi sebuah kubus. Kemampuan ruang tiga dimensi dan visualisasi objek dari sudut pandang berbeda.
Merkaufgaben (ME) Mengingat informasi yang telah dipelajari kemudian menjawab pertanyaan berdasarkan informasi tersebut. Kemampuan mengingat dan mempertahankan informasi dalam memori.
Catatan: Contoh soal pada tabel merupakan latihan untuk memahami bentuk subtes dan bukan merupakan soal asli atau bocoran IST.

Baca juga: Cara Efektif Mempersiapkan Diri Menghadapi Psikotes Kerja

Contoh Soal Tes Intelegensi Psikotes

Berikut beberapa contoh tambahan yang dibuat khusus sebagai latihan untuk memahami bentuk penalaran dalam tes intelegensi psikotes.

Jenis Soal Contoh Soal Jawaban & Pembahasan
Contoh Verbal Pilih kata yang berbeda:

A. Mawar
B. Melati
C. Anggrek
D. Mangga
E. Tulip
Jawaban: D. Mangga

Mawar, melati, anggrek, dan tulip merupakan bunga, sedangkan mangga merupakan buah.
Contoh Analogi Dokter : Rumah Sakit = Guru : …

A. buku
B. sekolah
C. siswa
D. belajar
E. papan tulis
Jawaban: B. sekolah

Hubungannya adalah profesi : tempat bekerja. Dokter bekerja di rumah sakit, sedangkan guru bekerja di sekolah.
Contoh Numerik 8, 12, 16, 20, …

A. 21
B. 22
C. 23
D. 24
E. 26
Jawaban: D. 24

Polanya bertambah 4 pada setiap angka.

20 + 4 = 24.
Contoh Logika Angka 2, 6, 12, 20, 30, …

A. 36
B. 40
C. 42
D. 44
E. 46
Jawaban: C. 42

Selisihnya adalah +4, +6, +8, +10, sehingga angka berikutnya bertambah +12.

30 + 12 = 42.
Catatan: Contoh-contoh di atas bukan soal resmi IST dan hanya digunakan sebagai latihan untuk memahami jenis penalaran yang dapat dilatih.

Berapa Lama Tes IST

Durasi tidak sebaiknya dianggap sama untuk setiap versi dan penyelenggaraan.

Materi IST versi yang dibahas dalam sumber akademik lama menyebut keseluruhan tes terdiri dari 176 item dalam sembilan subtes dengan batas waktu berbeda untuk setiap bagian dan waktu keseluruhan sekitar 90 menit.

Contoh waktu dalam format tersebut antara lain:

SE: 6 menit
WA: 6 menit
AN: 7 menit
GE: 8 menit
RA: 10 menit
ZR: 10 menit
FA: 7 menit
WU: 9 menit

ME juga mempunyai fase penghafalan dan pengerjaan tersendiri.

Namun, angka tersebut berasal dari format IST tertentu. Jika mengikuti psikotes perusahaan, ikuti instruksi penyelenggara, karena alat atau versi yang digunakan belum tentu identik.

Bagaimana Tes Intelegensi Psikotes Dinilai

Hasil tes intelegensi tidak tepat dinilai hanya dengan kalimat:

“Saya benar 100 soal, berarti IQ saya sekian.”

Dalam IST, jawaban benar terlebih dahulu menghasilkan raw score atau skor mentah. Skor tersebut kemudian dibandingkan dengan norma yang sesuai untuk memperoleh skor terstandar sebelum dilakukan interpretasi.

Artinya, jumlah jawaban benar belum dapat berdiri sendiri sebagai kesimpulan mengenai tingkat inteligensi seseorang.

Interpretasi juga sebaiknya dilakukan berdasarkan prosedur alat tes oleh tenaga yang kompeten.

Apakah Ada Passing Grade Tes Intelegensi

Tidak ada satu passing grade tes intelegensi psikotes yang otomatis berlaku pada seluruh perusahaan.

Ada dua hal yang perlu dibedakan:

hasil psikologis dari alat tes dan keputusan seleksi perusahaan.

Perusahaan dapat menggunakan hasil asesmen bersama:

  • tes lainnya;
  • wawancara;
  • kebutuhan posisi;
  • kompetensi;
  • pengalaman;
  • atau pertimbangan seleksi lainnya.

Karena itu, klaim seperti:

“IQ minimal 100 pasti lolos kerja”

atau:

“Harus menjawab sekian soal agar lolos IST”

tidak dapat dijadikan aturan universal.

Tes Intelegensi Berbeda dengan Tes Kepribadian

Hal ini juga penting karena keduanya sering digabung dalam istilah “psikotes”.

Tes intelegensi berfokus pada aspek kemampuan kognitif.

Sementara tes kepribadian digunakan untuk memperoleh informasi mengenai karakteristik atau kecenderungan tertentu dari individu.

Jadi, IST tidak sama dengan:

DISC, MBTI, EPPS, atau inventori kepribadian lainnya.

Begitu pula sebaliknya, hasil tes kepribadian tidak dapat diperlakukan sebagai skor kecerdasan.

Baca juga: Cara Efektif Menghadapi Durasi Tes Psikotes Kerja dengan Strategi Tepat

Cara Menghadapi Tes Intelegensi Psikotes

Persiapan yang paling berguna bukan menghafalkan soal asli.

Untuk verbal, biasakan mengenali hubungan antarkata dan kategori.

Untuk numerik, latih perhitungan dasar, pola angka, dan kemampuan membaca informasi dengan cepat.

Untuk spasial, latih rotasi bentuk, potongan gambar, dan hubungan tiga dimensi.

Untuk memori, coba mengelompokkan informasi berdasarkan kategori agar lebih mudah disimpan dan dipanggil kembali.

Selain itu, latihan dengan batas waktu membantu mengetahui kapan kamu terlalu lama berada pada satu soal. Materi pendukung yang kamu kirim juga menekankan pentingnya memahami konsep, bukan sekadar menghafalkan jawaban latihan.

Kesalahan yang Perlu Dihindari

Kesalahan pertama adalah menganggap semua psikotes inteligensi mempunyai format yang sama.

IST, misalnya, memiliki struktur berbeda dari CFIT, Raven’s Progressive Matrices, atau tes kemampuan kognitif lainnya.

Kesalahan berikutnya adalah mencari bocoran soal dan menghafalkan jawabannya. Tes inteligensi justru menuntut kemampuan menyelesaikan persoalan baru berdasarkan pola dan informasi yang diberikan.

Kesalahan lainnya adalah terlalu terpaku pada satu subtes sulit hingga kehilangan waktu pada bagian lain.

Yang juga perlu dihindari adalah mencoba menginterpretasikan skor psikologi sendiri hanya berdasarkan jumlah jawaban benar. Hasil tes perlu dilihat berdasarkan norma dan metode interpretasi alat yang digunakan.

Mini FAQ

Tes intelegensi psikotes adalah apa?
Tes intelegensi psikotes merupakan asesmen untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan kognitif seseorang. Bentuk kemampuan yang dinilai bergantung pada instrumen yang digunakan.
IST singkatan dari apa?
IST merupakan singkatan dari Intelligenz Struktur Test, alat ukur inteligensi yang dikembangkan oleh Rudolf Amthauer.
Ada berapa subtes dalam IST?
Pada format yang banyak dibahas di Indonesia terdapat sembilan subtes, yaitu SE, WA, AN, GE, RA, ZR, FA, WU, dan ME.
Apakah tes IST hanya berisi matematika?
Tidak. IST mencakup kemampuan verbal, numerik, figural-spasial, dan memori.
Apakah tes intelegensi sama dengan tes IQ?
Tes inteligensi dapat digunakan untuk mengukur aspek kemampuan intelektual, tetapi hasil dan interpretasinya bergantung pada instrumen serta norma yang digunakan.
Apakah IST sama dengan CFIT?
Tidak. Keduanya merupakan instrumen yang berbeda. IST memiliki sejumlah subtes verbal, numerik, spasial, dan memori, sedangkan CFIT lebih menekankan tugas nonverbal.
Berapa soal IST?
Format IST yang dibahas dalam sumber lama Indonesia mencantumkan 176 item dalam sembilan subtes. Versi atau administrasi yang digunakan penyelenggara dapat berbeda.
Apakah ada nilai minimal agar lolos tes intelegensi kerja?
Tidak ada satu nilai minimum universal untuk seluruh perusahaan. Kriteria seleksi bergantung pada penyelenggara dan kebutuhan posisi.

Kesimpulan

Tes intelegensi psikotes tidak hanya berupa hitungan atau soal logika sederhana. Salah satu instrumen yang dikenal adalah IST, yang memiliki sembilan subtes untuk melihat kemampuan dalam beberapa area, termasuk verbal, numerikal, figural-spasial, dan memori. Studi di Indonesia juga menunjukkan penggunaan serta pengujian psikometrik IST, termasuk pada subtes numerik RA dan ZR.

Untuk menghadapinya, lebih bermanfaat memahami jenis penalaran yang dibutuhkan daripada menghafalkan item tes. Latih kemampuan verbal, hitungan, deret angka, visual-spasial, dan memori secara bertahap, kemudian biasakan mengerjakan dengan batas waktu. Yang terpenting, jangan menilai hasil hanya dari jumlah soal benar karena skor psikologis perlu diolah berdasarkan norma dan prosedur interpretasi alat yang digunakan.

Bagikan :

Artikel Terbaru Lainnya :